Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Singapura Part 2


__ADS_3

Keesokan harinya Ry terbangun dengan kondisi kepala yang agak pusing karena mabuk semalam,ia tidak ingat apa yang terjadi padanya. Beberapa baju telah di tanggalkan dari tubuhnya,kini ia hanya mengenakan bokser hitam kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu ia segera bersiap-siap untuk pergi ke bandara dan meminta Sony untuk membawa kopernya ke mobil.


"Oh ya Son,apa yang terjadi kemarin? kenapa aku tidak ingat setelah golf"


"Tuan benar-benar tidak mengingatnya?"


"Tidak"


"Tuan Leo membawa anda sepulang dari golf dalam keadaan mabuk berat,dan nona Mona membantu anda membersihkan baju-baju serta menyeka tubuh anda"


"Mona?"


"Iya tuan"


"Jadi dia tahu kalau aku mabuk?"


"Iya tuan"


"Astaga,mati aku"


"Kenapa tuan?"


"Sekarang dia dimana?"


"Nona Mona sedang ke pasar bersama pelayan dan penjaga sedangkan tuan Leo sudah menunggu anda sedari tadi di meja makan untuk sarapan bersama kemudian berangkat ke bandara"


"Baiklah,aku akan menemuinya"


Ry turun dengan rasa bersalahnya,ia menyadari setiap mabuk alkohol selalu mengendalikan dirinya bahkan ia sering berkata kasar dan mengoceh yang bukan-bukan.


"Pagi kak"


"Hay Ry,gimana? sudah enakan badanmu?"


"Sudah kak"


"Oh ya ini Mona membuatkan kamu sup jahe untuk mengurangi pengar alkohol di tubuh kamu"


"Astaga separah itukah aku mabuk sampai Mona membuat ini?"


"Tentu saja parah bahkan kamu meracau yang bukan-bukan "


"Haiss pasti Mona akan semakin kesal padaku"


"Oh ya Ry,kamu berangkat bersamaku ke bandara?"

__ADS_1


"Tidak kak,aku akan menyusul nanti sembari menunggu Mona kembali dari pasar"


"Mona baru saja keluar,pasti dia akan lama sedangkan penerbangan kamu tepat pukul 09.00"


Ry hanya terdiam,mau tidak mau ia harus mengikuti anjuran kakaknya agar tidak terlambat,namun dia harus pergi tanpa melihat Mona sebelum dirinya pergi.


Tepat pukul 08.00 Ry dan Leo beserta para pengawalnya berangkat ke bandara,disepanjang jalan Ry gelisah karena tidak dapat bertemu Mona terlebih dahulu


"Apa ada yang kau khawatirkan Ry?"


"Tidak kak"


Akhirnya Ry dan Leo sudah di bandara dan segera terbang,Ry lebih dulu berangkat sedangkan Leo masih di bandara menunggu check pendataan sebelumnya ia meminta para pengawal untuk mengawasi Mona secara diam-diam tanpa sepengetahuan Ry.


Mona telah kembali ke rumah,melihat mobil Leo dan Sony tak lagi ada ia segera berlari ke dalam


"Nona hati-hati anda nanti jatuh"


teriak seorang pelayan


"Dimana Ry?"


tanya Mona pada para pelayan di dapur


"Tanpa berpamitan padaku?"


"Iya nona"


Mona merasa kecewa karena Ry tidak mengirimkan ucapan perpisahan atau bahkan menyapanya sebelum pergi,ia duduk di bangku samping kolam renang dan menangis. Merasa kini dirinya sudah tidak lagi penting untuk Ry membuat Mona berfikir pendek ia bermaksud meninggalkan rumah untuk beberapa hari ini.


Bersama seorang teman wanitanya yaitu Sita ia pergi ke pantai dan menyewa hotel untuk mereka berdua,para pengawal sudah melarangnya dan meminta Mona untuk menunggu keputusan dari Ry tetapi ia tidak mau mendengarkan karena merasa Ry sudah tak mempedulikan dirinya lagi.


Sita membawa koper berisi barang-barang Mona,para pengawal bergantian mencegahnya agar tidak pergi


"Nona saya mohon,tolong tunggu balasan dari tuan Ry"


"Aku tidak peduli"


"Tapi nona,jika anda bersikeras untuk pergi kami yang akan kena hukuman"


"Tidak perlu takut,lagipula aku bisa pergi kemanapun yang aku mau tanpa harus mendapatkan izin darinya,aku bukanlah anak kecil yang bisa ia kekang dan ia larang"


"Nona kami mohon ikutilah peraturan tuan Ru"


"Minggir,jika kalian berani menghalangiku maka aku tidak akan tanggung-tanggung jika menyakiti kalian"

__ADS_1


Akhirnya para pengawal tidak dapat menahan Mona lagi,dengan mobil yang Ry berikan Mona dan Sita pergi ke hotel yang sudah ia pesan terlebih dahulu.


Menempuh jarak yang cukup jauh dan memakan waktu kurang lebih dua jam akhirnya Mona dan Sita sampai di hotel tujuan mereka,hotel yang bernuansa pedesaan dan berada di dekat pantai membuat suasana semakin menyenangkan apalagi tujuan Mona kemari untuk menenangkan pikiran dari semua yang telah terjadi.


Sementara itu setelah kurang lebih dua jam akhirnya Ry tiba di Singapura,ia di sambut dengan anak buah Leo dan sibuk mengurus ini itu. Bahkan ia tak sempat melihat ponselnya yang tengah mendapatkan banyak pesan dari anak buahnya di Jakarta. Begitu pula Sony yang mendampingi bosnya kesana kemari tidak tahu bahwa Mona pergi dari rumah.


Malam itu setiba di hotel Ry dan Sony segera merebahkan diri,Ry yang memilih untuk lebih dahulu mandi terkejut begitu Sony mengetuk pintunya secara tidak beraturan.


"Tuan Ry tuann"


Ry membuka pintu dengan handuk yang menutupi setengah badannya saja


"Ada apa Son? kamu tidak lihat saya sedang mandi"


"Maaf tuan,tapi ini ada hal penting yang harus saya sampaikan"


"Ada apa? kamu sudah tahu orang itu ada dimana?"


"Bukan masalah itu tuan"


"Lalu apa?"


"Ini soal nona Mona"


"Mona? ada apa dengannya?"


"Baru saja saya cek ponsel ternyata para pengawal memberi tahu saya bahwa nona Mona pergi dari rumah bersama Sita"


"Apa? kemana?"


"Menurut anak buah saya,nona Mona memaksa mereka untuk membukakan pintu dan pergi menuju pesisir pantai untuk liburan"


"Astaga,kenapa dia tidak begitu sabaran?"


"Ada apa tuan?"


"Sebenarnya aku memiliki janji dengannya bahwa sepulang dari rumah sakit kami akan berlibur ke pantai,namun karena kak Leo datang jadi kami menundanya dan bahkan dia mengirimku kemari"


"Ya sudah kalau begitu tuan tenang saja,aku akan mengirim beberapa orang untuk menyusul kesana"


"Jangan,biarkan saja dia menikmati liburannya,aku merasa bersalah karena tidak dapat membawanya pergi dan tolong kamu suruh beberapa orang untuk menjaganya dari jauh agar Mona merasa nyaman"


"Baik tuan"


Pikrian Ry sekarang ia fokuskan untuk mencari orang yang Leo inginkan karena semakin cepat ketemu ia akan cepat kembali ke rumah,rasa bersalahnya begitu tinggi dan membuatnya menyesal karena telah memperlakukan Mona seperti ini bahkan ia tak sempat mengucapkan kata sampai jumpa ketika akan pergi.

__ADS_1


__ADS_2