
Emely melepaskan pelukanya, kemudian menatap ke arah Dani. Ditatapnya lelaki tampan yang kini sedang bersandar di pohon sambil menatapnya dengan sorot mata yang tenang itu.
Sifa dan Emely berdiri, Emely memejamkan matanya sejenak. Walau sudah lega, nyatanya berada diantara Dani dan Sifa masih saja menciptakan sedikit suasana hati yang tak nyaman. Akan tetapi, dia mencoba untuk baik baik saja.
Kini Dani melangkah, mendekat ke arah Emely. Berdiri di samping Emely dan menarik pinggang wanita cantik itu dalam rengkuhannya. Netranya menatap Sifa, seolah menegaskan bahwa dia milik Emely dan juga sebaliknya.
Sifa yang tepat berada di depan pasangan suami istri itu tampak tersenyum lega, sakit hati? Tidak, nyatanya setelah berbicara dengan Emely hatinya tak lagi merasakan sesak seperti sebelumnya. Dia bahagia dengan pemandangan di depannya.
Emely memejamkan mata indahnya. Kenapa suaminya mendadak posesif seperti ini? Dani menatap ke arah Sifa dan Emely bergantian. Dia menampakan wajah datarnya.
"Sifa, Emely, jika kalian sudah berbicara dari hati ke hati. Maka aku juga akan melakukan hal yang sama," ucapnya.
Sifa dan Emely tampak antusias menatap ke arah Dani.
"Diantara aku dan Sifa pernah ada satu hal yang mungkin tak pernah terungkap tapi kita sama sama tau itu. Tapi bagiku, perasaan itu adalah proses perjalanan panjang yang pada akhirnya mengantarkan aku pada pelabuhan cintaku. Pelabuhan cintaku padamu Nona Rakayla Emely," ucap Dani sambil mengecup pelan puncak kepala Emely. Emely tampak memejamkan matanya, hatinya dag dig dug tak karuan. Dia bahagia, Dani begitu menyayanginya. Bahkan, tak malu mengakuinya di depan Sifa.
Sifa mengangguk anggukan kepalanya, dia bangga pada pasangan di depannya. Walau keadaan yang begitu menekan mereka bersama. Nyatanya mereka bahagia saat ini.
"Sifa, Maaf bila aku tak sengaja menyakitimu, atau ada perkataan yang tak berkenan. Aku berharap kau bahagia dengan pasangan yang sudah ditakdirkan untukmu nantinya," ucap Dani dengan tenang.
__ADS_1
Sifa menghela napas panjang dan tersenyum. Dia menatap Emely dan Dani yang tampak serasi itu.
"Sama sama Dani. Bagiku perjalanan memang suatu proses yang memberikan banyak pelajaran. Aku belajar banyak darimu dan Emely. Sampai disini aku tau, bahwa semuanya atas kehendak Tuhan. Mungkin manusia berencana, tapi takdir ada ditangannya. Bahagialah Dani dan Emely, aku pamit dulu." ucap Sifa sambil melangkah pergi.
Mungkin manusia berencana, tapi nyatanya Tuhan yang maha segalanya. Bahagia itu jika kita menyadari, bahwa apa yang baik menurut kita itu belum tentu baik menurut sang maha penguasa langit dan bumi. So, jangan pernah menyesali apapun yang pernah terjadi. Perbaiki diri dan berserah padaNYA. Bersyukur atas semua nikmatNYA. Ya Allah, aku pasrahkan jodoh, rezeki dan matiku hanya padamu. ucap batin Sifa sambil melangkah meninggalkan Dani dan Emely yang saling beradu tatapan teduh itu. Dani mengangkat dagu Emely sehingga wanita cantik itu mendongak menatapnya.
"Kenapa senyum senyum?" Dani menunduk, memperhatikan wajah Emely yang tenang dan tampak sumringah itu.
"Tidak," jawabnya.
"Jujur, apa yang membuatmu senyum tak jelas," ucap Dani.
"Hanya bahagia. Akhirnya aku bisa yakin, bahwa memang cinta kamu hanya untukku," ucap Emely. Dani terkekeh pelan. Tangannya terulur mengambil buku nikah di saku kemejanya.
Emely meraih buku kecil itu, dibukanya pelan buku yang menjelaskan bahwa mereka telah menikah satu setengah bulan yang lalu itu.
Emely kembali menutup buku itu dan menatap ke arah suami tercintanya itu.
"Terimakasih atas cinta yang kamu berikan untukku Sayang," ucap Emely.
__ADS_1
Dani mengeratkan pelukannya dan mengecup singkat puncak kepala Emely.
"Hem, aku terima ucapan terimakasihmu. Sebaiknya kita segera pergi, karna aku akan menghukummu," ucap Dani sambil mengangkat tubuh mungil Emely. Seketika Emely melingkarkan tangannya di leher Dani.
"Kenapa di hukum?" protesnya.
"Karna kau melakukan kesalahan," ucap Dani.
"Kesalahan apa Mas?" tannyanya lagi.
"Diamlah, kita pulang dan mencari buah pisang seperti yang kau mau," ucap Dani sambil mendudukan Emely ke mobil.
Emely menghela napas panjang, entah hukuman apa yang nantinya dia dapat dari kesalahan yang tak dia ketahui juga. Yang jelas saat ini dia bahagia akan mencari buah pisang.
Dani yang kini berada di kursi kemudi tampak menancap gas mobilnya menyusuri jalan yang indah. Mereka menikmati pemandangan indah itu dan menikmati santai suasana perjalanan yang nyaman dan tenang.
***
Di mansion keluarga Wilson, Nyonya Helena dan Tuan Wilson tampak berpandangan. Nyonya Helena masih saja marah karna perlakuan Lelyta kemarin. Saat ini Nyonya Helena menatap suaminya dengan kesal.
__ADS_1
"Aku tak mau tau, aku harus memberi pelajaran pada Lelyta. Aku tidak rela melihat dia bahagia setelah apa yang dia lakukan padaku, aku akan membuat hidupnya menderita, begitu juga dengan hidup Emely," ucapnya dengan sinis.
🙈🙈🙈🙈