
Dafa mengejar langkah ibu hamil yang notabenenya adalah kakak iparnya itu. Benar benar menjengkelkan, bagaimana bisa dia repot repot mengurusi ibu hamil yang emosional seperti Emely? Hais, membuang waktunya saja. Bagaimana bisa Dani menghadapi wanita seperti Emely? Astaga, bukankah mereka sama saja? Dafa tampak menggerutu.
"Kak, berhenti!" sentak Dafa, sontak Emely yang kini berada di ambang pintu mobil menghentikan langkahnya.
"Sebaiknya kau pulang, aku yang akan mencari Dani dan juga asistenmu yang sama keras kepalanya denganmu itu," ucapnya.
Emely membelalakkan matanya mendengar ucapan Dafa yang baginya sangat menjengkelkan juga.
"Kau bilang mau mencari? Ini sudah satu minggu aku mempercayakan padamu, dan kau tidak bisa mengatasinya. Lalu, aku masih harus bersabar dan menunggu kabar dari pergerakanmu yang lelet itu?" sentak Emely.
Dafa tampak mengepalkan tangannya, bukankah kakak iparnya yang membuatnya lelet gara gara harus membujuknya yang marah ini? Emely yang membuat pergerakannya lelet karna memikirkan keadaan Emely juga. Lalu dia masih dipersalahkan? Hais, benar benar 11,12 dengan suaminya.
"Kak, kau mengataiku? Lalu, langkah apa yang akan kau ambil? Ingat kak, Kau hamil," ucap Dafa.
"Aku memang hamil, tapi aku yakin anakku kuat. Kau tau Daf, aku jauh lebih sakit lagi jika Mas Dani tidak diketemukan. Lalu, dia meninggal. Bagaimana bisa aku melihat anak aku menderita tanpa ayah? Dan kau tau Daf, orang yang pertama kalinya aku salahkan adalah kamu. Kamu, asisten yang tidak gerak cepat, kamu lelet dan aku tidak akan memaafkanmu," ucap Emely.
Dafa benar benar geram dengan tingkah Emely. Kalau nanti Dani sudah ditemukan. Dia akan membalas istri bosnya ini. Ini sangat menjengkelkan. Emely hampir saja masuk, akan tetapi tas tangannya tersangkut di tas orang yang tengaj lewat.
"Maaf aku tidak sengaja," ucap Emely dengan menunduk membenahi tasnya.
"Tidak papa Nona," ucap wanita itu. Emely mengangkat wajahnya. Wajahnya yang semula tersenyum perlahan senyumannya menghilang.
Kini netranya menatap ke arah dua orang yang berada di depannya. Sama, dua orang yang tadinya tersenyum itu kini tampak terkejut melihat ke beradaan wanita yang saat ini memakai gamis berwarna merah marun itu.
__ADS_1
"Dimana suami dan juga sahabatku kalian sembunyikan?" ucap Emely dengan sorot mata yang tajam dan berkaca. Emosi menggelayuti dirinya.
Emely ingat betul wajah wanita di depannya, wanita yang saat itu memakai baju pengantin dan hampir saja menikah akan tetapi gagal. Lalu, netranya melirik Raymon yang kini tampak panik. Mereka adalah orang yang mempunyai masalah dengannya dan juga Dani. Lalu, bagaimana bisa mereka bersama jika tak ada sesuatu apapun? Sebelumnya ini tak pernah ada dalam benaknya. Emely yang syok terhuyung mundur.
Raymon dan Sinta segera menahan tubuh Emely.
"Jangan sentuh aku, aku tidak sudi disentuh kalian. Katakan dimana Suami dan sahabatku kalian sembunyikan? Hah!" sentak Emely dengan meronta. Dafa mendekat, memegangi Emely yang tampak lemas.
Deg
Raymon dan Sinta terdiam, bahkan mereka tak tau apapun. Mereka ke sini untuk makan, tak tau jika ada Emely. Bahkan mereka juga merencanakan untuk mendatangi Emely dan Dani untuk minta maaf nanti. Lalu apa ini? Bagaimana bisa ini terjadi? Apa yang sedang terjadi?
"Kak, tenangkan dirimu," ucap Dafa.
Dafa diam, mungkin memang Emely hanya ingin mengeluarkan segala keluhnya. Dia harus mendukung dan menjaga kakak iparnya. Netranya melirik Sinta yang saat ini tampak panik.
Deg
Raymon memejamkan matanya, dia tau arah pembicaraan Emely. Ini adalah soal papanya. Lalu, kemana Dani dan Lelyta? Apa papanya menculiknya lagi? Sepertinya dia harus membantu Emely saat ini. Untuk menebus kesalahannya.
"Apa yang kamu dan ayah kamu mau Ray? Perusahaan mana lagi? Katakan Ray! Katakan tapi pertemukan aku dengan suamiku," ucap Emely semakin melemas.
"Em, aku tidak tau apapun," ucap Raymon.
__ADS_1
"Bohong!" sentak Emely.
"Sumpah Em, aku dan Sinta tak tau apapun. Oke Em, dulu memang aku menginginkan hartamu. Bahkan aku mendekatimu karna taruhan dengan sahabat sahabatku, tapi saat ini aku tidak melakukan apapun. Bahkan, aku bisa lepas dari jeratan dengan sahabatku dibantu oleh Sinta. Kami juga berencana menemuimu dan Dani untuk memperbaiki hubungan, kami minta maaf Em," ucap Raymon.
Deg
Jantung Emely semakin sesak, apa tadi? Taruhan? Jadi dia diajadikan barang taruhan oleh Raymon dan sahabat sahabatnya? Jadi selama ini Raymon tidak benar benar mencintainya? Emely menggelengkan kepalanya. Papa Raymon menjebaknya agar mendapatkan perusahaan dengan dalih semua kesalahan Emely.
Lalu, taruhan seperti apa yang dilakukan Raymon?
"Em, maaf. Dulu aku menggunakanmu sebagai barang taruhan. Kau dulu sulit ditahlukan, kami taruhan jika aku bisa mendapatkanmu saat kau masih belum terjamah orang lain, maka aku akan mendapatkan 3 perusahaan. Tapi jika tidak bisa maka aku yang memberi mereka tiga perusahaan, namun semua malah dihancurkan oleh ide gila ayahku, tapi aku menyesal Em. Aku minta maaf," ucap Raymon lagi.
Emely mengepalkan tangannya, dia sangat sedih dan Emosi. Dani, dia butuh pelukan suaminya. Jika Raymon tak tau apapun. Lalu apa ini ulah papanya?
"Bukan ide gila ayahmu saja, kau juga sama gilamya Ray. Bagaimana bisa kau melakukan semua ini? Lalu, kau pikir aku akan memaafkanmu dan melepaskanmu begitu saja setelah apa yang kamu lakukan?" lirih Emely.
"Apa kau tak percaya Em? Kami akan membantumu mencari mereka jika itu bisa membuatmu memaafkan kami," ucap Raymon.
Emely terdiam. Dia berdiri tegak dan menghapus air matanya. Netranya menatap Raymon dan Sinta. Otaknya bekerja cepat. Jika Raymon dan Sinta saja bersama. Bukankah tak menutup kemungkinan orang tua mereka juga bisa bekerja sama? Apa mungkin begitu? Bukankah Sinta dulu dan orang tuanya sama liciknya?
Saat ini mungkin dia percaya pada Raymon dan Sinta, sedikit banyak dia tau sifat Raymon, akan tetapi Emely tetap waspada. Dafa tak menemukan keberadaannya Dani dan lelyta selama ini. Mungkin dia bisa memanfaatkan dua orang didepannya untuk menguji kesungguhan mereka.
"Oke, aku akan memaafkan kalian jika memang kalian bersungguh sungguh. Sekarang, katakan padaku, dimana tempat rahasia kedua orang tua kalian? Aku yakin mereka punya, dan kalian tau," ucap Emely.
__ADS_1
Dafa tampak membelalakkan matanya, tak menyangka kakak iparnya begitu hebat.