Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Penderitaan Lelyta


__ADS_3

Tuan Wilson dan Nyonya Wilson saling menatap tajam. Mereka tersenyum singkat. Walaupun kehilangan perusahaan miliknya yang digunakan Taruhan oleh Raymon. Itu tidak menjadi masalah.


Dia telah mendapatkan perusahaan yang jauh lebih besar dari itu dari Emely. Akan tetapi, kegagalan pernikahan yang sudah direncanakan tetap menjadi sebuah penghinaan baginya. Sehingga mereka tak suka melihat Emely bahagia.


Dengan memanfaatkan Lelyta Tuan Wilson ingin menghancurkan Emely, bahkan ingin menghancurkan Pradikta Maheswara.


"Apa papa sudah mendapatkan gambar yang papa mau?" tanya Nyonya Wilson dengan senyuman sinisnya.


"Ya, aku sudah mendapatkan gambar itu. Bahkan aku sudah meminta orang orangku untuk membuat berita besar hingga Emely tertekan dan mat* b*n*h diri." ucapnya dengan tawa. Nyonya Wilson tertawa bahagia.


"Kalau itu terjadi, kita rayakan semua ini dengan pesta meriah Pa," ucapnya.


"Ya, bahkan aku sudah meminta Raymon untuk menghabisi lelaki tak berguna itu," ucapnya.


"Tapi aku heran, kenapa aku seperti tidak asing dengan wajahnya. Siapa lelaki itu?" ucap Tuan Wilson dengan menatap lekat ke arah istrinya.


"Siapa?" tanya Nyonya Wilson.


"Sebaiknya kau tanyakan pada tawananmu itu," ucap Nyonya Wilson." Bukankah dia yang menjebak Emely dan lelaki itu?" tanta Nyonya Wilson.


Tuan Wilson mengangguk pelan, sepertinya ada gunanya juga mempunyai tawanan seperti Lelita.


Segera lelaki paruh baya itu berjalan menuju ke kamar penyekapan itu.


Brak


Tuan Wilson membuka pintu dengan kasar. Lelyta yang hampir terlelap kini terkejut dan membuka mata. Bahkan, ibunya yang sedang dalam keadaan tidur kini juga terbangun.


Tuan Wilson mendekat ke arah Lelyta, bertanya pada wanita cantik itu dengan angkuh.


"Siapa lelaki yang kau jebak untuk bersama dengan Emely?" tanyanya.


Lelyta menatap seorang wanita dan lelaki paruh baya yang tersenyum melihatnya menderita seperti ini.


Lelyta yang sadar dari tidurnya merasakan sakit di sekujur tubuhnya, Lelyta mencoba menetralkan pandangannya, mencoba menggerakkan tangan dan kakinya, namun tak bisa juga.


"Lepaskan aku!" sentak Lelyta.


"Katakan siapa dulu, maka aku akan melepaskanmu," ucap Nyonya Wilson sambil menarik rambut Lelita dengan keras. Membuat lelyta memejamkan matanya menahan sakit.

__ADS_1


"Aku tidak tau," jawabnya.


"Jangan bohong, aku tanya sekali lagi, siapa dia?!" tanya Tuan Wilson lagi. Tangannya terarah di pundak lelyta dan menekanya dengan erat.


"Jangan sakiti putriku Tuan, aku mohon lepaskan dia!" ucap Ibu Lelyta yang kini mencoba untuk bangun dari pembaringannya.


Lelyta menangis, melihat ibunya yang lemah tak berdaya.


"Lihat ibumu, dia sangat menderita melihatmu seperti ini," ucap Nyonya Wilson lagi.


"Sudah aku katakan aku tidak tau, aku hanya mengikutinya dan aku tidak tau siapa dia!" ucap Lelyta. W disampingnya menyentuh pipi Lelyta dengan telunjuknya. Lelyta memalingkan wajahnya.


"Bahkan dalam keadaan tak berdaya kau tak mau mengatakan?" ucap wanita itu.


"Oke, sepertinya kau ingin aku bertindak lebih dari ini," ucapnya lagi.


"Kau boleh memyakitiku semaumu, tapi jangan sakiti ibuku. Sampai kau lelah dan membu*u*ku sekalipun, aku tak tau siapa lelaki itu," ucap Lelyta sambil menahan sakit saat Nyonya wilson menggoreskan pecahan kaca di tangan Lelyta.


Air mata Lelyta mengalir deras. Dia memejamkan mata indahnya. Menikmati setiap luka yang tercipta ditangannya.


"Apa salahku? kenapa kalian begitu jahat?" tanya Lelyta. Nyonya Wilson tertawa, menatap tajam kearah Lelyta.


"Memang, memang kau tidak mempunyai salah apapun. Salahmu adalah kamu berteman baik dengan Emely, lalu kenapa kau tidak mengaku saja? Maka kau akan bebas, Bukankah Emely juga tidak akan berbaik hati padamu?" ucapnya.


"Tuan, Nyonya. Ada Tamu," ucap salah satu asisten mereka.


Tuan Wilson dan Nyonya Wilson tampak segera keluar dan mengunci pintu kamar itu. Lelyta bernapas lega, setidaknya dia masih bisa menjaga Emely dan Juga Dani. Meski saat ini dia menderita. Emely sahabat teebaik baginya, tak akan pernah dia berniat sedikitpun untuk menghianati sahabatnya itu.


"Lel, kau tidak papa nak?" ibunya yang tadi tak sadarkan diri kini telah siuman. Wanita itu membuka tali yang melilit di tubuh Lelyta, Lelyta memeluk ibunya dengan erat.


"Ibu, kita berdoa semoga kita bisa lekas keluar dari sini ya," ucap Lelyta. Ibunya mengangguk pelan kemudian mengambil kain di pojok ruangan. Ibu Rina mengikat luka gores di tangan Lelyta.


"Terimakasih Bu," ucapnya. Ibu Rani mengusap pelan pipi Lelyta dan menatap wajah cantik itu.


"Ibu istirahat lagi, Lely akan mencoba mencaru bantuan," ucapnya.


Lelyta menerawang jauh, ibunya adalah orang terkasih baginya. Lalu, bagaimana bisa dia melihat wanita itu menderita? Tidak akan pernah. Yang jelas yang dia inginkan saat ini adalah dia selamat dan Emely bahagia.


Lelyta menatap ke bawah sana, netranya membelalak sempurna saat melihat mobil mewah berwarna hitam metalik terparkir di halaman rumah ini.

__ADS_1


"Bukankah itu mobil Tuan Dani?" tanyanya dalam hati. Bahkan Lelyta tau betul dengan nomer plat mobil Dani.


Ya, saat Lelyta kebingungan dipaksa Tuan Wilson untuk menjebak Emely. Wanita cantik itu juga menimbang, siapa yang akan di jebak bersama sahabatnya itu. Dia ingin ibunya selamat, tapi dia juga tidak mau Emely melakukan hal in*im bersama lelaki sembarangan.


Pada Akhirnya, Lelyta membuka majalah bisnis dan memperlihatkan nama Ardani Rahardian wijaya, seorang asisten pribadi Marvel Raditia Dika yang tak lain adalah suami dari Nada Aira Azzahwa yang merupakan klien penting bagi RE colection sendiri.


Berita itu juga menjelaskan kewibawaan seorang Ardani yang juga seorang pimpinan dari ARW group. Bukankah dia lelaki hebat? Bisa menjalankan dua perusahaan sekaligus?


Dari situlah Lelyta mendramatisir pertemuan mereka lewat pesanan yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan ARW grup.


Entah, ketika Tuhan berkehendak, bahkan Emely malah mengalami kecelakaan yang tak diinginkan. Dan nyatanya itu ada hubungan dengan Ardani. Lelyta merasa senang, karna tanpa dia melakukan penjebakan lagi, takdir membawa mereka bertemu.


Tanpa di dramatisir lagi, malah mereka digrebek dan pada akhirnya dinikahkan. Itu adalah kelegaan pada Lelyta.


Karna saat itu adalah saat dimana Tuan Wilson memaksanya untuk memasukan obat perangsang, dia berhasil memasukan. Setidaknya jika Emely melakukan hal in*im itu dilakukan bersama dengan orang yang berhak untuk memilikinya. Sampai sini Lelyta terus memantau.


Hingga saat Rudi, orang suruhan Dani menangkapnya. Lelyta meminta bantuan Adik sepupunya agar menolongnya dan menggantikannya di ruang penyekapan. Lelyta juga meminta pada adiknya untuk tidak mengatakan apapun dan hanya menyebutkan satu nama orang bernama Wilson malaskay ardiansyah.


"Emely, maafkan aku. Aku terpaksa melakuka. semua ini. Aku sudah melakukan yang terbaik untuk melindungimu meskipun aku juga yang menciptkan ketidak nyamananmu. Akan tetapi, aku berharap Tuan Ardani membantumu. Aku berharap kau bahagia selalu. Dan kau harus bersyukur karna lepas dari jerat keluarga ibl*s ini," ucapnya.


"Siapa yang ada disini? Tuan Ardanikah?"


🎀🎀🎀🎀🎀


Tuan Wilson dan Nyonya Wilson segera duduk di sofa. Yan mereka ingin menjalin kerja sama dengan ARW grup yang saat ini tengah naik daun itu.


"Selamat siang Tuan...."


"Dafa, namaku Dafa," ucap Dafa dengan tenang menyambut uluran tangan Tuan Wilson.


"Senang bertemu dengan Anda Tuan Dafa, maaf saya mengajukan kerjasama begitu mendadak, dan lagi merepotkan anda untuk datang ke sini," ucapnya dengan pelan.


Tak berapa lama, seorang pelayan memberikan kopi pada tamu dan majikannya. Bersamaan dengan itu, suara minta tolong terdengar samar di telinga Dafa. Bahkan, juga di telinga Nyonya Wilson dan Tuan Wilson.


Dafa menatap ke arah dua tuan rumah itu seakan bertanya siapa itu? Kenapa minta tolong?


"Silahkan Tuan Dafa," ucap Tuan Wilson sambil tersenyum. Akan tetapi tangannya terkepal.


"Lelyta. Awas saja Kau," batin Tuan Wilson.

__ADS_1


🎀😆😆😆😆😆


Like, komen dan hadiah yok. mau crazy up ga???


__ADS_2