
"Jangan ganggu mereka," ucap Mama Elyna lagi saat Papa Pradikta masih saja mengeyel.
"Oke, sebaiknya kita tidur. Sudah malam," ucapnya sambil menatap ke arah Mama Elina. Papa Pradikta memejamkan matanya, mereka suami istri. Tak baik mengurusi sampai sedetail ini.
Yang ingin dia pastikan adalah kesungguhan Dani, pada Emely. Saat ini, walau Dani belum menyatakan perasaanya, setidaknya dia bisa melihat cinta dimata Dani untuk putrinya.
Di dalam kamar, Emely masih saja memandang wajah Dani dengan tenang. Masih juga tangannya mengusap wajah Dani dengan lembut.
Cinta, aku tak pernah tau bagaimana caramu untuk berlabuh.
Cinta, jika kau itu tercipta diantara aku dan dia, maka persatukan kami dengan cara yang indah dan istimewa.
Cinta, jika dia hanya kekecewaan, maka pisahkanlah kami dengan baik.
Aku hanya berpasrah pada Mu Sang Maha pencipta.
Emely menyandarkan dirinya di sofa, usapan tangannya di pipi Dani perlahan terlepas, kantuk menyerang dirinya. Dani membuka matanya. Menatap wajah ayu yang saat ini telah memejamkan matanya.
Dani duduk, senyum indah terukir dalam bibirnya. Sebenarnya dia tak selelap yang Emely bayangkan. Bahkan, dia mendengar bait indah yang diucapkan Emely dengan lirih.
Dani mengusap pelan wajah cantik Emely dengan jari jarinya, kemudian dia mengangkat tubuh mungil Emely yang tengah terlelap.
Dani meletakan tubuh mungil itu dan melepaskan pasmina yang menempel di kepala Emely. Dani berbaring, melingkarkan tangan kokohnya di pinggang Emely dengan posesif.
Emely yang terlelap itu merubah posisi tidurnya, Emely menghadap ke arah Dani. Tangannya melingkar di pinggang Dani. Dani yang masih saja terjaga kini bisa menatap wajah polos Emely yang tampak mempesona, semakin imut dan menggiurkan baginya.
Dani mengarahkan tangannya ke arah dagu Emely, mengusap dengan lembut pipi Emely lama, hingga sesuatu hasrat kini menghampiri dirinya.
Dani mendongakkan dagu lancip itu, mengamati bibir ranum merah merona yang begitu menguji nyalinya. Dani mendekatkan wajahnya, semakin dekat, dan semakin dekat.
__ADS_1
"Ray bahagialah kamu, walau aku merelakanmu pergi sejujurnya aku masih sangat mencintaimu," gumam Emely dalam tidurnya.
Dani menghentikan aksinya, Jantungnya berdetak lebih cepat, bahkan rasa kecewa bergelayut di hatinya ketika mendengar ucapan cinta Emely pada Raymon. Dani memejamkan matanya, merasakan desiran sakit yang hadir dalam jiwanya.
"Perasaan apa ini? Kenapa aku merasa sakit? Kenapa aku merasa geram, kenapa aku tak terima?" batin Dani. Dani mengepalkan tangannya. Menggenggam tangan Emely dan mencoba mencari ketenangan.
Dani lagi-lagi Dani mendapatkan ketenangan itu. Dani memejamkan matanya. Selama ini dia menyimpan dendam pada manusia yang menabrak Micel ini. Lalu, saat ini, setelah Micel membaik apa pantas dia masih membenci wanita ini? Bahkan, polisi juga mengatakan murni kecelakaan. Kenapa dulu dia emosi seperti itu? Kenapa dia tega membawa Emely ke rumah itu?
Perasaan campur aduk menekan hatinya, cinta? Bukankah dia sangat mencintai Sifa? Lalu, bagaimana bisa cinta juga hadir untuk Emely? Dani mengepalkan tangan Kirinya.
Cinta, kenapa kata itu tak pernah berpihak padanya? Kenapa sedari dulu dia harus kehilangan wanita yang membuatnya nyaman? Kenapa dari dulu harus terhiananti?Dani menatap wajah Emely, membayangkan rasa sakit jika nanti kehilangan rasa nyaman jika Emely menjauh darinya.
Dani memejamkan matanya, menikmati setiap rasa yang beegulat dalam batinya. Bayangan papa Pradikta yang seolah tak mau dia berada di samping putrinya kini muncul dalam benaknya. Sangat menjengkelkan.
Dani menatap wajah cantik Emely, ada sebuah rasa bahagia menyelinap dihatinya saat menatap wajah cantik wanita di sampingnya itu.
"Kalaupun saat ini aku belum yakin bagaimana perasaanku, tapi aku mendapatkan kenyamanan di dekatmu. Jika cintamu masih untuk Raymon, aku akan merebutnya Em. Cintai aku, lupakan dia! Akupun akan melakukan hal yang sama, aku akan berusaha untuk mencintaimu dan melupakannya," lirih Dani.
"Aku tak akan pernah melepaskan kenyamanan ini. Kau wanitaku, kau istriku, jangan harap kau bisa lepas dari ikatan suci yang pernah aku ucapkan di depan pak Kiai," ucap Dani penuh ambisi.
Dani melepaskan dagu Emely, Emely kembali bergerak melingkarkan tangannya ke leher Dani, menyusupkan wajahnya di dada bidang Dani. Dani merasakan detak jantung yang tak beraturan, perasaan nyaman dan tenang di rasakannya, emosi dan ambisi yang membuncah sirnalah sudah. Dani mengeratkan pelukannya, memejamkan matanya dan berlayar ke angkasa.
****
Raymon hanya bisa memandang mansion mewah tanpa bisa memandang wajah Emely. Ya, papa dan mamanya di jemput orangnya. Dia kini berada di luar mansion, mengawasi gerak keluarga Pradikta. Kini pandangan mata Raymon tertuju pada foto Ardani di ponselnya. Foto yang dia ambil tadi.
Kau Habisi lelaki ini, jangan lepaskan dia. tulisnya di bawah foto, di sebuah pesan Wa yang dikirimkan kepada orang suruhannya.
Tak berapa lama kemudian, satu balasan pesan dia terima. Senyum sinis terukir di bibirnya.
__ADS_1
Raymon tersenyum licik, Ardani harus lenyap. Dia harus tersingkir dari hidup Emely. Pikirnya.
"Lelaki tak berguna sepertimu harus menyingkir, kau hanya semut kecil yang menghalangi langkahku mendapatkan apa yang aku mau," ucapnya dengan ambisi.
Raymon masuk ke mobilnya. Netranya menangkap seorang wanita yang berjalan di pinggir jalan sambil memegangi kakinya.
Raymon mengerutkan Keningnya dan melihat jam tangan yang melingkar di tangannya. Dilihatnya wanita yang tampak kelelahan di sebrang jalan.
Raymon memundurkan mobilnya, menghentikan tepat di samping wanita yang kini tengah berdiri tegak.
"Hai kau, sedang apa malam malam berdiri di situ? Naiklah, aku akan mengantarmu," ucapnya dengan tenang.
Sinta, ya wanita itu adalah sinta. Ditanya kenapa berdiri di pinggiran jalan sampai malam seperti ini? Rasa kesal menggelayut di otaknya saat mengingat bagaimana dia kehilangan jejak mobil Dani ditengah jalan yang tak tau entah dimana. Lalu, tak ada signal. Bahkan dia harus kehilangan tas beserta ponsel karna seorang prampok menodongnya.
Mobil? Mobil itu tiba tiba saja mogok di tengah jalan. Lengkap sudah penderitaan Sinta hari ini.
Dani, jangan harap kau bisa tersenyum diatas pendeeitaanku. Aku akan membalasmu.
Raymon yang merasa diabaikan kini keluar dari mobilnya dan menatap ke arah wanita yang tampaknya bukan wanita biasa itu.
"Hai, dimana rumahmu? Sepertinya kau harus aku antar pulang," ucap Raymon dan sukses membuat Sinta tersadar dari lamunannya.
Mereka saling berpandangan, saling beradu tatapan waspada.
"Kau supir online? Antarkan aku ke jalan melati gang 5," ucapnya. Ya, Sinta memilih pulang ke mansion keluarga Dani untuk bertemu dengan Mama Nina.
Raymon tersenyum sinis, di gang itu adalah letak mansion mansion mewah sama seperti di gang ini. Bahkan salah satu mansion yang terkenal disana adalah mansion keluarga ARW, mansion milik keluarga Hendra Wijaya, Asisten dari Raynaldi keluarga besar MRD.
Siapa wanita ini? batin Raymon.
__ADS_1
🎀🎀🎀🎀🎀🎀