
Dani membawa tubuh mungil Emely menuju ke arah ranjang, dipukulnya dada bidang Dani yang dia rasa sedang dalam keadaan yang tidak baik baik saja.
"Tuan Ardani, tolong lepaskan aku!" sentaknya. Dani seakan tak mendengar ucapan dari wanita cantik itu.
Pemberontakan yang dilakukan oleh Emely seakan sia sia. Dani menghela napas panjang, meletakan tubuh Emely ke atas ranjang dengan pelan.
Dibukanya satu persatu kancing baju yang melekat di tubuhnya, hingga menampakan kaos dalam yang membungkus tubuh atletis itu. Menyadari Dani dalam kondisi yang dalam tekanan, Emely beringsut mundur. Menyesal dia melawan Dani, padahal lelaki itu sudah memperingatkannya untuk minggir. Lalu, apa yang harus dia lakukan?
"Tuan Dani, tolong maafkan aku. Tolong biarkan aku pergi!" sentaknya saat Dani kini sudah berada di depannya.
Dani yang tampak tersiksa kini maju beberapa langkah.
__ADS_1
"Apa yang akan kamu lakuk...?" sebelum ucapan Emely selesai, Dani sudah menghentikan teriakan wanita itu dengan membungkam mulut wanita cantik itu.
Bibirnya bergerak mencari kenikmatan didalam bibir wanita cantik yang kini berusaha untuk menolak ciumannya itu. Emely yang terkejut enggan untuk membuka mulutnya. Air matanya mengalir. Apa yang akan terjadi selanjutnya?
"Dani, lepaskan aku!" Bahkan kata tuan tidak lagi disematkan. Emely mendorong tubuh Dani hingga menjauh darinya. Dani seolah tak mau kalah, di raihnya pinggang Emely dan didongakkan wajahnya ke arah Emely. Sekali lagi, Dani menyerang bibir Emely yang terus saja melawan.
Dani menggigit bibir bawah Emely sehingga wanita cantik itu membuka mulutnya, merasa dia berhasil mencapai apa yang dia mau. Dani tersenyum smirk. Diliriknya wajah cantik Emely yang kini berderai air mata. Dani yang semula kasar, kini bermain lebih lembut. Membuat Emely menikmati permainan lidah Dani dengan tenang.
"Dani, lepaskan aku," lirih Emely.
"Baby, Kau yang sudah memancingku, jangan pernah menyesal karna perbuatanmu sendiri," lirih Dani dengan napas yang memburu.
__ADS_1
Emely menggelengkan kepalanya, panik yang saat ini dia rasakan. Meskipun ciuman yang dilakukan Dani bukan yang pertama untuknya. Tapi, dia menjaga mahkotanya sedari dulu. Lalu, apa yang akan dilakukan Ardani? Haruskah dia kehilangan hal dijaga ditangan suami yang tidak dicintainya? Suami yang saat ini dalam keadaan yang tak baik baik saja?
Dani kembali menyergab bibir Emely, memeluk erat tubuh Emely hingga wanita iti tak mampu bergerak. Tangan kanannya menurunkan resleting baju Emely yang kemudian menampakan punggung putih bersih yang membuatnya semakin menggila.
Darahnya seakan mendidih, tangannya ke atas ke bawah menyapu punggung itu, sehingga membuat bulu Emely meremang dan mengeluarkan beberapa kali suara des*han yang semakin membuat darahnya seakan mendidik.
Emely mencoba memberontak, akan tetapi Dani mendorong Emely hingga terlentang di atas ranjang.
Dani melepaskan kaos dalammya, juga melepas celana nya menyisakan celana bexer pendek saja. Dani meraih dengan kasar baru Emely yang memang sudah merosot sedari tadi, ditatapnya setiap inci tubuh wanita yang sudah sah untuk disentuhnya itu. Emely memeluk tubuhnya yang hanya menggunakan Br* dan celana d*l*m itu.
Air matanya mengalir deras.
__ADS_1
"Ya Tuhan, tolong aku. Apa yang harus aku lakukan? Dani menekan saklar, mematikan lampu kamar. Area kamar menjadi gelap gulita, entah apa yang akan terjadi selanjutnya.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣