
Satu bulan sudah sejak persidangan itu selesai,kini kehidupan pak Sam dan keluarganya kembali seperti semula. Mona ikut sibuk membantu di resto yang sebentar lagi akan membuka cabang baru di Jakarta. Berkat kerjasama pak Sam dan temannya usaha kulinernya kini merambah hingga kemana-mana,tak heran ia di juluki sebagai chef kuliner Nusantara.
Siang itu saat resto tak begitu sesak Fikri mampir makan siang bersama kedua orangtuanya,Pak Sam dan Bu Diah menyambut kedatangan mereka dengan senang apalagi orang tua Fikri baru saja pulang dari luar negeri mengurus bisnisnya disana.
"Apa kabar mas Bayu?"
sapa Pak Sam kepada kakaknya itu
"Kabarku baik Sam,bagaimana kamu dengan keluargamu baik-baik saja bukan?"
"Alhamdulillah mas,saya sekeluarga sehat. Oh ya mbak Jeny tumben ikut?"
"Iya nih,mau ngasih oleh-oleh dari Hongkong kemarin"
ucap Mama Fikri
"Duh mbak Jeny repot-repot lho"
"Gak apa-apa Diah,lagipula ini pertama kalinya ak membelikan oleh-oleh untuk keponakanku Mona"
"Terima kasih banyak ya mbak"
"Sama-sama,oh ya dimana putrimu itu?"
"Biasa mbak,sibuk di dapur"
"Astaga,putri pemilik restoran kok di dapur. Harusnya dia di kantor dong ngurus keuangan"
"Mona susah di bilangin mbak,ya karena dia jago masak jadi lebih suka di dapur. Oh ya mbak Jeny dan mas Bayu mau makan apa?"
"Ini lho mau nyobain menu Nusantara kalian yang terbaru itu,kata Fikri enak sekali dan booming"
"Oh kalau untuk menu itu saya harap mbak dan mas sabar menunggu karena hanya Mona yang bisa memasaknya"
"Oh jadi Mona yang menciptakan menu itu?"
"Iya mbak"
"Wah pantas sekali kalau sampai menjebol pasaran,kalau gitu aku tunggu deh special menunya dan oh ya pah kamu minumnya mau apa?"
__ADS_1
"Es teh tawar aja mah seperti biasanya"
"Kalau kamu Fikri?"
"Nanti Fikri buat aja sendiri di dapur mah"
"Pasti kamu mau ketemu sama Mona ya?"
"Apaan si mah,mama ni bisa aja"
Bu Diah melambaikan tangannya pada salah satu karyawannya untuk memesan menu dan di berikan langsung pada Mona,di menu tertulis pesanan atas nama Fikri family yang membuat Mona terkejut.
Ia mengintip dari balik celah dapur untuk memastikan apakah benar itu Fikri yang ia kenal,dan benar saja setelah mengetahui bahwa sepupunya yang memesan ia langsung membuatkan menu special tersebut dan mengantarkannya sendiri ke meja mereka.
"Selama siang tuan dan nona Bayu,ini pesanan special anda"
ucap Mona yang membuat seluruh orang yang ada di meja itu tersenyum senang
"Kamu sekarang sudah jadi chef handal Mona?"
"Ah Tante bisa saja,hanya membantu ayah dan ibu kok Tan"
"Iya mbak,tentu saja Mona yang akan mewarisi seluruh resto. Siapa lagi?"
"Kalau begitu silahkan di nikmati hidangannya saya permisi ke belakang"
"Nak moma mau kemana,sini temani kami makan lagian di dapur kan sudah ada chef ngapain kamu repot-repot mengurusinya?"
"Iya Mona,sebaiknya kamu bersih-bersih terus kembali kesini ibu tunggu kamu kita makan sama-sama"
Fikri terus memandangi Mona yang pergi meninggalkan meja tersebut,mama dan papanya hampir terheran-heran baru kali ini putra semata wayangnya itu sangat antusias terhadap seorang gadis.
"Fikri... Fik... Fikri"
panggil mamanya
"Eh iya apa pa?"
"Kamu itu lho yang manggil tu mama kamu bukan papa, sebenarnya kamu lagi ngrlamunin apasih?"
__ADS_1
"emb enggak kok pah,hanya sedikit bising saja jadi agak gak kedengaran"
"Bising atau ada perhatian lain?"
"Papa apaan sih pa?"
"Sepertinya anak saya tertarik dengan Mona Sam"
celetuk tuan Bayu
Pak Sam dan Bu Diah hanya tersenyum
"Jadi gimana Diah,kita mau besanan kan gak mungkin"
"Kenapa gak mungkin ma? lagipula Mona bukan anak kandung om Sam dan bulek Diah kok"
celetuk Fikri
"Memangnya kalau bukan anak kandung mau apa kamu?"
"Ya katanya mama mau besanan sama bulek dan om"
"Tetap saja tidak bisa"
"Pah masak beneran gak bisa?"
"Bercanda,selama Mona bukan anak kandung om kamu ya gak apa-apa asal kamu harus tahu asal usul Mona"
"Sepertinya sedang membicarakan saya?"
ucap Mona tiba-tiba dan mengejutkan mereka
Suasana tiba-tiba menjadi canggung dan hening
"Oh ini tadi Fikri tanya kok kamu lama sekali?"
"Oh maaf ya om Tante jadi nunggu"
"Enggak apa-apa,kalau begitu kita makan sekarang"
__ADS_1
Makan siang bersama keluarga Fikri berjalan dengan lancar,tak hanya itu kedua belah pihak saling menyinggung pembicaraan soal perjodohan Fikri dan Mona. Namun Mona sendiri hanya terdiam dan lebih memilih fokus mengamati rasa makanannya.