Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
Ektra part


__ADS_3

"Siapa nama untuknya?" tanya Dani sambil menatap ke arah Emely. Emely tersenyum dan memandang suami tercintanya.


"Daniel Rakha Wijaya, apa boleh?" tanya Emely. Dani tampak tersenyum tipis dan memutar bola matanya ke atas, sambil mengucap nama untuk anaknya itu.


"Daniel? Dani Emely?" tanya Dani sambil tersenyum. Emely menganggukkan kepalanya.


Dani mencium puncak kepala istrinya dan mengangguk mantap.


"Baby Rakha?" ucap Dani yang kemudian diangguki oleh Emely.


Dani tersenyum kemudian menatap ke arah bayi tampan yang menggemaskan itu, mengusap lembut pipi mulus tanpa cela, hadiah dari Sang Maha Pencipta.


Tidak lama dari itu, terdengar ribut di depan pintu yang membuat baby Raka menggeliatkan kepalanya. Wajahnya tampak memerah.


Dani yang tampak sebal mengarahkan pandangannya ke arah pintu, ingin rasanya dia memaki orang diluar sana. Dengan langkah yang cepat Dani membuka pintu. Alih-alih marah, dirinya malah dikejutkan dengan pemandangan di depannya. Mama Nina, Mama Elyna, Papa pradikta, Papa Hendra, Kak Davina dan kedua putranya. Semuanya berkumpul disana.


Mereka sangat antusias dengan kelahiran cucu cucu mereka. Ya, kelahiran Baby Rakha berbarengan dengan kelahiran bayi Micela dan juga Vino.


"Papa, mama, kalian" ucap Dani yang terkejut.


Mereka menatap ke arah Dani dengan sorot mata tajam. Kini, Dani bagaikan tersangka yang sedang di sidang.


"Kenapa kau tidak mengabari kami? Kau tidak menganggap keberadaan kami? Seenaknya saja menyembunyikan kebahagiaan ini!" cerosos mereka bergantian.


Dani hanya diam, tak menanggapi ocehan orang tua beserta mertuanya yang posesif itu. Mereka masuk kedalam ruang rawat dimana Emely berada.


"Untung saja tadi mama ke sini, Vino mengabari Micel melahirkan. Dan tak sengaja mama bertanya tadi ke petugas, mereka salah memberikan informasi kamar, mama kembali lagi. Dia menjelaskan lagi kalau nomer 11 nona Micela, kalo 12 nona Emely. Mama penasaran dong, dan bertanya siapa nama suaminya," ucap mama Elyna sambil menghampiri Emely yang tengah menggendong cucu mereka.


"Kak Micel melahirkan juga?" tanya Emely.


Mama Elyna dan Mama Nina bergantian mencium puncak kepala Emely kemudian bergantian menggendong baby Raka yang tertidur pulas.


"Iya, bayinya perempuan," ucap mama Elyna.


"Alhamdulillah," sahut Emely.

__ADS_1


"Selamat sayang, lihat cucu mama tampan sekali, dia sangat mirip dengan ayahnya. Mama bahagia punya cucu lagi, cewek dan cowok sekaligus," ucap Mama Elyna sambil mengusap pelan wajah bayi mungil yang kini ada di gendongannya.


"Sayang, kenapa tidak mengabari kami?" tanya Mama Nina pada Emely.


"Rencananya kami akan mengabari setelah lahiran, tadinya mas Dani mau mengabari. Tapi Emely takut kalau nanti malah membuat banyak orang khawatir ma," ucapnya.


"Tapi kamu tidak papa?" tanya Mama Nina.


"Aku alhamdulillah baik baik saja ma dan aku sangat bahagia ma," sahut Emely sambil tersenyum.


"Siapa namanya, sayang?" tanya Mama Elyna sambil menimang cucunya.


"Baby Raka, Daniel Rakha Wijaya," ucap Emely sambil tersenyum melihat ke arah dua mamanya.


"Wah nama yang bagus sekali, mama setuju." ucap mama Nina. Berulang kali ia mencium baby Rakha yang tampak imut dan menggemaskan itu


"Uluh-uluh tampan sekali baby Raka. Oma akan memberikan kamu robot besok," ucap Mama Nina sambil terkekeh dan mengusap pipi baby Rakha yang berada di gendongan Mama Elyna. Ucapan Mama Nina membuat mereka semua terkekeh bersamaan.


"Em, Apa kamu baik-baik saja?" tanya Vino yang tiba-tiba datang dan berjalan ke arah Emely yang tersenyum melihat ke arahnya. Vino membawa putri cantiknya.


"Mana keponakanku?" tanyanya. Mama Elyna tersenyum dan berjalan ke arah Vino, memperlihatkan baby imut itu pada Vino.


"Mereka tampan dan cantik, mama bahagia punya satu pasang cucu lagi," ucap Mama Elyna.


"Siapa namanya kak?" tanya Emely.


"Rihana Adelya," ucap Vino.


"Wah, nama yang cantik. Rakha dan Rihana," sahut Emely.


"Namanya Raka?" tanya Vino dan diangguki oleh Emely.


"Bagaimana kak Micel?" tanya Emely.


"Alhamdulillah, dia juga baik baik saja. Selamat ya Em," ucap Vino.

__ADS_1


"Selamat juga buat kakak," ucapnya. Vino tersenyum dan mengangguk pelan.


"Kakak kembali ke sana, ada Marvel dan Nada juga disana," ucap Vino kemudian melenggang pergi.


"Iya kak," jawab Emely.


"Ya sudah, sebaiknya kamu istirahat. Biarkan Baby Raka Kami yang menjaga," ucap Mama Nina. Emely mengangguk. Mama Nina membawa baby Raka ke luar ruangan agar Emely bisa beristirahat.


Rombongan para lelaki yang berada di sofa mendekat ke arah Emely. Dani kini berada di dekat Emely dan merangkul pundak Emely.


"Selamat, Sayang. Akhirnya Kalian menjadi orang tua, Papa bangga dengan kalian. Papa berharap kalian bahagia selalu, " ucap Papa Pradikta sambil mengusap pelan pundak Emely. Emely tersenyum kemudian memandang kearah Papa Hendra.


"Selamat, Em. Papa sangat bahagia kamu menjadi orang tua," ucapnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa hari berlalu, di rumah besar keluarga Pradikta mengadakan pesta syukuran dan aqiqah untuk Baby Raka dan Baby Rihana. Semua anggota keluarga berkumpul disana, keluarga Pradikta, keluarga MRD, Wijaya.


Mereka berkumpul dengan keadaan yang bahagia, mereka menikmati kebersamaan dengan suka cita. Tiba saatnya pemotongan rambut Baby Raka dan baby Rihana, terdengar lantunan sholawat bergema indah mengiringi acara itu. Rasa bahagia begitu terasa.


Vino dan Micel tampak bahagia sambil menggendong baby Rihana.


Sedangkan Dani dan Emely saling menatap ke arah baby Raka yang terlelap di box bayi. Kini sepasang suami istri itu saling berhadapan.


"Aku bahagia mempunyai kalian berdua," ucap Dani sambil menarik pinggang Emely dalam dekap hangatnya. Memberikan kenyamanan dan rasa cinta yang dalam.


"Aku juga sangat bahagia. Walau bagaimana sedihnya pertemuan awal kita, nyatanya kehadiran baby Raka membuat kebahagiaan yang menghapus segala luka," ucap Emely.


Dani menarik Emely untuk menghadap ke arahnya. Mereka saling memandang.


"Aku mencintamu, saat ini, esok dan selamanya,"


TAk ada lagi keraguan, cinta itu melekat di hati keduanya. bersama, sampai maut memisahkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...End...


__ADS_2