Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Ini salahku


__ADS_3

Sepeninggalan Emely ke kamar, Dani tampak memandang ke arah Raymon. Menatap laki-laki itu dengan geram. Entah, dia tak terima Raymon menghakimi Emely seperti tadi. Dia rasa Emely bukan ****** seperti yang dilontarkan Raymon.


Pasalnya, Emely harus kehilangan mahkota yang selama ini dia jaga di tangan dirinya, orang yang berstatus sebagai suaminya, walau itu terjadi karna sebuah keterpaksaan. Lalu, bukankah Emely bukan ******? Bukankah seharusnya Raymon mendengar penjelasan Emely dulu jika benar-benar mencintainya?


Apa menurut Raymon penjelasan Emely hanya omong kosong belaka?


Dani memejamkan matanya, hanya ingin memberi pelajaran pada Emely karna kecelakaan itu. Lalu kenapa bisa berbuntut panjang seperti ini? Bahkan dia menyakiti jiwa raga Emely dengan sadis jika seperti ini. Tidak bisa dibiarkan, dia harus berbuat sesuatu untuk meluruskan semua ini.


Dani melangkah mendekat ke arah Raymon, Raymon mengepalkan tangannya. Masih terngiang dipikirannya ucapan Dani yang mengatakan bahwa dia sah melakukan apapun dimata agama. Apa maksud lelaki di depannya?


"Apa kau telah berbuat sesuatu dengannya? Apa maksudmu sah melakukan apapun?" tanya Raymon seolah mengintimidasi Dani dengan sorot mata tajamnya. Sebenarnya kenyataan yang ada, masih diragukan. Akan tetapi, Emely terlihat berbeda. Bahkan aura kecantikannya semakin terpancar sehingga membuat Raymon semakin geram terhadap Dani.


"Jika kau mencintai Emely seharusnya kau mendengarkan dulu," ucap Dani.


"Penjelasan macam apa yang harus ku dengar? Tanda merah di tubuh Emely sudah menjawab semuanya," jawab Raymon.


"Ini semua diluar dugaan dan tidak ada unsur kesengajaan, jika kau ingin menyalahkan. Kau cukup menyalahkan aku, ini salahku!" ucap Dani.

__ADS_1


Raymon masih dengan ekspresi yang sama, dengan napas tak beraturan dan dada naik turun menahan amarah.


"Jangan berbelit, jelaskan dengan gamblang," ucap Raymon.


"Jika kau menyebutnya ****** kau salah. Emely tidak seperti yang kau tuduhkan," ucap Dani dengan tenang.


Raymon berdecih, seakan tak mempercayai ucapan Dani.


"Lalu apa yang seharusnya aku lakukan? Menerima Emely yang sudah menjadi bekasmu itu? Kau pikir segampang itu? Dia menghianatiku dan kau seenaknya berkata seperti ini?" tanya Raymon dengan gelengan kepalanya.


"Dengarkan aku dulu Tuan Yang Terhormat," sentak Dani dengan suara lantangnya.


Raymon tertawa, menikah? Bahkan mereka telah menikah? Sakit menghujam dadanya. Kenapa Emely setega ini?


"Kau...." Raymon meraih kerah baju Dani. Saat ini dani diam tak membalas. Dia cukup tau bagaimana perasaan lelaki di depannya. Wanita yang dicintainya telah menikah dengan orang lain, bukankah itu menyakitkan?


"Pukul aku bila itu membuatmu puas Tuan Raymon!" ucap Dani lirih. Raymon hanya mampu mengepalkan tangannya dan melayangkan ke dinding sehingga membuat kepalan tangannya terluka.

__ADS_1


"Aku hanya ingin kau tau, bahwa kami di jebak. Jika kau benar benar mencintainya, aku akan membuktikan padamu bahwa semua ini adalah jebakan. Emely tidak seperti yang kau pikirkan, bahkan aku akan melepaskannya dan tidak akan melaksanakan pernikahan secara negara nantinya," ucap Dani.


Raymon terkekeh dalam sedihnya dan menatap Dani dengan senyuman tak suka.


"Lalu apa kau mau aku bagaimana? Merangkulnya begitu?" sentak Raymon.


Dani tersenyum, menatap Raymon dengan kesal. Cinta macam apa yang ada di hati Raymon? Semua ini musibah, bahkan Dani yakin hati Emely jauh lebih sakit lagi. Lalu bagaimana bisa lelaki di depannya masih saja menghakiminya? Oke, jika memang tak trima. Seharusnya setelah mengetahui kebenaran dia mendukung, bukan malah seperti ini.


"Ya, aku tidak mau jadi duri diantara kalian, perbaiki hubungan kalian. Semuanya bisa dibicarakan baik-baik," ucap Dani masih mencoba untuk bersabar.


"Jangan sok baik, sedangkan kau sebenarnya laknat. Wanita seperti Emely tak bisa di pertahankan, ambil dia karna aku tidak bisa menerima kehadiran sampah sepertinya, kalian berdua sama laknatnya," ucap Raymon.


Dani tampak kesal, memberikan satu pukulan yang membuat Raymon menatap dirinya dengan memengang pipinya yang lebam.


"Oke, sepertinya kau lelaki gila. Aku akan membuktikan padamu nantinya. Kurasa Emely beruntung tidak menikah dengan lelaki sepertimu, Tuan yang terhormat. Pergi! Tinggalkan tempat ini," ucap Dani dengan sorot mata tajamnya. Raymon melirik dengan tajam, melangkah gontai meninggalkan rumah itu dengan peraaaan yang hancur.


Emely yang mendengar pertengkaran dari dalam kamar memeluk dirinya sendiri, rasa sesak, sedih, semua bercampur dalam benaknya.

__ADS_1


🎀🎀🎀🎀


__ADS_2