Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Dunia sesempit ini 2


__ADS_3

Emely dan Sifa saling berpandangan, Emely maju beberapa langkah, menatap ke arah Sifa.


"Sifa," ucap Emely sambil mengamati Sifa dengan perasaan yang terkejut. Kenapa ada Sifa? Mau apa Sifa datang kesini? Emely memandang paper bag dan rantang makanan yang di bawa Sifa.


"Nona Emely," ucap Sifa sedikit lirih sambil menatap ke arah Emely yang tampak sedikit pucat.


"Sifa, ini benar kamu?" tanya Emely. Sifa tersenyum dan mengangguk. Emely merasa lega, ada Sifa yang akan menemaninya disini. Lantas, siapa Sifa?


"Jadi, apa Nona Emely dan Tuan Raymon yang dinikahkan oleh abahnya?" pertanyaan yang mengiang di batin Sifa.


"Iya, saya kesini diutus abah untuk memberikan pakaian dan makanan untuk orang yang dinikahkan abah tadi malam, lantas apa orang itu Nona Emely? Kenapa Nona Emely ada disini, apa yang dinikahkan Nona Emely dan Tuan Raymon?" tanya Sifa panjang lebar.


Emely memejamkan matanya dan mengusap air mata yang tiba tiba mengalir, pertanyaan Sifa membuatnya terusik.


Sifa tampak bingung saat tiba-tiba Emely yang tampak lemas terhuyung mundur.


"Nona," ucap Sifa dengan lantang. Mbak Hami membantu Sifa menangkap Emely. Dipapahnya tubuh Emely yang lemas dan di bawa ke sofa.


Mbak Hani meletakan rantang dan paper bag di meja. Kemudian Mbak Hani mengambil minyak kayu putih yang berada di kotak P3K di pojok ruangan.

__ADS_1


Deberikanya minyak itu kepada Emely, Emely menerima minya itu sambil tersenyum dan mengucapkan terimakasih pada abdi dalem keluarga Sifa itu.


"Nona, Nona kenapa? Apa Nona sakit?" tanya Sifa sambil menatap wajah Emely dengan panik.


Emely menggelengkan kepalanya, walau badanya terasa remuk dan hatinya terasa hancur. Kini dia berusaha untuk tetap tegar di hadapan Sifa.


"Jadi kamu putri Kiai Yusuf?" tanya Emely. Sifa mengangguk pelan.


Emely menghela napas panjang. Sifa, gadis cantik asisten Pribadi Nada ternyata adalah putri kiai? Sangat mencengangkan sekali, sangat istimewa sekali.


"Aku senang jika kamu ada di sini, setidaknya aku punya teman," ucap Emely.


Sifa tersenyum dan membantu Emely mengoles minyak di kepala Emely, walau hatinya penasaran dengan apa yang terjadi, dia mencoba untuk tenang dulu.


Emely menghentikan aktifitasnya dan menatap Sifa dengan tenang, mencoba untuk menceritakan apa yang terjadi dengan pelan.


"Aku tidak menikah dengan Raymon Sifa, aku terjebak karna sebuah kesalah pahaman, dan pada akhirnya aku dinikahkan dengan orang lain di sini Sifa," ucap Emely.


Sifa menghela napas panjang, jadi feeling abahnya benar jika mengatakan pasangan ini tidak salah. Pasalnya dia tau jika memang Emely telah merancanakan pernikahan dengan orang lain.

__ADS_1


Sebagai wanita, dia tau bagaimana perasaan Emely saat ini. Pernikahannya sudah terencana, tapi dia menikah dengan orang lain, pasti sangat menyakitkan.


"Jadi Nona tidak menikah dengan Tuan Raymon? Lalu dengan siapa?" tanya Sifa ragu sambil memandang ke arah Emely lagi.


"Aku menikah dengan,,,"


"Dia menikah dengan aku," sahut suara yang berasal dari belakang mereka.


Sifa, Emely dan Mbak Hani menoleh ke asal suara. Sifa terkejut saat melihat Ardani ada di depannya. Bahkan, Dani juga terkejut saat melihat orang yang datang adalah Sifa.


"Sifaa," lirih Dani.


"Ardani," ucap Sifa.


Emely memandang kedua orang itu bergantian. Apa mereka saling mengenal? Kenapa mereka tampak tak biasa saat saling memandang seperti ini?


Dani mendengar yang datang adalah putri Kiai Yusuf, lalu kenapa ada Sifa? Wanita yang saat ini menyelimuti hatinya.


Sifa memejamkan mata indahnya, rasa sesak merasuk dalam jiwanya. Ardani menikah? Dengan Emely? Pertanyaan yang mengiang dalam benaknya.

__ADS_1


"Kenapa Dunia sesempit ini?" batin Sifa, Dani dan juga Emely.


🎀🎀🎀🎀🎀


__ADS_2