Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Mansion keluarga Pradikta


__ADS_3

Raymon dan papanya saling berhadapan. Wilson, Papa Raymon menatap ke arah lelaki berusia dua puluh delapan tahun itu dengan tatapan tajamnya.


"Kenapa bisa dana perusahaan dibekukan? Apa yang kamu lakukan?" Raymon menatap papanya dengan menunduk, tak sedikitpun Raymon berani untuk mendongak.


"Aku kalah taruhan Pa, dana Perusahaan tidak bisa dipakai karna semuanya di sita teman temanku," ucap Raymon.


Brak


"Taruhan apa yang kau pertaruhkan? Kenapa melibatkan perusahaan?" sentak papanya.


Raymon hanya terdiam dan menundukan kepalanya.


"Ini karna aku kalah taruhan Pa, Emely yang menjadi taruhannya. Jika aku berhasil mengganggahi Emely, seharusnya aku yang mendapatkan perusahaan temanku. Akan tetapi, sulitnya aku mendapatkan Emely, hanya dengan cara menikahi Emely aku bisa melakukannya. Tapi sayangnya, Emely terjebak dalam suatu keadaan sehingga membuat aku harus mengalami ini semua." ucap Raymon.


Deg, Wilson mengepalkan tangannya. Kenapa bisa seperti ini? Pikirannya melayang jauh, memikirkan kejadian beberapa hari yang lalu.


"Kau ikuti wanita itu, pastikan dia menikah dan tidak bisa lepas dari lelaki itu," ucap Wilson pada lelaki berpakaian hitam yang kini berada di depannya.


"Kau pastikan obat itu di minum oleh lelaki itu," ucap Tuan Wilson dan diangguki oleh orang suruhannya.


"Aku berangkat Tuan," ucapnya kemudian meninggalkan ruang kerja Tuan Wilson.


Tuan Wilson tersenyum dan menatap ke arah sertivikat perusahaan yang ada digenggamannya.


"Ini adalah perusahaan yang aku siapkan untuk Emely dan Raymon. Aku berharap Emely dan Raymon mau menerima perusahaan ini, dan mengelola bersama. Makanya, aku akan mempercayakan padamu. Jika Raymon berhianat, aku akan mengambilnya darimu," ucap Tuan Pradikta kala itu dan teringat jelas di otak Tuan Wilson.


"Jadi, jika Emely yang berhianat, apa akan jatuh di tangan Raymon?" tanya Tuan Wilson waktu itu dan dijawab kekehan tawa oleh Tuan Pradikta.


"Jika kau mau, kau bisa mengelolanya Wilson," sahut Tuan Pradikta waktu itu.


Saat ini, Wilson mengepalkan tangannya, kenapa putranya tak pernah mengatakan itu sebelumnya? Inginnya memiliki perusahaan sendiri dan menjebak Emely untuk mendapatkan perusahaan Emely agar memiliki dua perusahaan sekaligus, tapi kenapa sebelum rencananya berhasil malah dia kehilangan perusahaan?


"Kenapa kau seceroboh itu, kau tau Raymon. Papalah yang menjebak Emely malam itu," ucap Wilson pada putranya.


"Papa?" tanya Raymon sambil membelalakan matanya.

__ADS_1


"Apa maksud papa? Aku memang taruhan pa, tapi aku benar benar mencintai Emely!" sentaknya.


Wilson melemparkan sertifikat di atas meja dan memijat pelipisnya dengan emosi.


"Aku ingin menguasai dua perusahaan itu dengan mengorbankan Emely, ternyata kau sangat bod*h tidak berbicara pada papa terlebih dulu. Tau begitu tidak mungkin papa menjebak Emely.


"Lalu apa yang harus kita lakukan Pa?"


"Sepertinya kita harus bekerja sama, kau tetap menikahi Emely dan dapatkan perusahaan itu kembali. Papa akan memaksa Pradikta untuk memberi konpemsasi karna Emely melanggar," ucapnya. Senyum sinis teebit dari bibir Raymon dan Wilson.


"Kita ke Pradikta group besok pagi saja," ucapnya.


🎀🎀🎀🎀


Emely telah sampai di mansion megah di pinggiran jalan, Mansion dengan desain yang sangat mempesona, indah dan begitu menakjupkan mata yang melihatnya.


"Kita sudah sampai Nona," ucap salah satu bodiguard yang memperkenalkan namanya Rudi itu.


Emely menatap ke arah sana, mobil hitam berjejer rapi dan salah satunya dipastikan itu adalah mobil dari Raymon.


Emely melangkahkan kakinya dan menuju ke arah pintu utama. Emely menapaki satu persatu anak tangga, wajahnya tampak bahagia. Tergesa dirinya melangkah masuk ke rumah.


"Mingkin, mereka pikir Emely telah mencoreng nama besar Ardiansyah dengan berita heboh yang terdengar di muka umum. Tapi kenapa Nyonya Helena malah menanyakan sertivikat itu?" tanya Mama Elyna. Papa Pradikta hanya terdiam. Emely menutup mulutnya. Sertivikat apa?


Tak mau mengganggu kedua orang tuanya. Emely berjalan ke arah kamarya. wmWaktu menunjukan pukul 22.00. Kedua orang tuanya pasti sudah lelah, dia tak mau menyapa malam ini. Biar besok pagi saja.


Emely masuk ke dalam kamarnya dan meletakan tasnya di meja rias.


Emely membaringkan tubuhnya di ranjang king sizenya.


Emely menatap bingkai foto di atas meja dan meraihnya. Foto keluarga, ayah ibu dan kakak lelakinya beserta dirinya. Nada mengusap pelan wajah orang terkasih. Tanpa mereka Emely bukanlah apa-apa, keluarga adalah segalanya. Meskipun mereka hidup di keluarga kaya, tapi mereka bisa hidup bahagia dengan segala nikmat yang di berikan oleh Sang Maha Kuasa dengan kerja keras.


Emely meraih ponselnya dan mengamati wajah mamanya di sana.


"Terimakasih mama sudah menjadi mama terbaik untuk aku, mama terbaik yang mengajariku banyak hal," lirihnya.

__ADS_1


Emely menggeser ponselnya dan menemukan foto Raymon, lelaki tampan dengan sejuta pesona. Emely jatuh hati padanya, Raymon benar benar peehatian dan sempurna.


Emely mengambil buku dan menggoreskan pena di sana, jari lentiknya menari dengan lincah melukiskan tentang perasaanya.


Ku yakin, semua sudah digariskan. Jika bukan dia, maka pertemukan aku lelaki terbaik lainnya.


Emely memeluk buku itu. Hanya buku itu yang selalu menemani nya untuk mencurahkan isi hatinya. Isi hati yang kadang bahagia dan juga sedih.


Emely melepas hijab cantik yang menghiasi kepalanya, meletakan buku kesayangannya di laci. Ditatapnya paper bag di atas meja. Ada mekena di sana, Emely berdiri dan berjalan ke kamar mandi, mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajibanya empat rokaat. Berdoa dan meminta kebaikan kepada Allah SWT.


Setelah selesai menunaikan ibadah, Emely berbaring kemudian memejamkan matanya. Belum juga matanya terpejam sempurna, bayangan seseorang menyelinap masuk dalam pikirannya. Emely membuka matanya dan terbangun.


Emely meraih gelas berisi air putih di atas nakas. Bagaimana bisa bayangan Ardani berada dalam otaknya? Makhluk mesum dan menyebalkan itu mengganggu pikirannya.


"Astagfirullah," lirihnya.


"Em, sudah pulang Nak?" tanya mamanya yang melihat kamar Emely tampak terbuka. Mama Elyna melangkah mendekati putrinya.


"Iya Ma, baru saja." sahut Emely.


"Pantas mama melihat kamu. Langsung saja mama kesini," sahut mamanya sambil tersenyum.


"Ada masalah?" tanya Mamanya. Emely menggeleng pelan. Mama Elyna duduk di samping Emwly dan mengusap pelan pundak Emely.


"Em hanya tidak mau mengganggu mama dab papa. Makanya langsung ke sini," ucap Mamanya.


Mamaanya memejamkan mata, itu artinya Mamanya juga sangat menyayaninya. Mama Elyna memeluk puterinya dan tersenyum.


"Mama sangat merindukanmu sayang, mama hawatir padamu," ucap mamanya dan diangguki oleh Emely.


"Lihat, Em baik ma. Mama jgn bersedih," ucap Emely sambil memeluk mamanya.


"Kenapa kau pulang diam diam? Dasar anak nakal," Papa Pradikta datang dan berdiri di depan putri dan istrinya.


Emely berdiri dan memeluk papanya.

__ADS_1


"Em sangat merindukan papa, dan Em takut mengganggu kalian berdua untuk mesra mesraan," jawabnya. Papa Pradikta tersenyum. Bahagia akhirnya Emely pulang kembali. Lalu, bagaimana bisa Emely sampai di mansion? Papa Pradikta tampak penasarran.


🎀🎀🎀🎀


__ADS_2