Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Siapa yang datang?


__ADS_3

Dani yang duduk di depan TV tampak gelisah, dua puluh menit sudah Emely di kamar mandi dan tak keluar. Lalu, apa yang dilakukan wanita itu? Apa dia mau bunuh diri? Dia demam, lalu apa dia benar benar mau mati?


Dani yang merasa geram segera berdiri, tangannya terulur dengan kekuatan ekstra untuk mengetuk pintu kamar mandi. Di waktu yang bersamaan, Emely membuka pintu. Seketika tangan Dani mengetuk dahi Emely yang kini berdiri di hadapannya.


Saking terkejutnya Emely sampai membelalakan matanya, pasalnya dia merasakan dahinya sangat sakit terkena jitakan tangan Dani.


"****," umpatnya sambil memandang Dani yang kini masih mengepalkan tangannya. Emely tampak emosi. Ditatapnya Dani dengan sorot mata yang tajam sehingga tampak gelagat aneh dari mimik wajah Dani, sepertinya Dani juga menyesal menjitak Dahi Emely yang saat ini memerah itu.


"Apa yang kau lakukan? Kau ingin membunuhku?" sentaknya. Tanpa menunggu jawaban Dani, Emely mendorong tubuh Dani agar minggir. Emely melewati Dani yang kini masih di depan pintu.


"****," umpat Dani. Niatnya khawatir, tapi dia malah menyakiti. Di pastikan dahi Emely benjol karna jitakannya.

__ADS_1


Dani memutar tubuhnya mengejar langkah Emely yang hampir saja keluar dari kamar. Dani menarik tangan Emely untuk berhenti. Terang saja, tarikan tangan Dani membuat langkah Emely berhenti. Keduanya saling bertatapan, Dani menatap Emely dari kepala sampai kaki.


Menatap wajah cantik yang terlihat segar dengan sisa air itu, meski dahinya sedikit benjol karna getokan tangannya. Rambut digulung ke atas yang memperlihatkan leher jenjang yang kini berhiaskan warna merah dan dipastikan karna ulahnya tadi.


Pundak putih bersih yang juga berhiaskan warna merah. Astaga, Dani memejamkan matanya, tidak percaya saja mulutnya yang sholeh dan bijaksana itu melakukan hal yang demikian.😄 Meskipun bosnya mantan casanova dia tak sebejat atasanya itu memainkan wanita.


Emely menghempaskan sentuhan tangan Dani, membuat lelaki yang menurutnya mempunyai mulut sepedas bon cabe level sembilan itu melepaskan genggaman tangannya. Hatinya masih saja tak mau menerima kenyataan bahwa Dani sah saja menyentuhnya seperti ini. Bahkan rasa benci sepertinya mulai tumbuh sejak lelaki itu mengambil mahkotanya.


"Kau mau kemana? Ini sudah malam," sentak Dani. Walau sebenarnya hawatir, tak mau saja kekhawatiranya itu ditampakan di depan wanita yang sah menjadi instrinya menurut agama itu. Karna dia yakin, dia akan hawatir pada wanita lain juga jika wanita itu diposisi Emely. Yang jelas, menurutnya kehawatiranya bukan karna jatuh cinta.


"Sepertinya kau memang rabun, apa tak lihat apa yang aku bawa? Seharusnya kau tau apa yang akan aku lakukan tanpa bertanya," ucap Emely sambil melirik ember yang berisi baju kerja yang tadi sore dipakainya.

__ADS_1


Dani menautkan alisnya, apa dia mendadak rabun? Kenapa tak melihat tangan kiri Emely membawa ember cucian? Dani terdiam, namun sepertinya dia tak mau malu di depan Emely.


"Aku tau, kau memanfaatkan kesempatan untuk menyentuhku kan? Kau pikir aku senang? Ingat, semua yang terjadi ini karna ulahmu. Kau telah menghancurkan masa depanku, jangan sok perhatian yang hanya akan membuat aku muak melihatmu Tuan. Aku masih bisa diam dan sabar, jangan salahkan aku bila nanti aku akan membalasmu," ucap Emely dengan ketus.


Dani mengabaikan ucapan Emely yang menurutnya tidak penting itu, Dani nyelonong melangkah ke ranjang sambil nyerocos juga.


"Aku pikir kau mau keluar dengan bajumu itu, di depan sana banyak santri pesantren. Kepalamu bisa babak belur lebih banyak jika kau keluar dengan pakaian yang seperti itu, kecuali kau memang sengaja mau mati," ucap Dani.


Emely yang tengah membuka pintu kembali menghentikan langkahnya, menatap dirinya sendiri yang memang memakai baju terbuka.


Emely menatap ke arah Dani yang berbaring di ranjang, menggunakan tangannya untuk bantal dan menggoyangka kakinya. Netranya menatap Emely, seperti sengaja mengejek Emely dengan wajah menyebalkannya.

__ADS_1


Emely menghela napas panjang, apa dibenarkan Emely meminta Dani menjemurkan baju di jemuran samping rumah? Belum sempat berucap, suara mobil berhenti di depan rumah. Membuat Dani dan Emely saling memandang, seolah saling bertanya siapa yang datang?


🙈🎀🎀🎀


__ADS_2