Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Siapa Dia?


__ADS_3

Pelataran Mansion Pradikta


Beberapa mobil berjejer rapi disana, Dani dan Emely tampak terbengong. Kenapa bisa sebanyak ini? Ini makan malam atau apa?


"Yang, ini serius makan malam aja. Bagaimana bisa seramai ini?" tanya Emely sambil menatap beberapa jejeran mobil yang tak asing.


"Seperti mobil Nada, seperti mobil kak Vino, lalu siapa lagi?" batin Emely.


"Serius, sebaiknya kita segera ke sana," ucap Dani. Ya, memang mereka tadi sedikit terlambat karena masih membeli beberapa bingkisan.


Dani mengambil peper bag kemudian keluar dari mobil. Begitu juga dengan Emely, dia juga keluar dari mobil.


Keduanya berjalan beriringan, Dani menggenggam tangan Emely dan menatap mata Emely dengan teduh. Pasangan yang sangat serasi. Emely cantik dengan hijabnya, Dani juga tampan dengan setelan jasnya.


"Siapapun yang ada disana, pastinya mereka bahagia karna kedatangan kita," ucap Dani dengan narsis.


Emely tersenyum kemudian menatap suaminya dengan lembut.


"Segera kita naik," ucapnya.

__ADS_1


Mereka menapaki anak tangga demi anak tangga. Dengan bahagia wanita cantik dan lelaki tampan itu membuka pintu yang tidak dikunci.


"Tara"


"Selamat Datang pengantin baru dapet buku nikah, pengantin baru yang sedang hamil," sambut semua orang sambil menyodorkan bunga yang indah.


Bahkan balon balon berhias terbang kesana kemari, hiasan kecil berjatuhan, kelap kelip lampu menambah suasana makin mempesona. Emely bahagia, menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Dani dan Emely tampak tersenyum, netranya mengedar ke sana kemari menatap ke arah semua orang yang berkumpul menyambut kedatangan mereka.


Mama Elyna papa Pradikta. Mama Nina pada Hendra, Oma, Nala, Ganesa, Radit, Nada dengan baby, Tante Mira Mamanya Radit, Oma Amy. Emely juga melihat ke arah seseorang yang mirip sekali dengan kakaknya Vino. Siapa dia? Disampingnya juga ada orang yang mungkin adalah suami wanita itu. Lalu, ada juga Nico.


Emely juga melihat Vino yang kini baru datang bersama dengan seseorang. Emely tampak berbinar, hampir dua bulan mereka tak bertemu dengan orang yang berjalan dari sana itu.


"Kak Vino,"


"Micela,"


Emely dan Dani berucap bersamaan, Dani dan Emely saling berpandangan. keduanya berjalan mendekat. Kerinduan terhadap Vino juga Micel membuat Dani dan emely segera berjalan ke arah sana.

__ADS_1


Apa suaminya mengenal wanita itu? Kenapa bisa dia tau wanita itu?


Apa Istrinya mengenal Micel? batin Dani juga.


"Kakak,"


"Kakak,"


Emely dan Micel bersama berucap saat memeluk Dani dan Vino.


Emely semakin gugup, apa maksud dari semuanya? Micel yang memang sudah tau semua hanya diam. Dia tau Emely yang menabraknya. Mungkin ada tak trima, tapi dia mencoba menepis. Bahkan dia hanya rindu pada Dani, kakaknya. Hingga spontan memanggil dan memeluknya.


Emely yang sadar suaminya berpelukan dengan orang lain kini melepaskan pelukan kerinduan pada kakaknya. Emosinya seakan memuncak, siapa wanita ini? Apa adik Dani juga?


Semua orang yang hadir kini tampak was, was. Mama Elyna tampak dag dig dug tak karuan. Dia hanya berharap Emely bisa paham dengan keadaan dan bisa menerima.


"Siapa wanita itu? Kenapa ada disini? " tanya Emely.


Dani memejamkan matanya. Bagaimana jika Emely tau jika Micel adalah orang yang dia tabrak?

__ADS_1


Vino menghela napas panjang, bagaimana kalau Emely tau jika yang dia tabrak saat ini telah menjadi istrinya? 😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2