Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Harus bagaimana?


__ADS_3

Tok tok tok


Dani dan Emely saling berpandangan saat suara pintu terdengar di ketuk oleh seseorang. Emely seolah meminta kepada Dani untuk membuka pintu. Diletakannya ember cucian di lantai. Hatinya dag dig duk tak karuan. Siapa yang datang malam malam seperti ini?


Dani segera bangun dan melirik jam yang menunjukan pukul 23.15. Ternyata dia dan Emely sudah lama juga berdebat.


Tok tok tok


Terdengar lagi suara ketukan pintu hingga membuat Dani berdiri. Dani berjalan ke arah pintu kamar, ditatapnya Emely yang menampakan wajah sedikit panik.


"Minggirlah!" ucap Dani. Segera Emely melangkah minggir dan menatap ke arah Dani yang kini tampak biasa saja.


Dani keluar dari kamar dan berjalan ke arah pintu utama. Dibukanya pintu rumah itu dengan hati-hati.


Seorang laki-laki dengan setelan jas mahal berdiri di depanya dengan tenang. Tadinya wajah itu tampak sumringah, akan tetapi melihat ke arah Dani membuat mimik wajahnya berubah. Pasalnya, yang dia cari adalah Emely calon istrinya. GPS di ponsel Emely menunjukan di tempat ini dia berada, lalu siapa laki-laki yang bersama dengan Emely saat ini?

__ADS_1


Raymon, ya lelaki itu adalah Raymon. Kedunya saling menatap, bahkan Raymon tampak terkejut melihat ke arah Dani yang wajahnya tampak lebih tampan darinya. Jam tangan mahal melekat di tangan kirinya. Kemeja bermerk juga tengah dipakainya. Pikiranya melayang jauh, apa yang dilakukan Emely dengan seorang laki laki disini?


"Siapa anda? Ada apa malam-malam bertamu?" tanya Dani dengan datar. Pertanyaan dalam dirinya begitu menggebu juga. Siapa lelaki di depannya?


Sepertinya Raymon enggan menjawab, emosi di jiwanya membuat keangkuhan muncul dalam benaknya.


"Dimana Emely?"


Bukan jawaban yang didengar oleh Dani, akan tetapi sebuah pertanyaan yang membuatnya menautkan kedua alisnya.


"Dimana Emely?" tanyanya lagi. Dani terdiam. Sepeetinya memang lelaki di depannya adalah kekasih Emely.


Emely yang mendengar bentakan seseorang memanggil namanya tampak mengintip dari pintu kamar. Jantungnya berdetak hebat saat netranya melirik ke arah Raymon yang datang.


Segera Emely memegang hendel pintu, akan tetapi dia menghentikan langkahnya, antara bahagia dan sesak bercampur dalam benaknya. Kenapa baru sekarang lelaki itu datang? Saat semua sudah terenggut, saat dia bukan lagi Emely yang dulu.

__ADS_1


Emely hanya bisa mematung di tempat, rasanya untuk bertemu dengan Raymon dia tak layak. Dia memandang dirinya sendiri yang tidak sempurna lagi, Emely mengurungkan niatnya, mengusap air mata yang kini membasahi pipinya. Netranya menatap ke arah Dani dan Raymon yang masih saling berhadapan.


"Aku harus bagaimana?" lirihnya.


Raymon yang tak sabar hampir melangkah masuk, akan tetapi Dani menahan dengan satu tangannya. Seharusnya Emely mendengar bentakan orang ini, seharusnya tanpa dimintapun Emely keluar. Kamar mereka tak jauh, bahkan rumah ini begitu kecil. Lalu, kenapa wanita itu tak keluar? Apa dia bersedih di dalam sana? Apa dia menghindar dari kekasihnya karna sudah direnggut kesuciannya?


Dani merasa bertanggung jawab atas semua ini, ini semua karna seseorang yang bejat menaruh obat perangsang dalam minumannya. Orang yang belum dia ketahui apa maunya.


Raymon mundur beberapa langkah, menatap ke arah Dani dengan sorot mata yang tajam. Begitu juga dengan Raymon, keduanya tampak saling emosi. Raymon tak terima sehingga melayangkan satu pukulan dan mampu di tangkis oleh Dani. Terjadi sebuah perkelahian di tempat itu.


Emely menggelengkan kepalanya, diusapnya air mata yang membasahi pipinya. Tak bisa dia diam saja kalau sudah begini.


"Berhenti!" teriak Emely.


🎀🎀🎀🎀🎀

__ADS_1


__ADS_2