
Dani memejamkan matanya. Apa tadi? Dani tersenyum mencoba mengingat perkataan Emely yang masih jelas mengiang di telinganya.
"Mas, coba tenangkan hatimu. Kau tau mas, sesungguhnya rumah yang selalu ku angankan hanya di pelukanmu, damai yang ku inginkan hanya ada dipelukanmu, dan tempat terindah yang nyaman hanya dipelukanmu. Sesungguhnya, engkaulah rindu yang selalu hujan di hatiku, dan tak ada orang lain yang mampu untuk menggantikannya," ucap Emely sambil berjinjit dan mengecup pelan pipinya tadi.
Sungguh, kecupan hangat itu mampu mendebarkan hatinya. Tapi sayang, egonya masih terlalu tinggi untuk sekedar mengalah pada wanita yang sejak tadi menguji kesabarannya itu.
"Yang," Dani tampak tersenyum sinis. Sebenarnya dia tidak bisa marah lama lama dengan wanita cantik di depannya. Tapi, ada hal yang ingin dia ketahui dari Emely.
"Hem," Emely menjawab.
"Sebegitu berharga lelaki itu?" tanya Dani. Emely menghela napas panjang. Kenapa masih saja dengan pembahasan yang sama.
"Mas, aku minta maaf. Untuk memecat Felik saat ini tidak tepat. Egomu yang salah Mas, aku hanya ingin kamu profesional. Felik tidak salah apapun, masalah ini bisa kita bicarakan baik baik," ucap Emely lagi.
Dani seakan tak mau mendengar dan malah melangkahkan kakinya untuk menghindar. Emely memejamkan matanya dan mengikuti langkah Dani yang melompat ke arah kebun teh.
"Mas," teriak Emely dan tak dihiraukan oleh Dani.
"Aku lompat juga kalau kamu tetap melangkah," ucap Emely dengan tegas.
Dani terkesiap kaget dan menatap Emely yang bersiap untuk mengikuti jejaknya. Aish, Dani menghentikan aksinya saat melihat wajah Emely yang kembali pucat. Dani kembali ke atas. Emely, wanita itu selalu bisa mengendalikan dirinya.
Kini Dani kembali naik dan berpegangan pada pohon kemudian menyambar tubuh mungil istrinya kembali ke tempat asal mereka tadi berdiri.
Dani menurunkan tubuh Emely dan menatap lekat wajah cantik yang kini tampak khawatir itu.
"Jangan mencoba untuk mengancamku. Kau tau, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu padamu," ucap Dani dengan tegas.
Cinta? Ya, cinta Emely membuat dirinya tak berdaya. Bahkan, dia benar-benar tak rela jika melihat makhluk cantik itu terluka sedikit saja.
Emely merasa tersentuh, benarkah lelaki di depannya ini adalah Ardani Rahardian Wijaya suaminya? Seorang yang dulu mencintai orang lain? Dan terpaksa menikah dengannya?
Emely melangkah maju, berhambur ke dalam pelukan Dani yang kini berdiri di depannya. Dani memejamkan matanya. Sentuhan Emely membuat segala kegundahan, keresahan dan emosi hilang musnah entah kemana.
"Aku minta maaf, okey aku akan memecat Felik jika itu membuatmu tenang dan bahagia," ucap Emely dengan kelapangan hati.
Dani menghela napas panjang, sebenarnya dia tau jika memecat Felik karna kasus ini malah tampak ketidak profesionalan dirinya. Akan tetapi dia hanya ingin tau, seberapa kuat cinta Emely padanya. Nyatanya saat ini dia yakin dan telah menemukan jawaban yang dicarinya, jika memang di dalam hati Emely hanya ada dirinya.
Dani terkekeh pelan, membuat Emely kini menautkan alisnya.
"Aku hanya bercanda, biarkan Felik tetap kerja padamu. Menjaga kamu dari bahaya. Aku akan membicarakan padanya tentang hubungan kita." ucao Dani. Emely tampak sebal, bercanda? Apa seperti itu caranya bercanda?
"Aku sadar, hubungan kita masih belum jelas di mata publik. Jadi aku maafkan sahabatmu itu, nanti setelah aku mengumumkan pernikahan kita, jangan harap aku akan memaafkan jika sahabatmu itu melakukan hal yang sama."
__ADS_1
Dani melepas pelukan Emely dan menatap istrinya itu penuh cinta. Emely menghela napas panjang, mencoba menekan emosinya. Emely tersenyum bahagia. Jadi Dani berniat mengumumkan pernikahannya? Mengakui dirinya? Sangat membahagiakan.
"Kamu berencana mengumumkan pernikahan kita?" tanya Emely.
"Sepertinya itu jauh lebih baik, lagi pula orang tua kita tampaknya sudah saling mengenal. Kenapa kamu diam saja jika mengetahui semuanya?" tanya Dani.
Emely terkekeh pelan, bagaimana bisa Dani menuduhnya? Bahkan dia sendiri baru tau kemaren.
"Aku juga tidak tau mas, bagaimana bisa mereka sudah saling mengenal?" tanya Emely balik.
Emely dan Dani sama sama menautkan alisnya. Jadi Emely tidak mengenal mamanya? Lalu, apa Vidio kemarin yang dikirim oleh Rudi adalah rekayasa? Dani mengambil ponselnya dan memperlihatkan Vidio pada Emely.
Emely membelalakkan matanya, jadi apa dia dibuntuti? Apa seposesif ini suaminya?
Emely bukan menanggapi vidio itu malah kini menatap Dani dengan tajam.
"Jadi Rudi masih membuntuti aku selama ini?" tanya Emely. Dani tersenyum singkat.
"Itu karna aku ingin setiap saat tau keadaanmu," ucap Dani.
Emely tampak memalingkan wajahnya, wajahnya merona merah. Beginikah kenyataannya? Andai dia tau suaminya semanis ini, pasti tidak akan dia menyebalkan seperti awal bertemu.
"Sebaiknya kita pulang, tadi kau bilang belum kenal Mama dan papaku? Aku akan membawamu pada mereka," ucap Dani kemudian melangkah pergi.
Emely tampak memejamkan matanya. Apa tadi? Membawanya bertemu keluarganya? Emely tampak memejamkan matanya. Mencoba menelan salivanya yang terasa tercekat di tenggorokan.
"Kenapa lama sekali? Apa kamu mau disitu terus?" ketus Dani setelah membayar es degan. Emely memejamkan matanya. Aish, tadi manis, sekarang ketus, nanti menyebalkan. Lalu apalagi? Emely menghela napas panjang.
"Ayo, pulang sekarang juga," ucap Dani lagi sebelum Emely menjawab pertanyaannya.
Emely melangkahkan kakinya, menuju ke arah pintu mobil yang sudah dibuka oleh Dani. Emely masuk dan duduk, Dani menutup pintu dan berlari kecil ke arah kemudi. Dia segera menancap gas mobilnya. Tak ada percakapan diantara keduanya, mereka fokus dengan pikiran masing masing.
Emely menghela napas panjang dia harus bertemu mertua? Ingin bertanya, tapi dia tak mau mengganggu Dani yang sejak tadi diam entah kenapa.
Hingga pada akhirnya, Emely merasa ada yang tidak beres dengan Dani yang terus menambah kecepatan. Yang benar saja, Dani menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Yang, pakai sealbeltmu, kita dalam bahaya," ucap Dani sambil melirik kaca spion dengan tatapan waspada.
Emely mengeratkan sealbet, hatinya ketar ketir. Saat ini netranya menatap dengan jelas, dua mobil di belakang sana yang mencoba untuk mengejar.
"Mas, siapa mereka?!" tanya Emely tampak hawatir.
"Tenangkan dirimu Em, yakinlah kita akan baik baik saja," ucap Dani.
__ADS_1
Emely memejamkan matanya, perutnya terasa diaduk aduk ingin muntah. Tapi dia berusaha untuk menahan.
Dani memasang alat ditelinganya mencoba membuat panggilan pada Rudi.
"Aku butuh bantuan, aku dikejar orang. Kau urus mereka. Aku akan menggiring mereka keempat dimana kalian berada," ucap Dani.
"Baik bos," jawab orang disebrang.
Dani mengarahkan mobilnya ke arah dimana Rudi berada. Saat sudah melewati mobil Rudi. Kini Rudi berjalan di belakang Dani.
"****," umpat dua sopir mobil yang kini kehilangan jejak Dani karna dihalangi mobil Rudi. Jalanan memang sempit, dan tak bisa menyalip.
"Apa mobil itu anak buahnya?" tanya orang itu pada temannya.
"Entahlah, tarjet sudah hilang. Kita abaikan saja." jawabnya kemudian memutar arah mobi.
Rudi menghela napas panjang.
......................
Dani yang merasa aman memotong jalan ke kiri kemudian mencari jalan ke arah rumahnya. Emely semakin tak kuat menahan gejolak di perutnya, hingga kini keduanya sampai di mansion mewah di sebrang jalan.
"Mas, aku mau langsung ke toilet ya," ucapnya.
Dani yang melihat Emely tampak pucat mengangguk dan segera membuka pintu mobilnya.
Mama Nina yang kini duduk merangkai bunga menatap ke arah mobil Dani. Melihat Dani berlari membuka pintu sebelah, membuat mama Nina yakin jika Emely datang bersama putranya juga.
Mama Nina yang sudah tau jika Emely menantunya itu adalah putri sahabatnya kini mencoba untuk ramah, walau canggung dia akan mencoba akrab.
Mama Nina kini menghampiri Emely yang berdiri di samping Dani, mereka saling berpandangan.
"Selamat siang Nak," sambut mama Nina dengan senyumannya.
Hoekkk
Senyum mama Nina yang tadi merekah kini hilanglah sudah, saat menyadari Emely muntah dan mengenai bajunya.
Emely memejamkan matanya. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Apa yang akan terjadi? Apa dia akan dimaki? Dani tampak syok dan menatap kedua wanita itu bergantian. Apa yang akan terjadi?
😂😂😂😂😂
Like komen hadiah yuk.. wkwkwk
__ADS_1