Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Menculik Istri


__ADS_3

Dani memarkirkan mobilnya di depan apotik. Setelah melakukan atraksi di jalanan, kini akhirnya Dani bisa melihat wanita yang berdiri dengan tenang di depan apotik. Wanita cantik dengan gamis berwarna merah marun yang sangat cantik.


"Rudi, bawa mobilku. Aku akan naik mobil dengan Nona Emely." Dani menghubungi Rudi dan meminta orangnya itu untuk membawa mobilnya.


"Siap Bos," ucap Rudi sambil mengamati keberadaan Dani. Dani segera keluar dari mobil dan segera masuk ke arah mobil Emely yang tidak di kunci.


"Pergilah, selama Nona Emely bersamaku, jangan kau mengikuti kami. Pergi sejauh mungkin karna Sinta akan mengikuti laju mobilmu, jangan sampai ketahuan sebelum kau jauh dari sini," ucap Dani lagi.


"Baik Bos, aku mengerti," ucapnya.


Setelah mengetahui bos nya pindah tempat, Rudi segera mengambil alih mobil dani. Rudi dan Renal pada akhirnya memakai mobil sendiri sendiri.


Sinta menghela napas panjang, dirinya baru saja sampai di apotik. Dan saat ini melihat mobil Dani kembali berjalan.


"****," Apa dia sengaja mau membuatku sebal? Sinta kembali mengikuti laju mobil Dani yang melaju dengan cepat.


"Oke, aku ikuti permainanmu, Dani," ucap Sinta sambil menatap kemana arah mobil itu.


Dani tersenyum, dan menatap mobil Sinta yang melaju mengikuti arah dimana Rudi berkendara.


"Selamat jalan jalan, Sinta," lirih Dani sambil tersenyum sinis.


Dani melirik Emely yang membawa kantong plastik berwarna putih, berjalan dari apotik dan menuju ke arah mobil yang kini dia tumpangi.


Emely membuka mobilnya, sangat terkejut dirinya saat melihat seorang lelaki duduk di kemudi.


"Apa yang kau lakukan disini? Minggirlah!" sentak Emely yang masih belum menyadari bahwa itu adalah suaminya.


"Berputar arah dan Naiklah, aku yang akan mengemudi," jawab Dani.


Deg, suara itu membuat Emely menatap ke arah lelaki yang kini sedang menatapnya. Keduanya saling berpandangan.


Emely seketika menatap Dani dengan tatapan teduhnya. Entah, perasaan yang bagaimana. Yang jelas hatinya terasa bahagia mendapati Dani ada di hadapannya. Setelah semalaman mengganggu otaknya, kini Dani ada dihadapannya. Sangat membahagiakan.


"Kenapa ada di sini? Kau naik apa Dan? Kau naik taksi online?" tanya Emely sambil mengamati tak ada mobil lagi selain mobilnya.

__ADS_1


"Masuklah!" ucap Dani. Semalam saat berpisah dia sangat manis, ini kenapa sedingin balok es?


Emely memutar langkahnya dan masuk ke dalam mobil.


Lelyta, aku datang agak siangan. Ada keperluan, pembalut pesananmu sudah aku belikan," tulisnya pada pesan Wa yang dikirim untuk Lelyta yang meminta tolong padanya.


Terimakasih Nona


Balas Lelyta. Selain bawahan, Lelyta adalah sahabat baik Emely, sehingga tak sungkan wanita itu meminta tolong pada Emely.


Dani menatap barang belanjaan yang dibawa oleh Emely. Emely yang merasa diperhatikan menatap ke arah Dani dengan curiga. Dimasukan lagi ponselnya di tasnya.


"Apa yang kamu lihat Dan?" tanya Emely sambil menatap ke arah Dani.


"Apa yang kamu beli?" tanya Dani balik dengan tatapan yang seakan mengintimidasi.


"Bukan urusanmukan? Kenapa kepo sekali sih Dan?" tanya Emely sambil membuka kantong plastik yang berisi pembalut, dan juga tisue itu.


Dani melirik kantong plastik dan menatap dengan lega. Tidak ada barang yang dia takutkan berada di dalam sana.


"Kenapa kau itu kepo lagi sih? Apa harus aku mengatakan kalo asistenku meminta tolong padaku untuk membelikan?" sebalnya kemudian menghadap ke depan. Emely memakai sabuk pengaman.


"Jalan sekarang, jangan sampai aku hilang kesabaran menghadapimu Tuan," ucap Emely panjang lebar.


Dani tersenyum tipis, meskipun harus mendengar keketusan ucapan Emely, setidaknya dia sangat lega sekali.


"Okey, aku mau menculikmu Nona. Pagi ini selera makanku hilang. Sepertinya kau harus memasak untukku," ucap Dani sambil menambah kecepatan mobil mewah berwarna putih itu.


Emely membelalakan matanya, melihat jam yang sudah menunjukan pukul 09.00. Sehabis dhuhur nanti dia ada pertemuan. Lalu, harus jam berapa dirinya ke kantor?


"Dani, aku tak ada banyak waktu," ucapnya sambil menatap Dani dengan sebal.


"Kau pikir aku tidak? Aku juga tidak ada banyak banyak waktu, bersiaplah! Kita olahlaga pagi ini," ucap Dani sambil menambah kecepatan mobilnya.


Emely memejamkan matanya, tatapannya tajam mengarah pada Dani yang melajukan mobilnya dengan kecepatan Maksimal. Pohon pohon yang dilintasi begitu memusingkan kepalanya.

__ADS_1


"Ini gila, ini bukan olah Raga Dani. Ini bunuh Diri," sentak Emely dan sanggup membuat Dani terkekeh pelan. Dani malah menambah kecepatan membuat Emely memejamkan matanya. Bibirnya merancau tak karuan,"


"Tuan Ardani, kau tidak waras, Kau G*la!" Emely mengumpat beberapa kali. Namun Dani seakan malah bahagia mendapati wanita disampingnya itu tampak kesal padanya.


Beberapa menit kemudian, sampailah mereka di sebuah supermarket. Parkiran supermarket tampak begitu ramai Dani memarkirkan mobilnya di sudut parkiran.


"Buka matamu," Dani berucap sambil mengusap pipi Emely yang merah menahan takut.


Dirapikannya pasmina yang berantakan karna terpaan angin, Emely membuka matanya dan menatap ke arah Dani yang memandangnya dengan sorot mata datarnya.


"Emely, dengan baju seperti ini kau terlihat sangat cantik. Lebih cantik lagi jika mulutmu itu bisa sedikit lebih lembut, berkata baik dan sopan, seperti.." ucapan Dani tak diselesaikan. Dani kemudian beranjak dari kemudi. Dani berjalan ke arah pintu mobil di samping Emely.


"Seperti apa Dan?" tanya Emely. Dani hanya diam tak menaggapi ucapannya.


Emely memejamkan matanya ucapan Dani sempat membuatnya tersenyum tipis. Akan tetapi, sebentar kemudian kesedihan menghampiri hatinya. Dani berkata seperti itu, pasti bukan untuk memujinya. Melainkan membandingkan dirinya dengan orang lain. Dani mencintai Sifa, dan tentunya pujian yang dilontarkan Dani untuk wanita itu.


Rasa sesak menyeruak di dadanya, Emely memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian, kaca mobil diketuk seseorang. Emely menoleh dan dilihatnya Dani berdiri bagai satpam disamping pintu.


Emely keluar dari mobil dan tersenyum memandang suaminya. Suami? Ya, suami yang sah menurut agamanya.


"Kamu mau dimasakin apa Dan?" tanya Emely. Dani terdiam, netranya memandang ke arah atas sana.


"Aku mau makanan yang sehat, mengandung empat sehat lima sempurna," ucap Dani. Emely mengangguk pelan.


"Oke, setelah kau makan kau harus mengantarku ke kantor, hari ini aku ditunggu beberapa orang untuk membahas kerjasama," ucap Emely.


"Kau pikir hanya kau yang sibuk? Aku juga, Nona!" ucap Dani kemudian melangkah pelan menuju ke dalam.


"Apa kau ingin waktumu habis hanya dengan berdiri di situ?" tanya Dani. Segera Emely melangkahkan kakinya dan mengikuti langkah Dani dengan geram.


Dani dan Emely berkeliling memilih beberapa sayuran, daging, wortel, timun, selada, cabe dan beberapa bahan makanan. Setelah berpikir lama, Dani menginginkan penyetan ayam kampung masakan dari isterinya.


"Aku ingin tau, kau memang bisa memanjakan lidahku, atau hanya kebetulan saja," batin Ardani sambil melirik Emely yang sibuk memilih belanjaan.


🎀🎀🎀🎀

__ADS_1


Like, komen, hadiah ya..❤❤❤


__ADS_2