
Ditengah gelapnya malam, Dani masih bisa melihat bayangan Emely yang memeluk lututnya. Di dalam hatinya yang paling dalam, tak mau dia melakukan pemaksaan. Akan tetapi, tubuhnya menuntut lebih.
Mematikan lampu bertujuan untuk menghindarkan wanita yang telah berstatus menjadi istri sirinya itu dari serangannya. Akan tetapi, cahaya bulan yang bersinar malam ini seolah memberi dukungan melakukan ibadah, sehingga masih bisa memberikan penerangan dalam kegelapan kamar yang berasal dari atap kaca bening di atas sana.
Emely meraih selimut, menutupi tubuhnya dengan rapat. Isakan tangisnya terdengar membuat Dani memejamkan matanya, dia tak pernah tega melihat wanita menangis. Mau tidak mau Dani mendekat, mengusap air mata Emely dengan lembut.
Keduanya saling menatap, entah tatapan yang bagaimana dan entah perasaan yang seperti apa yang kini bersemayam dalam benak masing masing, mereka saling berdiam. Saling menatap di bawah temaramnya sinar. Tentunya Dani dengan menahan gejolak rasa yang menyiksa tubuhnya.
"Dani, tolong jangan sakiti aku." lirih Emely dalam isakannya.
Dani mengepalkan tangannya dan mencoba untuk memendam segala gejolak gairah yang membelenggunya. Dani berdiri, mungkin dia harus berguyur saja untuk melampiaskan semuanya.
__ADS_1
Dani menurunkan tangannya, hendak meninggalkan Emely. Dani mulai melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.
Emely menatap langkah Dani yang hampir menjauh itu. Hatinya tak karuan, merasakan gejolak rasa yang entah bagaimana bersemanyam di hatinya.
Plek
Entah, sesuatu yang bergerak gerak jatuh di pundak Emely, membuat wanita itu berteriak kencang sekali. Emely berdiri, membuang selimut yang membungkus tubuhnya.
Merasa hawatir, Dani segera berbalik arah. Disaat yang bersamaan Emely berada di depannya. Dani yang hanya memakai boxer, bertabrakan dengan Emely yang hanya menggunakan Br* dan celana saja. Emely yang ketakutan seketika memeluk erat tubuh Dani seakan tak mau lepas, wajahnya menempel sempurna di dada bidang Dani, membuat Dani mematung dan merasakan tubuh bagian bawahnya semakin menegang sempurna.
Dani merutuki dirinya sendiri saat tangannya bergerak ke atas, ke bawah di punggung Emely. Hatinya merasa nyaman, matanya terasa takjup melihat tubuh putih bersih tanpa cela itu. Tangannya bergerak lincah seakan tengah bahagia.
__ADS_1
Emely yang tersadar sedang dalam pelukan Dani kini melepaskan pelukannya, tubuhnya yang menempel sempurna bisa merasakan benda keras di bawah sana. Emely mundur beberapa langkah. Dilihatnya Dani yang menahan gejolak rasa, dilihatnya Dani yang menatapnya dengan kabut gaerah yang membuncah.
"Dani," lirihnya sambil mundur ke belakang. Dani maju ke depan dan mengikuti gerak Emely yang semakin mundur.
"Dani," lirih Emely lagi.
Dani mendengar, suara Emely bagaikan ******* yang indah. Sehingga membuat Dani merasa tersiksa. Wajahnya merah, Dani mendekat dan terus mendekat, mendekat dan mendekat.
Darah Dani semakin mendidih, Emely mentok di dinding. Tak bisa bergerak, Dani mengunci Emely dengan meletakan tangan kanan dan kirinya di dinding. Ditatapnya wajah cantik Emely yang tak setegang tadi. Dani tersenyum dan mengangkat dagu Emely.
"Aku tidak memaksamu, aku juga tidak akan menyakitimu. Beri aku izin untuk menyentuhmu saja, tidak lebih. Jangan memberontak, agar aku tak kasar padamu, Bantu aku untuk menuntaskannya, walau aku tidak memasukannya," lirih Dani. Dani yang semakin tak kuat mengepalkan tangannya menahan gejolak hasrat yang tak bisa untuk ditahan lebih lama lagi. Dani Menjatuhkan kepalanya di pundak Emely.
__ADS_1
Emely panik dan terkejut, apa yang harus dia katakan? Hembusan napas hangat Dani dia rasakan. Emely memejamkan matannya. Dani suaminya, meminta izin hanya untuk menyentuhnya. Apa yang harus dia katakan?
😘😘😘😘😘