
Emely terus berjalan, tergesa dirinya melangkahkan kakinya menuju ke arah mobil. Bayang bayang seseorang membuntutinya, tapi saat menengok tidak ada.
Emely yang hampir membuka pintu dikejutkan dengan seseorang yang tergeletak di belakangnya.
"Aa..." Emely tampak menutup mulutnya dan menatap seorang yang besar dan berpakaian serba hitam itu.
"Angkat dia, aku tidak mau dia lolos begitu saja. Kurung dia, nanti aku akan mengatasinya," perintah Dafa pada dua bodiguardnya.
"Baik Tuan," ucap mereka kemudian membereskan kekacauan yang terjadi.
Kini Emely menatap ke arah Dafa yan tengah melangkah mendekat ke arahnya. Orang yang baru sekali bertemu dengannya, sepupu Dani yang begitu dekat dengan Dani, seperti halnya Ganes dan juga Nala.
"Dafa, kau disini" tanya Emely.
"Ya, aku sengaja menjemputmu. Sebaiknya kita berangkat bersama, aku cukup mengkhawatirkan keselamatanmu kakak ipar," ucap Dafa. Emely menautkan alisnya. Bagaimana
"Ada apa sebenarnya? Apa maksudmu? Siapa mereka? Kau tau sesuatu?" tanya Emely panjang lebar dengan panik.
"Tentu saja aku tau sesuatu. Ayo kita segera berangkat, pake mobilku saja," jawabnya dengan tenang.
"Kenapa tidak disini kita bicara?" tanya Emely tampak semakin tak sabaran.
__ADS_1
"Apa setelah menemukan satu musuh yang hampir melukaimu kau masih merasa disini aman? Aku tidak mau resiko terlalu tinggi," ucap Dafa.
Emely menghela napas panjang, apa memang tidak aman? Malas untuk berdebat pada diri sendiri dan juga Dafa kini Emely menatap ke arah adik iparnya.
"Oke, aku ikut denganmu saja," ucap Emely dengan tenang.
Dafa mengarahkan tangannya ke mobilnya. Emely melangkah ke arah mobil Dafa, segera Dafa melajukan mobilnya ke arah sebuah privatroom di sebuah restauran yang tak jauh dari RE. Keduanya berjalan ke arah restauran itu.
"Selamat siang, selamat datang Tuan dan Nona," sambut mereka.
"Aku memesan satua ruangan, tadi. Atas Nama Dafa," ucap Dafa.
"Silahkan Tuan," jawabnya sambil memberikan aksesna. Dafa dan Emely kemudian melangkah menuju ke tempat itu.
"Makanlah juga kak, buah baik untuk kesehatanmu dan bayimu. Mungkin saat ini aku belum bisa menemukan Dani, maka dengan menjagamu adalah salah satu abdiku padanya," ucap Dafa sambil mengambil satu potong buah dari piring.
"Jangan berbelit belit, katakan apa yang akan mau kamu katakan? Kau pikir aku bisa makan begitu, kau tau Daf, aku cemas. Aku takut, bahkan aku rindu atau benci aku tidak tau," ucap Emely.
Dafa menghela napas panjang, tangannya terulur dan memberikan ponselnya pada Emely. Emely menatap beberapa Vidio itu kemudian menatap ke arah Dafa.
"Lelyta, apa semuanya begini ceritanya?" lirih Emely.
__ADS_1
"Ya, itu kebenaran soal Lelyta. Aku pastikan, saat ini Lelyta dan Dani dalam masalah. Sayangnya aku belum bisa menemukan keberadaan mereka," jawab Dafa.
Emely memejamkan matanya. Setelah melihat vidio percakapan Dafa dan Lelyta dia tampak syok, mana yang harus dia percaya? Ucapan lelyta di vidio itu atau yang kemaren? Lelyta, bagaimana bisa dia menjerumuskan dia dan Dani? Tunggu, menjerumuskan? Bahkan Dia dan Dani saat ini sama sama saling mencintai. Marah? Jelas itu ada, tapi melihat kejahatan Tuan Wilson Emely semakin bersyukur bisa lepas dari jeratan keluarga itu.
"Jadi kesimpulannya?" tanya Emely.
"Aku percaya saat ini Lelyta dan Dani disembunyikan, tapi aku tak tau dimana. Aku masih berusaha untuk menemukan, 2 hari lagi jika aku tidak menemukan mereka, aku akan meminta bantuan pihak yang berwajib," ucap Dafa.
Emely memejamkan matanya, entah perasaanya dag dig dug tak karuan. Lelyta selama ini mempertaruhkan nyawa demi dia? Lalu, apa saat ini Lelyta, ibu lelyta dan suaminya dalam bahaya? Emely berdiri. Dafa ikut berdiri.
"Kau mau kemana kakak ipar?" tanya Dafa.
"Jika yang dikatakan Lelyta dalam Vidio ini adalah Tuan Wilson, artinya semua ada sangkut pautnya dengan Raymon. Aku tidak bisa diam, Tuan Wilson dan Raymon sangat keterlaluan," ucap Emely.
"Dari informasi yang aku dapat, Raymon tidak ada sangkut pautnya Em," ucap Dafa.
Deg
Emely memejamkan matanya, jika kenyataan seperti itu wajar saja Raymon saat itu marah, karna dia telah dihianati. Entahlah, yang jelas saat ini dia ingin bertemu dengan Dani.
"Tapi, aku yakin dia tau dimana ayahnya menyembunyikan Lelyta dan Mas Dani. Kalau kau ingin duduk dan makan, silahkan. Jangan mengganggu langkahku," ucap Emely kemudian melangkah pergi.
__ADS_1
"****," umpat Dafa yang kemudian menyusul langkah Emely.
...****************...