Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Tunjukan tempatnya


__ADS_3

"aku akan memaafkan kalian jika memang kalian bersungguh sungguh. Sekarang, katakan padaku, dimana tempat rahasia kedua orang tua kalian? Aku yakin mereka punya, dan kalian tau," ucap Emely sambil menatap kedua orang yang kini berdiri dengan perasaan tak menentu.


Sinta dan Raymon tampak terdiam. Walau dia ingin memperbaiki hubungan dengan Emely, tapi dia juga tak mau menjerumuskan orang tuanya. Emely menyedekapkan tangannya di depan dada dan tersenyum kecut.


"Oke, aku yakin kalian tidak bersungguh sungguh minta maaf. Tidak bersungguh sungguh untuk memperbaiki keadaan, sekarang pergilah. Aku bisa mencari taunya sendiri," ucap Emely sambil melangkah pergi.


Dafa mengikuti langkah kakak iparnya dan menatap Sinta dan Raymon dengan tajam.


"Sinta, kau masih punya hutang penjelasan padaku," ucap Dafa kemudian melangkah pergi.


"Tunggu!"


Suara itu menghentikan langkah Dafa dan Emely. Keduanya berhenti, Emely tersenyum puas. Tak tiknya ternyata sangat jitu sekali. Emely memutar langkah ke belakang dan menatap Sinta dan Raymon dengan wajah yang seakan emosi.


"Apa lagi? Aku harus menunggu jawaban yang tidak akan keluar dari mulutmu, begitu? Aku tau, walau bagaimanapun kalian sangat mencintai orang tua kalian, aku tau itu dan aku juga tidak akan memaksa kalian," ucapnya sambil menatap Raymon dan Sinta.


"Aku tidak tau ini bisa membantu atau tidak, tapi aku pernah tau papaku mempunyai tempat rahasia di sini," ucap Sinta sambil menyerahkan sebuah alamat di kertas.

__ADS_1


"Papaku juga mempunyai tempat rahasia disini," ucap Raymon juga memberikan catatan.


Emely menerima kertas pemberian Raymon dan Sinta, kemudian membaca tiga alamat yang tertera di kertas itu. Emely memejamkan matanya. Tiga tiganya setaunya adalah sebuah bangunan yang megah. Lalu, dimana letak tempat rahasianya? apa dibawah tanah?


Emely menghela napas panjang, alamat itu adalah sebuah galeri ponsel yang sangat terkenal. Lalu, bagaimana bisa dia masuk dan mencari suaminya? Rindu? Dia sangat merindukan Dani, ingin memeluk lelaki itu. Ingin menumpahkan rasa rindu yang menggebu.


"Nak, bantu mama menemukan papa," lirih Emely dengan perasaan yang campur aduk tak beraturan sambil mengusap usap perut datarnya. Air matanya tumpah, tapi segera mengusapnya kemudian menatap ke arah Raymon dan juga Sinta.


"Terimakasih atas bantuan kalian, aku sudah memaafkan kalian atas apa yang terjadi. Sebenarnya aku hanya ingin tau kesungguhan kalian. Dan sekarang aku percaya itu," ucap Emely sambil mengusap pelan pundak Sinta.


Dia tak pernah kenal dekat dengan Sinta, akan tetapi sepertinya dia harus mulai melupakan masalalu dan mencoba hidup yang baru.


Emely menautkan alisnya, jadi apa mereka sedekat ini? Menikah? Emely terkekeh pelan. Apa jodoh ditakdirkan seperti ini? Mereka bertukar jodoh? Emely mengambil undangan pernikahan itu dan tersenyum pada Sinta dan juga Raymon.


"Aku akan datang bersama suamiku," ucapnya dan diangguki oleh Raymon dan juga Sinta.


"Kami tunggu kedatanganmu Em," ucap Raymon.

__ADS_1


"Aku tidak janji, doakan mas Dani segera ditemukan," ucap Emely.


"Lalu, siapa lagi yang datang orang terdekat kami kalau kau dan Dani tidak hadir? Bahkan orang tua kami tak perduli," ucap Sinta.


Emely menghela napas dalam dalam, apa benar seperti ini kenyataanya? Emely mendekat dan menatap ke arah Sinta.


"Aku akan datang, bahagialah selalu kalian berdua. Sekarang aku harus pergi," ucap Emely.


"Kami akan membantumu," ucap Sinta.


Deg


Emely membelalakkan matanya tak percaya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sambil nunggu up nya bang Dani dan Neng Em, baca juga karya sahabat otor ramah yang seru ini ya.. ditunggu lo. jngan lupa tinggalkan jejak.. wkwkw

__ADS_1



__ADS_2