Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Bukan Emely yang Dulu.


__ADS_3

Dani melangkahkan kaki menuju ke arah dapur, memasak air untuk mengkompres Emely. Dituangkanya air panas ke dalam baskom kecil, sungguh ini adalah pertama kalinya dia perhatian pada seseorang yang tidak dikenalnya. Tidak dikenal? Bahkan dia sudah mengambil mahkotanya.


Dani mengusap kasar wajahnya, memikirkan Emely yang masih suci membuatnya merasa bersalah. Selain membawa air untuk mengompres, Dani juga membuatkan teh hangat untuk Emely.


Dani membawa nampan ke arah kamar, dibukanya pintu kamar. Terlihat Emely masih di posisi yang sama, Dani menghela napas panjang. Netranya melirik ke arah baju yang tadi dipakai oleh Emely yang masih tengorok di lantai. Diambilnya baju itu dan berjalan ke arah Emely.


Emely tampak menggigil kedinginan, segera Dani meletakan nampan di meja dan duduk di pinggiran ranjang. Diambilnya kain kecil yang kini berada di baskom kecil, diletakan di dahi Emely yang sangat panas.


Emely membuka matanya, keduanya saling berpandangan. Emely terkejut dan mencoba untuk bangun, Dani menahan Emely dan membuat Emely memberontak.


"Pergi! Jangan sakiti aku lagi," lirihnya, suaranya terdengar parau karena tangisan.


Deg, jantung Dani seperti ditekan dengan kuat, dia seperti penjahat yang sangat keji. Ditatapnya wajah pucat Emely yang kini berhasil duduk, tubuhnya masih berbalut selimut.


"Aku hanya ingin membantumu! Pakai bajumu lagi, tak ada baju ganti. Besok aku akan membelinya untukmu," ucap Dani sedikit ketus.

__ADS_1


Emely terdiam, diliriknya baju berwarna merah marun itu. Segera Emely mengambil baju itu.


"Apa kau berniat melihat aku ganti baju? Pergilah!" ucap Emely sedikit ketus. Dani menghela napas panjang kemudian berdiri, menatap Emely dengan kesal. Kenapa wanita itu masih saja menjengkelkan disaat seperti ini?


"Apa kau lupa? Aku memang sudah melihatnya, Nona Emely? Aku mau tidur, ganti saja di kamar mandi," ucap Dani sambil berjalan ke arah ranjang samping Emely, membaringkan tubuhnya di ranjang.


Emely memejamkan matanya, dia sangat geram mendengar ucapan Dani dan melihat kelakuan menyebalkan itu. Sudah melihat dan dia pikir Emely tidak malu? Bagaimana bisa? Walau bagaimanapun, Emely tidak menginginkan kejadian ini terjadi, suatu kesalahan jika Dani berpikir bahwa Emely tidak malu. Bahkan, dirinya sangat membenci manusia di depannya yang tidak konsisten dengan ucapannya itu.


"Pergilah!" ucap Emely lagi.


Tak ada respon dari Dani, Emely berniat untuk turun. Emely menurunkan kakinya dan berdiri.


"Aduh," lirih Emely sambil memejamkan matanya saat dia terhuyung ke belakang, sebuah tangan kekar seketika menahannya. Emely membuka matanya, saat ini dia berada di pangkuan Dani yang duduk di pinggiran ranjang. Keduanya saling menatap, saat ini Emely tak bisa beekata apapun. Begitu juga dengan Dani. Emely menatap wajah tampan yang begitu dekat dengannya itu.


Menyadari dirinya berada di pangkuan Dani, Emely mencoba untuk kembali berdiri, akan tetapi area sensitifnya sangat perih dan terasa sakit.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara, Dani membawa tubuh Emely ke arah kamar mandi. Emely memejamkan matanya, dia tak sanggup memberontak. Sepertinya Tuan tampan yang kini menggendongnya mempunyai dua kepribadian. Terkadang menjengkelkan dan terkadang sangat lembut dan perhatian. Raymon? Bahkan dia tak seperhatian ini padanya.


Dani menurunkan Emely tepat di dalam kamar mandi, dia berdiri berhadapan dengan Emely. Dilihatnya Emely yang kini juga memandangnya.


"Gantilah, apa perlu aku membantumu juga?" tanya Dani. Seketika Emely tersenyum, wajahnya memerah. Ditatapnya Dani yang saat ini sangat tenang dan tampan.


"Aku bisa sendiri, keluarlah!" ucapnya. Dani mengangguk dan keluar dari kamar mandi. Emely tersenyum? Sungguh, Emely sangat cantik saat menampakan senyumannya. Dani menggelengkan kepalanya.


"Emely ada yang punya," lirihnya kemudian melangkah ke ranjang lagi.


Emely yang berada di dalam kamar mandi mengguyur tubuhnya dengan air, air mata mengalir bersamaan dengan mengalirnya air di tubuhnya. Bagaimana kehidupanya setelah ini? Apa yang akan terjadi? Masihkah Raymon menerimanya? Rasa sesak menghujam hatinya.


"Raymon, aku bukan Emely yang dulu," lirihnya di sela isakan tangisnya.


😘😘😘😘

__ADS_1


Like, komen, hadiahnya jangan lupa...wkwkwkk


__ADS_2