Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Have Fun


__ADS_3

Suasana resto menjadi sepi karena semua karyawan telah pulang,kini tinggal Arief dan Mona yang berada disana.


Mona menghampiri Arief yang sedari tadi menunggunya di ruang kerja ia terlihat gugup karena Mona sampai senekat ini.


"Mon,bukankah ini berbahaya jika hanya ada kita berdua disini?"


"Mona menutup mulut Arief dengan telunjuknya dan meminta agar Arief tidak terlalu banyak tanya"


"Apa hanya aku yang merasakan kerinduan disini?"


tanya Mona


"Aku juga rindu kamu sayang,bahkan setelah kamu datang kembali kita belum sempat berduaan seperti ini"


Mona membuka jas yang sedari tadi membuat dirinya gerah sedangkan Arief juga menjadi gerah melihat pemandangan itu.



Ia menghampiri Mona dan mendudukkannya di kursi lalu ******* habis bibir mungil milik kekasihnya itu.


Mereka sudah terbakar kerinduan yang tak tertahankan hingga saat Arief mencoba untuk menyingkap sedikit rok mini itu,Mona menghalangi tangannya.


"No Rif,kita tidak boleh melakukan lebih dari ini"


ucapnya sembari menahan maksud Arief


"Kenapa sayang? bukankah itu wajar untuk sepasang kekasih seperti kita?"


"Tidak,aku tidak ingin melakukan itu tanpa hubungan yang lebih pasti aku takut Rif"


"Takut kenapa?"


"Takut kalau aku hamil dan sedangkan kita belum menikah"


"Astaga Mon,pemikiran kamu kolot sekali"


"Maksud kamu?"


"Itu tidak akan terjadi kalau aku tidak menembaknya ke dalam"


"Ha menembak?"


"Iya nembak didalam"


"Aku makin gak ngerti maksud kamu deh Rif"


"Kamu itu memang GK ngerti apa pura-pura bodoh sih Mon?"


"Aku gak paham yang kamu katakan Rif"


"Astaga se polos itukah pacarku"


goda Arief yang mencubit pipi kekasihnya itu


"Ya udah pokoknya malam ini kamu harus tidur di kamarku"


"Gila ya kamu,gimana kalau ibu sampai tahu"


"Nggak akan"


"Gimana enggak,kamar kamu sama ibu kan bersebelahan"


"Ya udah kalau gitu di kamarmu aja,kan kamarmu ada di lantai atas sedangkan ibu tidak mungkin bangunin kamu"

__ADS_1


"Terus kalau nanti ibu bangunin kamu dan tidak ada gimana?"


"Ya aku tinggal jawab aja tadi jogging sebentar"


"Astaga dasar ya kamu gak punya takut,tapi kamu harus janji kalau tidur di kamarku jangan aneh-aneh"


"Siap tuan putri"


Arief dan Mona memutuskan untuk segera kembali ke rumah,sebelum itu mereka membeli beberapa lauk untuk makan malam dirumah.


Tak lupa Arief membelikan kue Bandung kesukaan ibunya


"Tumben kamu beli itu"


"Buat ibu"


"Ibu kan GK boleh terlalu makan yang manis-manis"


"Udah GK apa-apa lagian udah lama ibu gak makan ini,biasanya kalau habis dua potong dan satu gelas teh ibu langsung ngantuk"


"Kok bisa?"


"Iya kan pasti ibu kekenyangan dan jadi ngantuk serta tidur lebih awal. Jadi kita bisa lebih awal berduaan ya"


"Ih dasar mesum"


Tepat pukul 19.00 mereka sampai dirumah dan segera membersihkan diri,Bu Siti menyiapkan makan malam.


Setelah semua selesai makan, Arief mengajak Bu Siti melihat televisi dan membawakan makanan kesukaannya.


"Bu,Mona pamit istirahat dulu ya"


"Iya nak Mona,tidur yang nyenyak ya sebentar lagi ibu juga mau tidur dan kamu Arief jangan begadang"


"Maaf ya sayang nunggunya lama,ibu baru tidur tuh"


"Kamu kenapa gak ketok pintu dulu sih?"


"Ngapain ketuk pintu lagian nanti malah ibu denger dan kebangun"


"Untung aku GK lagi ganti baju,coba kalau aku baru selesai mandi atau lagi ganti baju. Gimana dong?"


"Ya gak apa-apa tinggal aku samperin dan lihat keindahan tubuh pacarku"


"Ohh dasar mesum ya otaknya sini aku bersihin pakai sapu"



Arief memeluk tubuh Mona yang indah itu mereka saling cium dan tak menghiraukan lagi jika harus sampai kelewat batas.


Semakin malam mereka semakin menjadi tapi Arief masih belum juga menyentuh milik Mona,ia yang sedari tadi dibuat bergairah oleh lelaki bertubuh kekar itu membuat tak bisa mengontrol diri.


Mona menanggalkan kancing baju Arief satu persatu setelah itu membantunya membuka resleting celananya,saat itu juga Arief menahan tangan Mona agar berhenti.


"Mon kita janji hanya sebatas tidur bukan?"


"Tapi Rif tubuh kita mengatakan h yang berbeda"


"Jangan Mon,kita tidak boleh melakukan itu"


Perkataan Arief membuat Mona sedikit mundur dari posisinya,ia meragukan Arief yang benar-benar mencintainya.


"Apa kamu tidak mencintaiku Rif?"

__ADS_1


"Bukan masalah itu Mon,tentu saja aku mencintaimu tetapi aku masih belum ada modal jika harus menikahi mu sekarang"


"Tidak usah cemaskan itu sayang,kita bisa kok cari sama-sama"


"Nggak Mon,udah sekarang kita tidur saja ya kamu pasti capek banget"


Arief membujuk Mona agar segera tidur,ia tidak ingin membuat Mona semakin jauh melakukannya,meski Arief ingin dia memikirkan nasib Mona jika harus hidup dengan dirinya yang tidak punya apa-apa.



Keesokan harinya Arief bangun terlebih dahulu sebelum Mona,ia memandangi wajah gadis yang ada didepannya itu. Wajah Mona yang begitu cantik saat terkena sinar matahari membuat Arief semakin jatuh cinta dengannya.


Tak tersadar jam sudah menunjukkan pukul 07.00 Arief bergegas turun sebelum ibunya menyadari dia tidak ada dikamar.


Saat ia turun dari tangga Bu Siti memergokinya


"Arif ngapain kamu di atas?"


"Emb anu itu Bu"


"Itu kenapa?"


"Bangunin Mona"


"Ngapain dibangunin kan biasanya juga gak kamu bangunin,terserah nak Mona mau bangun jam berapa"


"Tapi Mona kan juga harus ke resto Bu"


"Mau ke resto atau tidak itu terserah nak Mona juga,lagian itu juga milik nak mona. Udah sana kamu buruan mandi dan cepat sarapan"


Arief berlalu dari hadapan Bu Siti,ia segera mengirimkan pesan kepada Mona agar segera bangun dan ke resto.


Sudah hampir pukul 08.00 Bu Siti dan Arief bersiap untuk berangkat ke resto,tetapi Mona juga belum keluar dari kamarnya.


"Ayo Rif kita berangkat"


ajak Bu Siti


"Tapi Bu,Mona belum bangun juga"


"Sudah biarkan mungkin nak Mona capek"


Akhirnya Arief memutuskan untuk berangkat ke resto tanpa Mona.


Sudah hampir pukul 12.00 Mona juga belum datang ke restoran,Arief benar-benar tidak bisa tenang tanpa melihat Mona berada di tempat yang sama dengannya.


Arief mencoba kembali menelfon Mona


"Hallo Rif ada apa?"


"Sayang kamu gak ke resto?"


"Maaf ya, semalem aku lupa bilang kalau hari ini aku ada urusan lain di luar"


"Kemana? Sama siapa?"


"Di pusat kota kok sebentar saja,nanti setelah semuanya selesai aku langsung ke resto ya"


"Ya sudah kamu hati-hati"


"Iya Rif"


Arief mematikan telfonnya dan merasa sedikit penasaran tentang apa yang akan dilakukan oleh kekasihnya di pusat kota.

__ADS_1


Meski tidak jauh dengan lokasi resto Arief mencoba untuk berfikir positif terhadap Mona.


__ADS_2