Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Cintai aku, lupakan Dia!


__ADS_3

Dani dan Emely saling menatap dengan tajam, mereka berdiri mengantar kepergian orang tua mereka di depan rumah. Kedua mobil mewah itu tampak melaju dengan tenang.


Emely dan Dani yang semula menatap ke arah mobil, kini melangkah bersamaan. Dani berhenti, Emely juga sama. Emely maju, Dani juga iya. Emely yang geram kini menatap suaminya itu dengan jengkel.


"Maaf Tuan Ardani, bisa minggir?" tanya Emely dengan sorot mata yang tajam.


"Apa tidak salah, kau minggirlah! Aku mau masuk," jawab Dani dengan dingin.


"Seharusnya kau mengalah. Apa tidak bisa sedikit saja mengerti perasaan orang lain? Kau itu menyusahkan hidupku!" sentaknya.


Dani yang merasa terusik mengepalkan tangannya rasanya sebal sekali harus menjabat sebagai suami wanita yang tak pernah dikenalnya itu.


"Kau pikir aku tidak susah? Jangan besar kepala Nona," sentaknya.


"Dasar manusia laknat tak punya hati, jahat dan sangat kejam. Aku tidak percaya ada manusia sepertimu, aku yakin kau bahagia diatas penderitaanku. Aku tau, kau sengajakan membuat semua ini terjadi, iya kan?" sentak Emely.


Dani mengepalkan tangannya, dia memang ingin membuat wanita di depannya jera. Tapi sebenarnya bukan seperti ini yang diinginkannya.


"Apa untungnya? Kau pikir kau manusia sempurna, cantik dunia akhirat begitu? Kau itu hanya butiran debu yang akan hilang di terpa angin," ucap Dani dengan sinis.

__ADS_1


Emely menggelengkan kepalanya, kenapa dia harus berhadapan dengan manusia menjengkelkan seperti Dani?


"Apa kau rabun? Apa tidak bisa melihat kecantikan Emely Pradikta? Wanita yang kamu hancurkan kebahagiaannya? Wanita yang kau hancurkan rencana pernikahannya?" sinisnya sambil melepaskan pasmina yang melekat di kepalanya. Emely menatap Dani dan maju mendekat ke arah Dani.


Dani mundur beberapa langkah, jantungnya berdetak lebih cepat. Apa yang dia rasakan? Sepertinya dia terpesona dengan kecantikan seorang Emely yang kini begitu mengejutkan matanya. Dani terus mundur, Emely terus maju. Apa kali ini seorang wanita yang akan memperk*s* laki-laki?😀.


Dani berhenti berjalan sehingga Emely terkejut dan menabrak dada bidang Dani. Tadinya dia mau tampil berani dan menakuti Dani, akan tetapi kini Dani malah meraih pingganngnya dan mendongakkan wajah Emely ke atas.


Keduanya saling berpandangan Dani menatap Emely dengan intens. Dipandangnya setiap inci wajah Emely yang sangat ayu, tetapi dia enggan mengakuinya itu.


"Siapa laki laki yang mengatakan kau cantik?" tanya Dani.


"No, tidak perlu. Hanya saja sepertinya Dia jauh lebih rabun dariku," lirih Dani tepat di telinga Emely. Emely membelalakan matanya, rasa benci menggelayut di hatinya. Kenapa lelaki itu tak merasa berdosa sedikitpun?


"Kau," ucap Emely mencoba melepas tangan Dani yang membelenggu dirinya. Tapi, Dani justru melingkarkan tangannya lebih erat, membuat wanita cantik itu semakin kesal.


"Bukankah benar ucapanku?" ucapnya sambil tersenyum dan menatap ke arah Emely.


"Kuharap kau tidak akan pernah menjilat ludahmu sendiri, Tuan Ardani," ucap Emely dan mampu membuat Dani teetawa.

__ADS_1


"Apa maksudmu Nona?Apa kau berharap aku bicara padamu begini," Dani melepaskan cengkraman tangannya dan berdiri tegak di depan Emely. Dia akan mempraktekan sebuah drama.


Dani mengulurkan tangannya dan mengusap wajah mulus Emely.


"Dear, aku sangat mencintaimu. Tolong Dear, Cintai aku, lupakan dia," ucap Dani terdengar sangat romantis.


Deg


Jantung Emely berdetak tak beraturan, ucapan suaminya itu mengusik hatinya. Bahkan Dani juga merasakan hal yang sama. Tapi, segera ia mendorong tubuh Emely untuk menjauh darinya.


"Jangan Mimpi, Nona Emely. Jika saat ini kau merasa menderita, maka kau boleh melakukan apapun nanti. Kau boleh melupakan ini semua dan mencintai dia, aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini juga, sama sepeetimu. Kau merencanakan peenikahan dengan lelaki lain bukan? Aku juga punya sejuta rencana indah untuk bahagia dengan wanita impianku kelak. Dan pastinya bukan dirimu," ucap Dani kemudian melenggang pergi.


Deg, jantung Emely seperti dihantam batu besar, air matanya mengalir deras, kenapa dia merasakan sesak? Kenapa dia sedih? Kenapa dia menangis? Apa yang dia tangisi?


Emely mengepalkan tangannya.


"Kalau suatu saat Raymon tidak mau percaya padaku, dan kau bahagia dengan pasanganmu. Jangan harap kau akan bahagia selalu, aku akan menjadi perusak hubunganmu. Sama seperti yang kau lakukan saat ini," lirih Emely.


😂😂😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2