Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Perbincangan


__ADS_3

"Lelaki? Siapa maksudmu?" tanya Emely sedikit emosi.


"Lelaki itu, lelaki brengsek yang menodaimu! Lelaki brengsek yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, lelaki yang membuatmu menghianatiku! Lelaki yang membuatmu berubah, dan kau sekarang bagai wanita bermuka dua menutupi dirimu dengan status palsu, kau berhijab hanya untuk menutupi kebusukanmu," sentak Raymon.


DEG


Emely memejamkan matanya, Dia tak pernah berniat berhianat, tak pernah berniat untuk melukai. Bahkan dia berhijab bukan seperti yang dituduhkan itu. Semua tidak terencana. Raymon yang tadinya meminta maaf kini kembali membentak bentaknya dan menyakitinya?


Lalu, jika dia meminta untuk kembali? Mau berapa kali Emely meraskan sakit? Mau berapa kali dia akan mendapatkan perlakuan yang sama? Cinta? Ataukah luka yang akan di dapatnya dengan lelaki yang kini berada di depannya?


Emely butuh waktu, tak semudah itu untuk memutuskan hal yang baginya sangat berarti. Bahkan, saat ini justru sikap Raymon sangat kelewatan. Emely menatap Raymon dengan lelehan air mata. Mungkin wajar Raymon marah, tapi baginya ucapan Raymon sangat keterlaluan. Ini bukan yang pertama kalinya.


"Dia tidak ada sangkut pautnya Ray, ini murni keputusanku," ucap Emely. Entah kenapa, Emely justru semakin muak mendengar ocehan Raymon.


"Jadi kau membelanya?" tanya Raymon lagi, Emely tersenyum sinis. Jika Raymon mau memulai semuanya dari awal, seharusnya sikap yang seperti ini tidak dia tunjukan di depan Emely.


Tapi saat ini, justru dia selalu mempermasalahkan apa yang memang sudah tidak bisa diperbaiki. Jika kehormatan yang dia tanyakan, sampai kapanpun semuanya tak akan berubah. Semua sudah terjadi dan takdir yang telah mengatur bahwa Ardanilah lelaki yang berhasil mengambil suatu yang berharga di atas status sebagai suaminya.


"Aku tidak membelanya. Kau tau Ray, aku dan dia adalah korban suatu kejahatan, korban dari orang yang belum aku ketahui motif dan maksud dari kejahatannya," ucap Emely.


Deg


Raymon tersentak kaget, jadi Lelaki itu dan Emely sadar jika mereka korban penjebakan? Lalu bagaimana jika mereka tau? Siapa lelaki itu? Orang pentingkah? Apa hanya orang biasa yang bekerja pada perusahaan besar? Bagaimana bisa dia ada di acara megah milik Delon Alinsky maheswara? Pertanyaan yang kini mengiang di pikiran Raymon.


"Seharusnya, jika kamu mencintai aku dengan tulus, kamu mau membantuku dan juga menerima aku. Mencoba memberikan suport, bukan malah menjatuhkan aku yang tengah terpuruk. Tolong tanyakan pada hatimu Ray, masih mau menerima aku, atau justru akan berkali kali menyakiti aku. Saat ini aku tidak bisa berbuat apapun Ray, karna aku sadar aku tidaklah sempurna. Jika kamu emosi seperti ini terus menerus, justru keyakinanku untuk meninggalkanmu semakin besar, bukan karna apapun, akan tetapi karna aku sadar, aku bukan wanita yang sempurna seperti yang kamu mau, aku bekas dan aku tidak akan seperti yang dulu. Maafkan aku, yang mungkin menyakiti hatimu," ucap Emely kemudian melangkahkan kaki.

__ADS_1


"Em," ucap Raymon sambil mengusap kasar wajahnya. Bagaimana bisa dia emosi seperti ini? Tujuanya kesini untuk meminta Emely kembali. Lalu, kenapa dia malah emosi? Bukankah itu bisa membahayakan rencananya?


Emely memutar langkah dan berdiri tegak menatap ke arah Raymon dengan tenang.


"Em, aku minta maaf," ucapnya lagi.


"Aku khilaf Em, itu semua karna aku sangat mencintaimu. Aku tak suka kau membelanya Em," ucap Raymon. Emely tersenyum dan menatap Raymon.


"Hem, tidak masalah Ray. Itu wajar sekali, aku tau bagaimana perasaanmu. Aku harap kamu memaafkan aku," ucap Emely mencoba untuk merendah.


"Nanti malam aku, papa dan mama akan ke rumahmu. Kita harus membahas hubungan kita kedepannya Em," ucap Raymon. Emely menatap Raymon dengan tenang. Sejujurnya saat ini perkataan Raymon sudah mempertegas hubungan yang tepat untuk kedepannya. Namun dia tau, pertemuan yang dilakukan bukan hanya tentang itu saja.


"Ya, aku tau itu. Aku berharap, semua mendapat kesepakatan yang baik. Aku juga berdoa, siapapun yang mencoba untuk menghancurka aku, atau berusaha untuk menjebakku akan mendapat hukuman yang setimpal," ucap Emely.


"Uhuk, uhuk," Raymon tampak tersedak udara sehingga membuatnya terbatuk batuk.


"Aku tidak apa apa Em," sahutnya.


Disaat yang bersamaan, Delon, Niko, Ardani dan juga beberapa pembisnis lainya keluar dari gedung pertumuan itu. Mereka melewati dua orang yang tampak mesra karna berdekatan. Berita pernikahan Emely dan Raymon di kalangan pembisnis sudah menyebar. Jadi, melihat keduanya seperti ini bukan hal yang aneh lagi.


"Ray, kenapa datang terlambat? Kau sengaja baru datang mau langsung pulang?" Goda Nico. Raymon menatap Delon dan Nico. Netranya juga menatap ke arah Dani yang diam diam menatap dengan tajam.


Sepertinya Raymon harus melakukan sesuatu, untuk menekankan bahwa Emelu adalah miliknya. Dan dia adalah salah satu lengusaha yang berkelas. Lelaki itu? Siapa Dia? Mungkin hanya staf dari Nico, atau Delon. Pikir Raymon.


"Tentu Saja Bro, aku kesini untuk menjemput belahan jiwaku. Belahan jiwa yang sangat aku sayangi," ucap Raymon sambil menarik pinggang ramping Emely mendekat ke arahnya.

__ADS_1


Emely terkejut dan kini melirik Raymon yang merengkuhnya di depan sahabat kakaknya.


"Oke, Kau hebat Ray. Bisa mengambil hati seorang Emely yang cintanya pernah berlabuh pada Marvel Raditia Dika akan tetapi tak pernah tersambut itu," canda Delon.


Emely membelalakan matanya. Kenapa Delon selalu saja menggodanya? Padahal itu dulu sekali, saat dirinya masih SMA dan itu terbilang bukan sebuah cinta.


Dani tampak terkejut, jadi istrinya pernah mengagumi mantan bosnya? Hais, Marvel sudah menikah dengan Nada, mereka sudah bahagia. Yang sekarang membuatnya gerah adalah perlakuan sok manis Raymon pada istrinya.


"Tentu, aku sangat beruntung mempunyai calon istri sehebat Emely, aku tak akan membiarkan siapapun merebutnya dariku," ucap Raymon sambil melirik ke arah Dani yang kini tampak biasa saja.


Dani hanya terdiam, tak ada kata yang mampu terucap. Tak ada gunanya meladeni lelaki itu. Dani menatap Emely yang saat ini juga sedang meliriknya.


"Maaf, Tuan Delon, Tuan Nico sepeetinya saya harus pamit," Dani menjabat tangan Delon dan Nico bergantian.


"Dan, kenapa buru-buru, masih ada yang ingin saya tanyakan padamu," ucap Delon. Dani hanya tersenyum tipis. Raymon tersenyum sinis.


Benarkan hanya orang rendahan. Bahkan, Delon mau bertanya padanya, pasti hanya staf kantornya. batin Raymon.


"Siapa namanya?" tanya Raymon pada Delon sambil menunjuk ke arah Dani.


"Kau tanyakan saja sendiri Ray, jarang jarang dia ada diantara kita karna kesibukannya," ucap Delon.


Hanya pegawai rendahan, pantas saja aku tak pernah tau dirinya. batin Raymon lagi.


"Oh, Aku rasa tidak perlu. Takutnya dia berencana mengambil apa yang sudah menjadi milikku," ucap Raymon sambil terkekeh dan mampu membuat Dani mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Aku bercanda Bro," ucap Raymon saat Nicho, Delon dan beberapa orang menatap ke arahnya.


😍😍😍😍


__ADS_2