Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Hawatir


__ADS_3

"Dani, turunkan aku!" sentaknya.


Emely memberontak, menggerak gerakan kakinya. Merangkul leher Dani yang kini membawanya mendekat ke arah ombak yang kini justru menjauh dari mereka.


"Dani, jangan kesana. Dalam kan? Nanti bisa hanyut," protes Emely sambil melihat langkah Dani yang semakin menengah.


"Biarkan saja dalam, kau tenang saja. Selama aku ada bersamamu tidak akan terjadi apa-apa padamu," ucapnya sambil menatap lautan lepas. Dani berhenti sejenak.


Astaga, Apa yang aku katakan? batin dani.


Dani memalingkan pandanganya dari Emely. Tak mau saja wajah gugupnya dilihat Emely.


Emely melirik Dani, ini jidat suami sirinya apa habis kepentok gayung mak Riders? Kenapa aneh sekali? Kenapa tidak sekalian kepentok ulekan sambel para mak mak riders saja? Nanggung kan kalau hanya gayung? Sangat mencengangkan.


"Kenapa ucapanmu semakin ngawur? Apa kau mabuk?" sentaknya.


"Ngawur bagaimana? Ini sah-sah saja!" balas Dani.


"Tadi kau meminta ditemani tidur, sekarang akan selalu bersamaku. Memangnya kau siapa Dan?" sewotnya.


Dani masih terdiam, untung saja mulut laknatnya tak nyerocos saja dan masih bisa dikondisikan. Sedikit saja salah berkata, pasti akan membuat wanita di gendongannya besar kepala.


"Em," panggilnya.


"Hem?" ucap Emely.


"Jadi apa kau setuju?" tanya Dani.


"Setuju apa?" sentak Emely.


Dani menurunkan Emely dengan pelan. Emely segera melepaskan tangannya dari Dani. Keduanya berdiri dan saling menatap. Cerah langit sore ini menjadi saksi bahwa mereka saat ini sedang bahagia.


"Menemani tidurku nanti malam," jawab Dani.


Emely membelalakan matanya, kenapa Dani memintanya seperti itu? Atas dasar apa? Bukankah lelaki di depannya tidak mencintainya? Lalu, apa yang menjadi alasan? Emely mengulurkan tangannya ke arah Dani, mengusap wajah Dani dengan lembut.


Usapan tangan Emely membuat jantung Dani berdebar semakin cepat. Membuat Dani merasakan geleyar aneh yang menyusup dalam reluk hatinya


"Jangan bercanda Dan, ini sangat tidak lucu," ucap Emely. Emely memejamkan matanya. Ada rasa aneh yang membuatnya nyaman bersama Dani. Tapi dia takut untuk memaknai. Emely menggeleng, tidak sepantasnya dia bermain api jika dia tak mau terbakar.

__ADS_1


"Tidak bisakah kau memanggilku yang lebih bagus? Telingaku sakit mendengar suara jelekmu itu memanggil namaku," ucap Dani.


Emely membelalakan matanya. Apa maunya lelaki disampingnya? Kenapa banyak sekali maunya?


"Kau pikir kau siapa?" protes Emely. Dia tak mau ikut dalam permainan Dani yang sangat mengganggu pikirannya itu.


"Kau lupa? Siapa aku?" Dani maju mendekat ke arah Emely. Emely mundur beberapa langkah, netranya menatap waspada ke arah Ardani yang semakin mendekat.


"Memangnya siapa kau?" tanya Emely lagi, masih dengan gerakan yang sama, dia mendekat dan semakin mendekat. Emely mendur dan semakin mundur. Tak ada batasan untuk mundur, hingga sebuah ombak datang menerjang.


Byur....


Emely terkejut dan tumbang diatas gulungan ombak dan menyeretnya. Dani setika terkejut, mengejar tubuh Emely yang melambaikan tangannya ke atas.


"Dan, Dani, Dan....." Emely berteriak. Pakaian Emely yang sedikit berat menghalangi gerak Emely. Wanita yang tadinya tak ada persiapan itu mendadak tak bisa menyeimbangi ombak besar yang menghantamnya.


Dani berenang mengejar tubuh Emely, dengan cekatan Dani menarik Emely yang kemasukan banyak air di mulutnya. Segera lelaki tampan itu membawa tubuh Emely ke pinggir. Mengangkat tubuh Emely yang telah tak sadarkan diri di pinggir pantai.


"Em, bangun," Dani menepuk wajah Emely yang semakin memucat.


"Em, bangun!"


Tak ada cara lain, Dani mengangkat dagu Emely. Sepertinya dia harus menggunakan cara ini untuk bisa menyadarkannya.


Dani mendekat dan memencet hidung Emely dengan tangan kanannya, tangan Kirinya mengangkat dagu Emely kemudian mendekatkan mulutnya dengan mulut Emely. Dani meniupkan napas pada Emelu, Dani semakin khawatir saat tak ada respon dari Emely juga.


"Em, bangunlah. Ini perintah dari suamimu, apa mau mati secepat ini dan membuatku menjadi duda siri secepat ini?" tanya Dani di tengah kepanikannya.


Dani Kembali melakukan hal yang sama, memencet hidung Emely dan menghembuskan napas di mulut Emely. Nihil, tak ada pergerakan.


"Astaga, Em. Apa yang terjadi padanya? Siapa kau? Kau apakan sahabatku?" sentak Lelyta yang kini memandan Dani dengan geram.


"Diamlah, pergilah dan bawa mobil Emely. Biarkan dia bersamaku, aku suaminya," ucap Dani kemudian membawa tubuh Emely menjauh dari Lelyta.


Lelyta hanya mematung, menatap wajah tampan manusia yang membawa atasannya menjauh darinya.


"Astaga, makhluk dari mana setampan itu, Em jangan berpikir lagi kembali pada Raymon jika suamimu saja setampan itu," lirih Lelyta.


🎀🎀🎀🎀

__ADS_1


Dani melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, membawa Emely menuju ke rumah Omanya lagi. Dulunya omanya adalah seorang dokter. Dipastikan wanita itu bisa menangani Emely.


Tak berapa lama kemudian, sampailah Dani di parkiran rumah Omanya.


Segera Dani mengangkat tubuh Emely, Oma Rosy yang kini sedang tadarus Alqur'an segera menyudahi. Diliriknya Dani yang membawa tubuh Emely menuju ke kamar.


"Itu anak, membawa anak gadis siapa? Kenapa dibawa keluar masuk ke rumah ini sejak tadi siang?" Oma Rosy meletakan Al-qurannya dan menyusul Dani.


Baru saja Oma Rosy mau masuk, Dani sudah keluar dengan wajah paniknya.


"Oma, tolong dia," ucap Dani.


Bukan segera bertindak, Oma Rosy justru menatap Dani dengan tajam.


"Anak gadis siapa kamu bawa ke sini?" sentak nya.


"Oma, Plise. Dani akan menjelaskannya nanti, tolong Oma tangani dia dulu," ucap Dani tampak memohon.


Oma Rosy mendorong Dani minggir kemudian masuk ke dalam ruang kamar Dani. Ditatapnya wanita cantik itu, wanita yang bisa membuat makanan yang sama rasa dengannya. Bahkan, Dani yang biasanya tak mau makan kangkung selain masakannya. Mau memakan masakan wanita ini. Siapa wanita ini? Apa orang spesial bagi cucunya?


Oma Amy melihat pakaian basah Emely dan kembali keluar.


"Kenapa kau itu nggak pintar pintar Dan, lihat bajunya basah semua! Bisa demam dia, ambil baju Ganesa dan bawa kesini, oma akan menggantinya!" sentak omanya.


Dani memejamkan matanya, omanya selalu seperti ini. Mendidiknya dengan tegas dan otoriter. Dia selalu saja salah dimata omanya.


Dengan langkah cepat dirinya berjalan ke kamar Ganesa dan membawa piama panjang bergambar barbie.


Segera oma menutup pintu, mengganti baju Emely. Di oleskan minyak di hidung Emely, dan di tekan ibu jari Emely.


Emely mengerjabkan matanya, memandang seorang lansia yang duduk di ranjang memegangi dirinya. Menatap langit-langit kamar yang sama sekali tidak dikenalnya.


"Aku dimana?" tanyanya. Oma Rosy tersenyum dan mengusap pelan puncak kepala Emely.


"Kau ada di rumahku, cucuku Ardani yang membawamu kesini," ucapnya. Emely terdiam, memejamkan mata indahnya.


Kau harus menemani tidurku malam ini


Ucapan Dani mengiang di pikirannya.

__ADS_1


🎀🎀🎀🎀🎀


__ADS_2