
Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba,Ry segera bersiap untuk menghadiri pesta pernikahan Dendra dan Andini. Saat Mona hendak bangun keluar kamar mandi tiba-tiba beberapa orang masuk ke dalam kamarnya dengan membawa tas besar,Mona sedikit terkejut dan bertanya-tanya siapa mereka
"Siapa kalian?"
tanya Mona
"Maaf nona mengganggu anda,saya perias dan penata rambut artis,kami berdua suruhan tuan Ry"
"Untuk apa?"
"Untuk memake up anda"
"Ta tapi saya bisa make up sendiri"
"Tapi ini perintah tuan Ry nona,mohon kerja samanya"
Penata rias itu menggandeng tangan Mona dan membawanya duduk di meja rias,sedangkan asistennya menyiapkan berbagai perlengkapan. Dengan memakai handuk kimono Mona di rias bak seorang putri kerajaan apalagi gaya rambut yang cocok di padukan dengan gaun putihnya itu. Setelah hampir setengah jam akhirnya Mona siap,dia turun ke bawah di temani dua penata rias itu. Ry dan para pengawal yang menunggu di bawah di buat tercengang oleh penampilan Mona yang bagaikan seorang Dewi.
"Tuan,benarkah itu non Mona?"
tanya Sony yang terpesona
"Siapa lagi kalau bukan calon istriku"
ucap Ry sambil tersenyum puas
"Beruntung sekali anda mendapatkannya tuan"
Ry memegang tangan Mona yang berjalan menuju mobil,Sony segera berlari membukakan pintu mobil untuk bos dan wanita cantik itu. Mobil melaju dengan tenang,di belakang Ry tiada hentinya menatap Mona
"Kamu kenapa sih Ry?"
"Kamu cantik sekali sayang"
"Apaan sih Ry? baru pertama lihat aku make up?"
"Bukan begitu,tapi kali ini kamu benar-benar cantik"
"Hmm pantas saja kamu tidak mau melepaskan ku"
"Tidak akan,sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan tangan ini"
ucap Ry sembari menggenggam erat tangan Mona
Mobil pun berhenti tepat di pelataran lokasi pesta,jantung Mona berdegup kencang tangannya reflek menggenggam jemari Ry. Ia sadar bahwa Mona berat menghadapi ini semua,keluarganya yang telah mencampakkan dia hingga adiknya yang menikah dengan mantan tunangannya sendiri. Tetapi dalam hati Ry ia merasa puas karena kerja kerasnya membuahkan hasil dan membuat Mona berada di sisinya sekarang.
"Kamu gugup?"
tanya Ry meyakinkan
Mona mengangguk pelan
"Percayalah ada aku di sampingmu,aku akan melindungi mu dari mereka. Sekarang kita keluar dan hadapi ketakutan mu itu"
Mona akhirnya mau keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju tempat berlangsungnya pernikahan Andini dan Dendra,di sepanjang jalan semua orang melihat ke arah mereka. Banyak sekali rekan kerja Ry hadir di sana,mereka tak henti-hentinya memuji kecantikan Mona dan Ry dengan senang hati memperkenalkan Mona sebagai calon tunangannya.
Beberapa saat kemudian Andini keluar bersama tuan Surya di sampingnya,terlihat Andini begitu bahagia berjalan menuju ruang resepsi.
Tak terasa Mona menitikkan air mata,seketika Ry memberikan sapu tangannya pada Mona dan segera menyeka air mata itu. Acara berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan, tiba-tiba tuan Surya menghampiri rekan kerjanya yang sedang duduk bersama Mona dan Ry
"Apa kabar tuan Delon"
ucap Tuan Surya menyapa rekan kerjanya
"Baik-baik,pestanya sangat meriah"
"Terima kasih telah berkenan hadir di pesta pernikahan putra saya"
__ADS_1
"Sama-sama,oh ya kamu sudah bertemu dengan bos besar kita?"
"Maksud anda?"
"Ini,tuan Ry. Dia adalah founder pemegang saham terbesar di perusahaan kita"
Seketika Surya menoleh ke arah Ry dan Mona yang duduk di hadapan Delon.
"Tuan Ry?"
"Selamat atas pernikahan putra anda tuan Surya"
"Astaga terima kasih sekali,sungguh suatu keberuntungan pesta ini di hadiri oleh orang besar seperti anda tuan"
"Bukankah Anda mengundang saya?"
"Maksud anda?"
"Ada seseorang yang mengirimkan undangan ke kantor saya atas nama anda sendiri"
"Undangan ke kantor anda?"
"Iya,RHAKSESA CORPORATION"
"Jadi anda adalah pemilik RHAKSESA?"
"Iya benar"
"Lho selama ini tuan Surya tidak tahu jika pemilik RHAKSESA adalah tuan Ry?"
"Sama sekali tidak,maafkan atas ketidak Tahuan saya tuan. Kalau tahu pemiliknya adalah anda saya akan datang mengirimkannya sendiri"
"Sudahlah tidak perlu repot-repot"
"Terima kasih tuan,lantas wanita cantik dia samping anda ini pasti tak lain adalah kekasih anda?"
"Benar sekali,dia adalah calon tunangan saya"
ucap Surya yang menyombongkan kekayaan Ry yang telah ia ketahui
"Justru saya yang begitu beruntung mendapatkan dia sebagai istri saya nanti"
"Tuan Ry begitu merendah"
"Oh ya,anda belum berkenalan dengannya. Kenalkan dia adalah Mona calon tunangan saya"
"Apa? Mona?"
Mendengar nama Mona,Surya begitu terkejut dan hampir tidak percaya bahwa wanita cantik di hadapannya adalah Mona. Calon menantu yang pernah ia buang dulu.
"Iya dia Mona,kenapa anda terlihat begitu terkejut"
"Tidak,saya hanya pernah mendengar nama itu"
"Jelas mendengarnya bahkan anda juga mengenalnya,bukankah dia pernah menjadi calon menantu anda dulu?"
"Maksud tuan Ry apa ?"
tanya Delon
"Ya,dia bahkan menjebak Mona sebagai kambing hitam untuk menyelamatkan perusahaannya yang hampir bangkrut"
Mona yang sedari menunduk tiba-tiba terkejut dan menatap Ry
"Apa maksud kamu Ry?"
"Iya Mon,dia tahu kalau waktu itu perusahaan anaknya hampir bangkrut,setelah itu salah satu temannya membawanya padaku dan setelah ia melihatku dia baru sadar bahwa aku orang yang pernah dia hina dulu. Kemudian dia memintaku untuk menyuntikkan dana pada perusahaannya dan membuatnya bangkit kembali,dia juga bersedia membatalkan pernikahan mu dengan putranya serta mengambing hitamkan mu"
"Tidak itu tidak mungkin,itu tidak mungkin kan om? Om Surya kenapa tega sama aku? aku salah apa selama ini sama keluarga om?"
"Kamu tahu Mona perusahaan itu adalah salah satu sumber penghasilan keluarga om,jika itu bangkrut siapa yang akan menghidupi keluarga om? belum lagi keluarga mu yang ikut menggantungkan hidupnya pada keluarga om"
__ADS_1
"Aku gak nyangka,om tega memfitnah aku di depan mama dan juga Dendra. Membiarkan mama membenci dan mengusirku bahkan setelah itu om justru menjodohkan Dendra orang yang pernah aku cintai pada adik kandungku sendiri. Kenapa om tega?"
teriak Mona dengan air mata yang mengalir deras
Semua tamu menatap ke arahnya termasuk keluarga Surya sendiri, tiba-tiba Dendra menghampiri mereka
"Ada apa ini pah?"
tanya Dendra polos
"Tidak tidak ada apa-apa Den"
"Dendra..."
ucap Mona lirih
"Siapa dia pa?"
"Dendra ini aku,ini aku Mona den"
"Apa? Mona?"
"Iya aku Mona,ternyata selama ini papa kamu yang ada di balik semua permasalahan kita. Doa yang mengambing hitamkan aku untuk membangkitkan perusahaannya,dia meminta bantuan Ry untuk menyuntikkan dana di perusahaan dan papa mu memberikan imbalan membuat hubungan kita selesai"
"Tidak mungkin,papa tidak mungkin sejahat itu"
"Tapi kenyataannya memang seperti itu Den,dan parahnya lagi kalian tega mengkhianati aku kamu juga Den kenapa kamu justru menikahi adik kandungku sendiri? apa tidak ada perempuan lain selain dia?"
"Mon aku sama sekali tidak tahu hal ini,andai saja aku tahu semua ini lebih cepat pasti aku tidak akan mau di jodohkan dengan Andini"
Tiba-tiba Andini,mama Dendra,dan ibu Mona datang
"Ada apa ini?"
teriak Tante Rina
"Sayang ada apa?"
rengek Andini sambil memegang pergelangan tangan Dendra
"Jelaskan,jelaskan semuanya pada mama dan yang lainnya pa"
teriak Dendra
"Maafkan papa Den"
"Aku gak butuh permintaan maaf papa,aku cuma mau papa jelasin ke semua orang bahwa papa telah menjebak Mona demi memperbaiki perusahaan kita"
Tuan Surya menjelaskan semuanya di hadapan istri dan semua orang,pandangan benci tertuju padanya bahkan beberapa orang bergumam mengatakan bahwa Tuan Surya adalah orang yang tamak dan berhati kejam. Setelah mendengar penjelasan suaminya,Rina tak tahan dan menangisi perbuatan suaminya yang kelewat batas itu.
"Jadi selama ini bukan Mona yang salah pa? tetapi karena itu alasan kamu sebagai imbalan pada Ry yang ternyata adalah Arief mantan kekasih Mona?"
teriak Rina pada suaminya
"Maafkan papa ma,papa terpaksa melakukan itu demi menyelamatkan perusahaan kita"
Nyonya Yekti menatap Mona,tetapi kebencian Mona terhadap mereka semua membuatnya mundur dan tak ingin lagi mendapatkan belas kasihan dari siapapun
"Mona,sayang anak ibu"
ucap Nyonya Yekti sembari mengulurkan tangannya untuk memegang wajah Mona
"Hentikan,jangan sentuh aku. Kamu sudah memutuskan untuk membuangku dan tidak menganggapku lagi seperti putrimu. Dan mulai saat itu aku kamu bukanlah ibuku lagi"
ucap Mona yang membuat nyonya Yekti menangis
"Ibu tahu ibu salah Mona,ibu tahu ibu tidak mempercayai mu saat itu."
"Jadi sebaiknya tetap berfikir lah kalau aku ini seorang anak yang bersalah dan patut kamu buang,sampai kapanpun aku tidak akan menjilat ludahku sendiri dan kembali masuk di kehidupanmu. Kalian tidak hanya membuang ku, mengkhianati ku,tetapi juga merendahkan ku dan membuatku sebagai pencuri. Jadi mari aku akan menjadi seperti pikrian terburuk kalian"
ucap Mona tegas
__ADS_1
Andini begitu kesal karena Mona membuat pestanya berantakan,ia mengambil gelas berisikan minuman dan menyiramkannya pada Mona.