Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Bukan urusanmu


__ADS_3

Dani hanya terdiam mendapat pertanyaan yang di tanyakan oleh Emely.


"Kau mencintainya?" tanya Emely lagi. Dani yang semula menunduk kini menatap wajah Emely dengan intens.


Dimasukan ke dua tangannya di saku celana. Bibirnya tersenyum sinis. Emely yang merasa risih mundur beberapa langkah.


"Apa kau sekepo itu padaku? Bukankah ini tidak menjadi urusanmu?" ucap Dani lirih tepat di dekat telinga Emely, membuat Emely memejamkan mata dan menghela napas panjang.


Hembusan napas Dani terasa sangat dekat sehingga membuatnya merinding. Yang pasti jika dalam posisi seperti ini dia mengingat perbuatan Dani. Semakin dirinya membenci lelaki itu yang ternyata malah menyukai Sifa. Cemburu? Tidak, dia berharap Sifa mendapatkan lelaki yang lebih baik dari Ardani.


Emely mundur beberapa langkah lagi, Dani yang semula menunduk berdiri dengan tegak. Keduanya saling berpandangan, beradu tatapan tajam.


"Maaf Tuan Dani, aku tidak sekepo yang kau pikirkan. Hanya saja aku tak habis pikir, sepertinya kau itu benar benar buaya. Hampir menikah dengan orang lain, dekat dengan orang di apartemen, dan sekarang aku melihatmu suka pada orang yang berbeda dari mereka juga. Kau itu manusia macam apa?" sinis Emely.


Dani menautkan alisnya, Dia hampir menikah karna dia dijodohkan. Dipaksa dan akhirnya dia menghindar. Gadis diapartemen? Dani berpikir sejenak.


"Ganesa? Jadi Emely pikir Ganesa wanitaku?" lirih Dani sambil menatap Emely yang tampak muak dengannya.


"Sifa? Bahkan dia tau aku menyukainya, apa dia mencoba menjadi peramal? Menebak sesuatu dan memang tepat sekali," batin Dani. Netranya masih mengawasi mimik wajah cantik yang berangsur membaik itu.


"Aku bilang itu semua bukan urusanmu," ucap Dani. Dia mencoba untuk melangkah dan Emely terus berusaha untuk menghalanginya.


"Bukan urusanku? Kau melibatkan aku dalam kegagalan pernikahanmu itu. Membuat keluargamu menyalahkanku, merenggut kesucianku dan sekarang kita disini seolah membenarkan apa yang mereka tuduhkan. Lantas, kau hanya diam tak berbuat apapun! Apa menikmati semua ini? Apa kau yang merencanakan semua ini? Dendam apa sehingga kau begitu tega melakukan semua ini?" sentak Emely dengan emosi.

__ADS_1


Dani tampak terdiam, kenapa tidak terpikirkan di otaknya saat ini, tentang itu? Emely benar benar masuk dalam kehidupannya. Lalu bagaimana kedepannya? ****, Dani menggeleng pelan. Walau dia menyadari itu semua, sepertinya kegoissanya tetap bermain sehingga membuat dia membantah ucapan Emely.


"Apa maksudmu? Kau sendiri yang datang disaat acara kacau, kau sendiri yang melibatkan dirimu. Kenapa menyalahkan aku? Seharusnya kau berpikir sendiri cara keluar dari masalah yang kau buat. Lagi pula catering apa yang kau maksudpun aku tak tau!" ucap Dani.


Dani memutar langkah dan mencoba untuk pergi. Akan tetapi Emely sepertinya tak puas dengan jawaban Dani yang menurutnya sangat menjengkelkan. Emely kembali menahan tangan Dani sehingga Dani menghentikan langkahnya. Ingin menepis, tapi Emely masih tampak lemah. Dia tak setega itu untuk membuat Emely lebih sakit lagi.


"Lalu apa maumu? Jangan menyita waktuku hanya untuk meladenimu. Bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku akan membuktikan semuanya Emely? Beri aku waktu untuk menunjukan padamu. Aku janji, aku akan membebaskanmu dari masalah ini nantinya," ketus Dani.


Emely memejamkan matanya, mengingat solusi yang diberikan Dani membuat Emely menggeleng. Oprasi ? Postpil? Sebetulnya itu semua memang benar, tapi baginya Dani begitu menggampangkan masalah dan tak memperdulikan kehancuran hatinya.


"Aku tidak butuh bantuanmu untuk itu Tuan Ardani. Aku tidak butuh uangmu, aku bisa mengurus diriku sendiri. Yang aku butuhkan adalah solusi agar keluar dari masalah ini. Kita bisa saja kabur dari sini, bahkan kita juga bisa melanggar aturan mereka. Tidak harus menunggu nikah sah agama dan hukum bukan? Aku harap ada kejelasan tentang ini, kau juga bisa melayangkan talak sekarang juga. Selesai sudah urusan kita," ucap Emely panjang lebar.


Deg


"Kau pikir semudah itu?" sentak Dani. Emely tersenyum kecut.


"Aku hanya ingin bebas Dani, kau juga akan bebas melakukan apapun sesukamu nantinya. Kau mengenal Sifa, dan aku pun iya. Bukankah kau mencintainya? Kau tau juga aku mencintai orang lain. Jadi tolong, hilangkan status pernikahan yang hanya akan membebani hidup kita ini. Jangan jadikan aku alasan agar kau tetap bisa berdekatan dengan Sifa disini,!" tegas Emely kemudian melangkah pergi.


Kali ini Dani mengepalkan tanganya, keberanian Emely menantang dirinya membuatnya murka. Dikejarnya langkah Emely sehingga Emely tak bisa melanjutkan langkahnya.


Dani melirik ke arah Emely, menatap ke arah Emely yang memperlihatkan wajah cantiknya. Bukan membalas ucapan Emely, Dani justru mengarahkan tangannya ke arah dagu Emely, mendongakkan dagu lancip itu. Mengamati bibir ranum merah muda yang begitu menguji nyalinya. Dani mendekatkan wajahnya, semakin dekat, dan semakin dekat, membuat debarang jantung Emely seakan maraton.


Emely melangkah mundur, terus mundur hingga keduanya masuk ke dalam ruang kamar. Emely yang semakin gugup seakan merasakan jantungnya hendak keluar saat dirinya kini sudah mentok di tembok, sedangkan Dani malah mengunci dirinya dengan ke dua tangannya.

__ADS_1


Emely berdiri, namun badannya terasa lemah tak kuat untuk berdiri, berdekatan dengan Dani seperti ini membuat Syarafya seakan tak berfungsi dengan sempurna karna takut. Emely memejamkan matanya. Saat itu tangan kokoh Dani meraihnya, sehingga keduanya tampak dekat dan merapat.


Mereka sangat dekat, bahkan hembusan napas Dani menampar wajah Emely.


"Tolong, tolong lepaskan aku," ucap Emely lirih. Emely takut Dani melakukan hal nekat lagi untuk yang kedua kalinya.


Namun, ucapan Emely malah menerbitkan senyum seorang Dani yang merasa bahagia melihat keadaan Emely.


"Kau takut?" tanyanya sambil tersenyum. Bahkan sebenarnya entah mengapa jantung Dani sama berdetak hebatnya dengan jantung Emely. Emely seakan mengenali situasi, dia tau Dani mencoba mempermainkan hatinya.


"Takut? Aku tidak selemah itu," jawab Emely kemudian mendorong tubuh Dani menjauh darinya. Dani mengepalkan tangannya dan mundur beberapa langkah. Bahkan ucapan Emely mampu mengoyak hatinya. Seakan tak terima, Dani menarik tangan Emely. Membuat wanita cantik itu terkejut dan terpelanting di rengkuhan Dani.


Emely terkejut dan menutup matanya, sesaat Emely membuka mata dan berpandangan dengan mata Dani yang saat itu mengangkatnya ala bridal stile.


"Kita buat kesepakatan Em," ucap Dani dengan tenang.


"Kesepakatan apa?" tanya Emely. Dani menurunkan tubuh Emely, Emely menatap wajah Dani yang tampak tampan itu.


"Kesepakatan yang menguntungkan kita berdua tentunya," ucap Dani. Emely menautkan alisnya.


"Apa itu?" tanya Emely.


"Bukankah kau masih mengharapkan Raymon? Aku akan membantumu menyakinkan dia untuk kembali padamu, sebagai gantinya kau harus juga membantuku mendekati Sifa. Apa kau setuju?"

__ADS_1


🎀🎀🎀🎀


__ADS_2