
"Musibah apa Lin?" tanya Nyonya Nina dengan panik.
"Harusnya putriku menikah. Akan tetapi dia malah terjebak menikah dengan pria lain. Itu sangat memalukan, tapi aku yakin semua yang teejadi pasti telah di perhitungkan Allah dengan baik," ucap Nyonya Elyna.
"Putraku seharusnya juga menikah, akan tetapi tiba tiba menolak dan memilih pergi," ucap Mama Nina.
"Lalu?"
"Entahlah, aku juga bingung. Makanya aku ingin bercerita denganmu karna aku pusing sendiri jika mengurusnya," ucap Nyonya Lina.
"Ternyata kita mempunyai jiwa yang sama, semoga semua bisa diatasi dan berjalan dengan lancar.
🎀🎀🎀🎀
Mobil hitam metalix berhenti di depan sebuah gedung yang menjulang tinggi. Supir yang mengendarai segera turun dan membuka pintu mobil dengan tergesa untuk penumpangnya.
Tak lama dari itu, tampak seseorang turun dari mobil itu dengan elegan. Dia berdiri sempurna dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya, netranya memandang ke arah gedung tinggi yang bertuliskan *** group, perusahaan yang bergerak dalam bidang fashion dan properti. Perusahaan besar yang memiliki beberapa cabang dan berpusat di kota itu.
"Mari, silahkan masuk Tuan Muda Dani," sambutnya pada Dani yang kini bersama dengan Ganesa dan juga Papanya.
Dani membuka kaca matanya. Bola mata indah itu menyilaukan mata yang memandangnya. Sejenak netranya menangkap wajah gadis yang kini berada di sana. Sifa, yan wanita itu tampak berbincang dengan hangat bersama beberapa orang lainnya.
🎀🎀🎀🎀
Emely mengendarai mobilnya dengan tenang, setelah menikmati istirahat di apartemen sebentar dan juga mengganti bajunya, akhirnya Emely memutuskan untuk segera berangkat ke arah alamat yang di kirimkan lelyta.
RE Group, peeusahaan yang dia dirikan dengan kerja keras. Empat tahun sudah usaha itu berkembang dan mempunyai beberapa cabang. Dia juga mampu menghidupi dirinya sendiri.
Perusahaan ternama yang memproduksi pakaian mahal dan berkelas. Aksesoris yang cantik, dan kuliner yang memuaskan. Sungguh prestasi yang membanggakan saat di usianya yang masih dua puluh tiga tahun sudah mempunyai karir secemerlang itu.
Tak berapa lama kemudian, Emely turun dengan tergesa menuju ke arah dalam sana.
"Selamat siang Nona," sambut penerima tamu kepada Emely dan Lelyta yang sedari tadi menunggu Emwly.
Emely dan Lelyta segera pergi ke dalam ruangan yang tertata dengan rapi itu.
🎀🎀🎀🎀
Acara pembukaan pertemuan para pengusaha itu berjalan dengan lancar.
Sambutan begitu meriah, para staf dan karyawan perusahaan berjejer rapi di kanan dan kiri, mereka tampak terpesona dengan ketampanan Big Bos yang baru saja datang. Delon Alinsky Maheswara, Ya Delon lah yang membuat acara ini.
__ADS_1
Bisik-bisik para karyawan terdengar memuji ketampanan dari Big Bos yang kini berjalan menuju ke ruangan dimana acara penyambutan di gelar. Dani dan Ganesa, Sifa dan beberapa orang lainya sudah berkumpul.
"Bisa kita mulai kerja samanya Tuan?" tanya seseorang saat sudah berada di ruang Meeting.
Semua orang saling memandang, bahkan Dani dan Sifa yang sama sama terkejut kini saling berpandangan.
Tak berselang lama sampailah Emely di tempat yang di tuju, semua mata mengarah ke arah Emely yang kini berjalan menuju ke kursi yang dipersiapkan untuknya.
"Permisi, selamat siang, maaf saya terlambat," ucap Emely sambil melangkahkan kaki ke dalam. Semua mata memandang ke arah Emely yang saat ini tengah menggunakan baju yang berbeda.
Dengan langkah elegan, Emely terus berjalan. Sesekali dirinya berhenti kemudian berjabat tangan dengan beberapa staf direksi dan petinggi perusahaan.
Emely juga menyempatkan diri menjabat tangan beberapa teman yang datang di acara tersebut.
"Sifa apakabar?" sambutnya saat dia berada di hadapan Sifa. Teman yang kini seperjuangan dengannya. Mereka saling berangkulan sejenak dan melepas rindu.
"Kabar baik Nona, bagaimana denganmu?" ucapnya dengan senyuman yang mempesona.
"Aku baik, juga Sifa," ucapnya dengan wajah cantikya.
"Apa kabar Kak Delon, Kak Nicho?"
"Baik Em, mana kakakmu?" tanya Delon dan Niko.
Dani yang berada di pojok ruangan tampak melihat keadaan ini. Ada Emely juga disini? Kenapa tadi tak barengan dengannya saja? Bagaimana bisa dia tidak tau dengan hal ini?
Emely yang tadinya masih berbincang dengan banyak orang kini mulai terdiam mendengarkan sambutan dari Delon. Ah tidak, yang lebih membuat dirinya diam adalah saat melihay Dani dan Sifa yang kini duduk saling beehadapan.
Emely memalingkan wajahnya, Sifa yang sadar akan keberadaan Emely tampak mengamati Emely. Dia juga menatap Dani dengan tenang. Ya Tuhan, kenapa bisa mereka dipertemukan dengan keadaan seperti ini?
Beberapa saat kemudian, acara sudah selesai. Kini tinggalah acara istirahat. Emely berdiri di pojok ruangan. Netranya menatap Dani yang berbincang dengan orang di pojok ruangan.
"Selamat siang Em," seseorang mendekati Emely dan menatap ke arah wanita cantik itu.
"Raymon" lirih Emely tampak terkejut.
Dani yang kini menatap Emely mengepalkan tangannya. Rasanya tak rela melihat Emely berbincang dengan Raymon.
"Em, aku butuh waktu untuk kita berdua," ucap Raymon.
"Apa ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya Emely.
__ADS_1
"Bolehkah aku meminta waktu di lain tempat?" tanya Raymon.
Emely mengangguk dan berjalan ke arah luar gedung.
"Apa yang mau kamu bicarakan Ray?" tanya Emely.
"Aku minta maaf, aku salah karna waktu itu bukan mendukungmu justru malah menghujatmu," ucap Raymon. Emely menghela napas panjang. Kata kata mamanya semalam masih tergiang di otaknya.
Apa yang harus dia lakukan?
Hati Emely seakan terhantam batu besar yang membuatnya runtuh. Emely terpaku dan terdiam, mencoba mencerna apa yang di dengarnya.
"Em, maafkan aku, aku masih mencintaimu," ucap Raymon sambil menatap ke arah Emely. Mencoba meraih tangan Emely.
Deg....
Lagi-lagi hati Emely merasakan sesak. Ucapan Raymon benar-benar mengusik hatinya, disertai bayangan bayangan yang indah bersama Raymon terngiang di pikirannya.
"Em, tolong beri aku maaf, kita mencoba dari awal." ucap Raymon.
Emely memejamkan matanya, saat ini dia bukan Emely yang dulu. Kenapa rasanya sulit untuk mengatakan iya?
"Tapi Ray, aku bukan Emely yang dulu, aku sudah berubah," sanggah Emely.
"Aku tak perduli itu Em, aku mohon maafkan aku. Jangan batalkan peenikahan kita, karna aku sangat mencintaimu Em. Aku berharap Kita bisa seperti dulu lagi," ucap Raymon sambil memegang dua pundak Emely. Menatap wajah cantik Emely.
"Benarkah?" tanya Emely.
"Ya, aku akan selalu mencintaimu dan menyayangimu Em," lirih Raymon.
"Tapi maaf Raymon. Aku butuh waktu untuk berpikir, aku butuh waktu sendiri" ucap Emely dengan tenang.
"Sampai kapan Em?" tanya Raymon.
"Sampai aku bisa memastikan bahwa aku masih mencintaimu atau tidak," ucap Emely.
"Apa semua ini karna lelaki itu?" tanya Raymon.
Deg...
Emely menatap Raymon dengan tajam, lelaki?Siapa?
__ADS_1
❤❤❤