
Beberapa minggu telah berlalu, Dani sudah sembuh dan keadaannya sudah membaik.
Bahkan kemaren Keluarga Pradikta dan Hendra Wijaya mengadaan pesta meriah perayaan pernikahan Dani dan Emely, Vino dan Micel. Juga perayaan kembalinya Davina disebuah hotel mewah dan dihadiri oleh orang orang penting. Pesta berakhir meriah dan sangat hangat.
Saat ini, Dani dan Emely memutuskan tinggal di rumah pemberian Radit yang berada di desa dekat pesantren, rumah yang memberikan kenangan yang sangat lucu, sedih dan pada akhirnya membahagiakan. Dengan tinggal disini mereka juga berharap menjadi hamba yang lebih baik lagi.
"Bagaimana Em, bagus kan?" tanya Mama Nina yang sedang memasang foto sambil menatap Emely.
"Bagus Ma," jawabnya.
"Em, segera panggil Dani, tadi dia masih diatas lo," mama Elyna tampak nimbrung.
"Iya Ma," jawabnya.
"Kak, aku bantu apa ini?"
"Em, ini bagusnya di taruh dimana?"
"Kak Em, makanan udah siap,"
"Kak Em, jangan capek capek,"
"Em, istirahatlah,"
Suasana rumah begitu ramai, Mama Nina, mama Elyna, Ganesa, Vino, Micel, Vina, Nala, mereka tengah berlalu lalang menyiapkan sebuah pengajian yang akan diisi oleh kiai Yusup bakda magrib nanti. Pengajian syukuran atas segala nikmat yang diberikan.
Jam sudah menunjukkan pukul 17.00. Suasana semakin ramai, bahkan keluarga besar MRD sudah hadir. Raymon, Sinta, katanya juga akan hadir nanti.
Kini Emely menaiki anak tangga menuju ke kamarnya, dibukanya pintu kamar dan dia berjalan ke arah meja rias. Saat itu sebuah tangan menutup matanya, sehingga Emely menghentikan langkahnya.
Dia menyentuh tangan yang kini menutup matanya itu, dipastikan itu adalah tangan suaminya.
"Kamu mau apa mas? Di bawah ramai lo, sebaiknya jangan memperlambat waktu, kita persiapan shalat magrib dan segera turun," ucap Emely.
Dani melepaskan tangannya, dia memutar tubuh Emely, keduanya saling berhadapan, saling berpandangan. Dani menatap takjub pada wajah cantik istri cantiknya yang memutuskan berhijrah untuk menutup auratnya sejak tiga bulan yang lalu itu.
Emely sangat cantik dan mampu membuatnya jatuh cinta berkali kali, Dani mengusap perut Emely yang terlihat sedikit buncit itu.
"Aku ada hadiah untukmu," ucap Dani.
"Apa?" tanya Emely sambil menatap suaminya.
__ADS_1
Emely memang sedikit murung selama beberapa minggu ini. itu semua karna dia belum bertemu dengan Lelyta yang memutuskan untuk kembali ke kampung tanpa menemuinya. Lelyta yang begitu terpukul dengan kepergian ibunya tak mau bertemu dengan siapapun.
"Ada di ruang sebelah," ucap Dani.
"Aku lihat selesai acara saja," ucapnya.
"No, sekarang saja, aku yakin ini akan membuatmu bahagia," ucap Dani sambil mengusap pelan wajah cantik Emely yang semakin memukau itu.
"Mas, bahkan tanpa hadiahpun aku sudah bahagia dengan berada di sampingmu," ucap Emely.
"Tapi aku tidak bisa melihamu murung," ucap Dani. Emely menghela napas panjang, memang dia murung, tapi karna dia sangat merindukan Lelyta yang tak mau bertemu dengan siapapun sampai saat ini. Dia sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu.
"Aku hanya rindu Lelyta, aku tidak butuh hadiah," ucap Emely. Emely memejamkan matanya, setiap mengingat Lelyta hatinya jadi teriris.
"Kau tau Yang, kebahagiaan kita ini tak lepas dari pengorbanan Lelyta. Pengorbanan yang sangat berarti, dia melakukan segalanya tak peduli menyakitinya sendiri. Tapi aku jahat, sempat menuduhnya yang tidak tidak, dan sampai sekarang bahkan minta maaf juga belum," ucap Emely.
Dani tersenyum dan meraih Emely dalam dekapannya, dia tau istrinya merasa bersalah. Dia tau kebahagiaan saat ini juga karna lelyta.
"Aku tau itu, makanya kamu ke ruangan samping, aku jamin kamu akan bahagia," ucap Dani sambil melepaskan pelukannya kemudian menarik tangan Emely menuju ke ruangan samping.
Emely yang penasaran kini mengikuti langkah suaminya.
"Masuklah," ucap Dani sambil menatap Emely.
"Siapa itu? Kenapa Mas Dani memintaku ke sini?" batin Emely.
"Maaf mbak, saya mengganggu, mbak sudah makan atau minum? Mau saya ambilkan? " tanya Emely yang bingung sendiri itu.
"Saya mau bertemu Bu Emely," ucapnya sambil menoleh.
Emely terpaku, dia sangat terkejut melihat wanita itu.
"Lelyta," segera Emely berjalan ke arah Lelyta dan memeluknya dengan erat.
"Lel, aku merindukanmu. Maafkan aku," ucapnya dengan mata yang berkaca kaca.
"Kamu tidak bersalah apapun, aku melakukan semua nya karna kamu adalah orang terbaik dalam hidupku," ucapnya.
"Terimakasih Lel, maafkan aku yang tak sempat melihat ibu," ucapnya lagi.
"Nggak papa Em, aku tau kesulitanmu saat itu. Bahagia selalu Em, aku juga akan mencoba bahagia meski tanpa ibu." ucap Lelyta. Emely memeluk erat sahabatnya.
__ADS_1
"Kau punya aku," jawab Emely. Mereka saling memaafkan saling mendukung dan akan selalu seperti itu. Kebahagiaan terpancar dari keduanya, meskipun ada kesedihan yang sepertinya masih ada di hati Lelyta.
Waktu sudah menujukan adzan magrib. Mereka melepas pelukan.
"Sebaiknya kita shalat," ucap Emely dan diangguki oleh Lelyta. Mata Emely melirik jari Lelyta, sebuah cincin melingkar di sana. Tapi, untuk bertanya tak mampu karna dia tau, Lelyta masih berkabung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana pengajian begitu khidmad, semua mendengar ceramah Kiai Yusup dengan seksama. Banyak pelajaran yang dipetik disana.
Setelah selesai, mereka semuanya saling bersalaman. Mereka semua bahagia, Bahkan Nada, Sifa, Radit dan keluarga besar MRD juga tampak bahagia berbaur dengan semua anggota keluarga Pradikta dan Hendra wijaya. Lelyta dan Dafa juga ikut memeriahkan.
Dani dan Emely yang kini berada di atas panggung kecil menyaksikan keseruan keluarga yang sedang mengambil foto.
Dani meraih pinggang Emely dan mengecup pelan puncak kepala istrinya.
"Aku bahagia memilikimu, calon baby kita dan memiliki mereka semuanya. Semoga kita selalu bahagia..." ucap Dani.
"Amin," sambung Emely.
"Sebaiknya kita ikut berfoto di sana, bersama keluarga besar Pradikta, Wijaya dan MRD," ucap Dani dan diangguki oleh Emely.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bahagia itu saat aku dan kamu menjadi kita
Bahagia itu saat kita saling berpegangan tangan untuk melalui semuanya bersama
Bahagia itu saat aku menangis dan kamu mengusap air matamu dengan telapak tanganku sambil berucap "semuanya akan baik baik saja Kita akan lalui bersama"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...End...
...Alhamdulillah... Bang Dani dan Neng Emely dah bahagia....
...Terimakasih atas dukungan kalian semuanya. Tanpa kalian aku bukanlah apa apa. Love kalian yang selalu mendukung. ❤❤❤❤...
...Ikuti terus karya Author ya.. Yok mampir ke yang baru. Insya Allah ada hadiah disana.. sewaktu waktu.. wkwkkw....
^^^Ada yang minta Ekstra Part nggak ya? wkwkkwk^^^
__ADS_1
Jawab di sini ya... wkwkkwk
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...