
Tuan Pradikta dan Tuan Hendra kini saling berjabat tangan. Vino yang sedikit tau tentang Pak Hendra Wijaya juga sedikit terkejut. Ada apa sebenarnya?
"Jadi apa yang sebenarnya terjadi, jujur saya sangat bingung," ucap Tuan Pradikta sambil mengamati Tuan Hendra yang sama terkejutnya. Di depan sana, para warga bersorak semaunya meminta peenikahan segera dilaksanakan.
"Saya juga bingung, putra saya menghubungi untuk segera datang. Entah apa yang terjadi dia tidak menceritakan, sebaiknya kita datang ke sana untuk mendapatkan kejelasannya," ucap Pak Hendra sambil mengarahkan pandangan pada satu kelompok orang yang kini tampak menunggu kedatangan mereka.
"Selamat malam Tuan, Anda bertiga sedang dinanti pak lurah. Sepertinya setelah sholat magrib nanti akan segera diadakan akad nikahnya. Kita menanti Pak Kiai dahulu," ucap salah satu warga.
Tuan Pradikta, Tuan Hendra dan Vino tampak semakin terkejut. Ada apa ini? Mereka segera berjalan ke arah kantor desa itu. Kedatangan mereka bagai hipnotis para warga kampung, akan tetapi salah satu propokator tampak tak membiarkan itu. Mereka mempropokatori agar para warga berteriak kembali.
Melihat kedatangan Kakak dan Papanya, Emely segera berdiri dan berhambur ke pelukan papanya.
Dani mendekat ke arah papanya, wajahnya yang semula tenang kini sedikit tegang. Pasalnya dia melihat Tuan Pradikta dan Alvino, orang yang dekat karna hubungan bisnis dengannya.
"Dani ada apa ini? Bisa dijelaskan?" tanya Papanya. Dani tampak terdiam, dia melihat sorot mata tajam Vino kepadanya.
"Sebaiknya Tuan Tuan duduk dulu, kita bicarakan dengan kepala dingin," ucap Pak lurah dengan bijak. Pak Pradikta tampak mengangguk dan mengusap pelan pundak Emely.
__ADS_1
"Em, kamu baik baik saja kan Nak?" tanya papanya dan hanya dijawab dengan gelengan oleh Emely.
"Pa, bantu Em untuk keluar dari masalah ini," ucap Emely.
Dani membelalakan matanya, Papa? Apa wanita itu putri Tuan Pradikta? Apa artinya dia adik Vino? Dani mengepalkan tangannya, kenapa bisa dia seceroboh ini? Dani menghela napas panjang. Entahlah, yang jelas dia melakukan semuanya karna Micela.
Mereka duduk melingkar, Pak lurah menatap ke arah empat orang yang tampak bukan orang sembarangan itu bergantian. Pak lurah datang atas laporan salah seorang warga yang mengatakan ada tindakan mesum di rumah kosong yang dimiliki oleh seorang pengusaha sukses bernama Marvel Raditia Dika.
Dinilai tidak baik dan mengganggu kenyamanan, apalagi di desa itu terkenal dengan desa santri karna berdiri pesantren disana, seorang warga melaporkan tindakan itu pada pak lurah.
Pak lurah sebenaranya akan mencari jalan terbaik, akan tetapi sebagian warga desa yang tak sabar terlanjur marah dan menggerebek mereka.
"Entah bagaimana kebenaranya, yang jelas para warga menyangka Nona dan Aden sedang bertindak mesum. Mereka meminta Nona dan Aden untuk menikah," ucap Pak Lurah.
Pak Pradikta dan Tuan Hendra terkejut, mereka menatap putra dan putrinya masing masing seolah bertanya kenapa kalian ada disana?
"Pa, Em tidak melakukan apapun," bantahnya.
__ADS_1
"Lalu kenapa kalian bisa disana?" tanya Papanya tampak kecewa.
"Itu karena dia pa!" sentak Emely sambil mengulurkan telunjuknya pada Dani. Tuan Hendra menatap ke arah Emely, masih terekam jelas diingatan bahwa Dani pergi daru pernikahan karna mengejar wanita itu. Lalu, apa maksud ini semua?
Dani tak mau banyak bicara, dia tak mau saja memperkeruh suasana. Entahlah, jika harus menikah dengan putri Tuan Pradikta, itu lebih baik dari pada harus menikah dengan Sinta.
"Ayo nikahkah," teriak salah satu warga dan disahut yang lainya diluar sana yang terdengar sangat ramai.
"Apa tidak bisa dibicarakan lagi? Masalahnya putri saya akan menikah sebulan lagi," ucap Tuan Pradikta.
"Warga sangat marah, jikapun berurusan dengan polisi Nona dan Aden juga akan kalah. Karna peraturan desa memang seperti itu," ucap Pak Lurah.
"Jika itu bisa memperbaiki keadaan kita lakukan, selebihnya kita bicarakan nanti," ucap Tuan Mahendra dengan tegas. Tuan Pradikta dan Vino yang seolah mendapat tekanan dari luar hanya bisa mengangguk pelan.
Emely dan Dani hanya bisa menggeleng, Emely tampak geram. Bagaimana bisa lelaki itu tak protes sedikitpun?
😂😂😂😂😂
__ADS_1
Nah lo, Emely pusing Daninya biasa aja. Bikin kesel nggak sih?😀