
Keesokan harinya setelah seluruh keluarga Pak Sam selesai sarapan,mama Fikri datang bersama sopirnya. Ia berniat mengajak calon menantunya itu untuk pergi berbelanja kebutuhan menjelang pertunangan mereka.
"Selamat pagi dek Sam dan dek Diah"
ucap Mama Fikri
"Eh mbak Jenny,masuk mbak"
"Mau siap-siap ke resto?"
"Iya nih mbak,kontrol anak-anak lagian sudah lima hari di tinggal"
"Oh begitu,Mona mana?"
"Ada mbak di belakang,baru cuci piring"
"Oh astaga rajin sekali calon menantuku"
"Mbak jenny sudah sarapan?"
"Ih sudah-sudah tadi,kamu gak mau ikut kita belanja perlengkapan lamaran mereka dek?"
"Aduh mbak,kayaknya enggak deh soalnya kan Mona juga gak bisa ke resto jadi otomatis mas Sam sendirian. Kasihan juga kalau gak ada yang bantu handel di resto"
"Haduh kamu ini, kasihan Mona kalau dia tidak ada teman untuk berdiskusi nanti"
"Kan ada mbak Jenny"
"Kamu tahu sendiri kan,putrimu itu masih sungkan sama aku"
"Pedekate dulu lah mbak,masak iya nanti udah jadi mantu mau sungkan-sungkan terus"
"Duh iya juga sih dek,ya sudah nanti aku coba deh buat ngajak dia ngobrol"
"Nah gitu mbak,Mona itu orangnya asyik kok mbak apalagi jika sefrekuensi pasti nyambung banget di ajak ngobrol"
"Iya deh iya"
"Oh ya sebentar ya mbak aku panggilkan Mona dulu"
"Iya"
Bu Diah pergi ke dapur menemui Mona yang baru saja selesai membereskan semuanya
"Mona,kamu buruan mandi terus dandan yang cantik. Itu mama mertua kamu sudah nunggu di luar"
"Iya Bu"
Setelah menunggu agak lama akhirnya Mona keluar dan siap untuk serangkaian jadwal hari ini.
"Wah cantik sekali calon menantuku,memang gak salah pilihan Fikri"
"Mama bisa aja"
"Ya sudah kalau begitu kita berangkat ya,Dek Sam dan Dek Diah aku pinjam Mona dulu ya"
"Iya mbak hati-hati"
Di dalam mobil Mona nampak canggung duduk berdekatan dengan calon mertuanya itu,namun Jenny berusaha untuk mencairkan suasana dengan menanyakan apa saja yang ingin Mona beli untuk acara lamaran mereka.
"Oh ya Mona,mama udah telfon desainer baju langganan mama buat menyiapkan kebaya terbaru untuk kamu kenakan di acara lamaran nanti"
"Makasih ma"
__ADS_1
"Oh ya,untuk lamaran nanti kamu ingin Fikri memberikan berapa gram untuk perhiasan kamu nanti"
"Mona tidak ingin mematoknya ma, seikhlas dan seberapapun pemberian keluarga Fikri akan Mona terima"
"Oh ya mama hampir lupa,untuk ukuran sepatu kamu berapa?"
"38 ma"
"Wah cocok,kalau begitu mama sudah pesankan juga model sepatu terbaru dari desainer ternama di Jakarta. Ya mungkin hari ini akan di kirim jika kamu setuju dengan modelnya"
"Terserah mama saja untuk itu"
"Ya jangan begitu dong sayang,kan ini pernikahan kamu jadi kamu harus ikut andil juga dalam hal-hal seperti ini"
"Iya ma"
Tak terasa mereka sampai di mall terbesar yang ada di kota itu,Jenny segera menggandeng masuk menantunya menuju toko tas setelah itu ke tempat perhiasan dan lainnya.
Tiga jam lebih mereka menghabiskan waktu mengelilingi mall itu dan membeli seluruh perlengkapan untuk lamaran,setelah semua selesai Nyonya Jenny mengajaknya ke salah satu toko kue langganannya.
"Wah de amore"
ucap Mona
"Kamu suka?"
"Iya ma,selama ini Mona ingin sekali bisa merasakan kue di sini. Tapi karena harganya yang cukup mahal jadi Mona terpaksa untuk bermimpi saja"
"Kalau begitu kita masuk yuk,kita coba semua kue yang ada di sana dan kamu pilih mana saja yang akan di jadikan untuk barang bawaan untuk lamaran kamu nanti"
Mona melihat-lihat kue yang ada di dalam kaca,tersusun rapi dan nampak lezat. Jenny yang melihat menantunya yang tak sabar untuk merasakan kue-kue itu segera memanggil pelayan
"Mbak"
ucap manager toko itu
"Oh ya tolong kamu keluarkan seluruh macam kue yang ada hari ini menantu saya ingin mencicipinya"
"Baik nyonya"
Setelah semua di hidangkan Mona terkejut karena hampir dua puluh macam kue yang ada di hidangkan di hadapannya
"Mona,sekarang kamu coba satu persatu mana yang kamu suka dan bagaimana rasa kue di sini"
"Tapi ma,mama serius meminta aku mencicipinya. Ini semua kue mahal loh ma"
"Udah kamu tenang saja"
Mona akhirnya mencoba satu persatu kue tersebut,dan setelah semuanya selesai pilihannya tertuju pada kue Black forest dengan saos Caramel diatasnya dan Macha Choco Crusch dengan topping almond.
"kamu suka dua itu?"
"Ya diantar semua ini aku lebih suka dua ini sih ma"
"Kenapa lebih suka dua ini?"
"Pertama dari Black forest nya rasa manis dan perpaduan pahit itu berbaur jadi satu serta tekstur kuenya yang creamy karena tersiram saos Caramel"
"Lalu yang ini"
"Kalau matcha kebanyakan pasti sedikit pahit jika exstrak machanya terlalu banyak tapi dengan perpaduan Choco Crusch itu membuat rasa pahit itu sendiri hilang apalagi dengan almond yang kering membuat tekstur kue itu ketika di gigit ada sensasinya sendiri"
"Pinter kamu memilihnya,memang dua ini adalah best seller dan mendapatkan penghargaan barang award 2019 sebenarnya masih ada satu lagi yang masuk penghargaan tapi tidak kamu pilih"
__ADS_1
"Yang mana ma?"
"Moca latte cheese, perpaduan kue lembut moca yang di siram saus cheese yang lumer"
"Saya tidak terlalu suka dengan coffe ma"
"Oh ya? kenapa?"
"Saya ada riwayat asam lambung tinggi jadi dokter menyarankan untuk tidak mengkonsumsi coffe"
"Oh maaf,mama tidak tahu. Jadi semacam coffe kamu tidak bisa mengkonsumsinya ya?"
"Bukannya tidak bisa ma, sebenarnya bisa tapi jika kondisi asam lambung sedang tinggi itu bisa menyebabkan bahaya besar bagi saya"
"Oh ya sudah kalau begitu kamu jangan sesekali menyentuh kopi ya,pantas saja tiga varian yang mengandung kopi tidak kamu sentuh sama sekali"
"Iya ma"
"Ya sudah Lita kamu bungkus dua box masing-masing dua jenis ini dan oh ya untuk besok Senin pagi kamu antarkan Lima box masing-masing kue ini ke rumah saya dan jangan lupa untuk di kemas sebaik mungkin karena ini untuk acara lamaran Fikri"
"Tuan Fikri mau menikah nyonya?"
"Iya"
"Wah selamat nyonya,pasti itu akan jadi hari patah hati nasional bagi kami karyawan-karyawannya"
"karyawan-karyawannya maksudnya?"
tanya Mona kebingungan
"Iya mbak,jadi tuan Fikri dan nyonya Jenny adalah pemilik De Amore"
"Semua cabang yang ada di manapun itu milik mama?"
"Iya benar sekali mbak"
"Lita kamu ini malah membuka semuanya"
"Maaf nyonya"
"Kok mama gak ngasih tahu aku kalau ini bisnis milik mama"
"Ya tadinya mama pengen buat surprise sampai kamu dan Fikri sudah menikah,mama akan mewariskan usaha ini sama kamu"
"Ke aku ma?"
"Iya karena setelah kalian menikah nanti mama akan balik ke Jepang ikut papanya Fikri mengurus perusahaan yang ada di sana"
"Tapi ma, De Amore bukan bisnis yang kecil"
"Mama percaya sama kamu,apalagi kamu hobby masak pasti pandailah dalam bidang ini"
"Mona justru takut jika nantinya bisnis ini ada di tangan Mona justru hancur"
"Ya kalau memang begitu takdirnya ya gak apa-apa lagipula masih ada bisnis hotel dan juga perkebunan yang bisa kamu kelola bersama Fikri"
"Mona beruntung sekali di kasih mertua sebaik mama,bahkan Mona gak nyangka ternyata mama pemilik bisnis kue kesukaan Mona"
"Mama juga beruntung punya menantu pekerja keras dan rajin kayak kamu,etos kerja dan juga kegigihan kamu itu yang membuat mama yakin kalau semuanya akan baik-baik saja di tangan kamu"
"Makasih ya ma udah percaya sama aku"
"Sama-sama sayang,kalau begitu kita pulang sekarang"
__ADS_1
Mona dan Jenny semakin akrab,bahkan mereka sudah tidak lagi nampak seperti calon menantu dan calon mertua melainkan mama dan putri kandungnya. Semua yang menjadi rahasia sudah Mona luapkan kepada mama mertuanya itu dan bahkan Jenny tidak mempermasalahkan sedikitpun masa lalu Mona ataupun kekurangannya.