Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Lunaknya Adit


__ADS_3

Hari ini Ry memutuskan untuk memerintah Adit membawa kembali Mona ke rumahnya,sebelumnya ia sudah memantaunya jauh-jauh hari dan memastikan langkah yang tepat untuk mendapatkan Mona kembali.


"Tuan apakah anda yakin untuk rencana ini?"


"Ya,jika memang dia tidak bisa di bujuk dengan cara halus apa boleh buat jika cara kasar"


"Baik tuan"


Adit menghampiri Mona yang saat itu tengah menikmati makan siang di cafe dekat kantin bersama seorang teman kantornya


"Permisi,Mona bisa kita bicara?"


tanya Adit yang tiba-tiba muncul di depan mereka berdua


"Pak Adit?"


"Mona,saya duluan ya. Soalnya aku harus mengcopy sesuatu untuk jaksa"


"Oke, hati-hati ta"


"Boleh saya duduk disini?"


tanya Adit yang masih berdiri


"Oh silahkan pak Adit,ada apa ya?"


"Jadi begini Mona. Tuan meminta saya untuk menawarkan kontrak kerja baru"


"Maaf,tapi saya sudah ada pekerjaan"


"Kali ini bukan sebagai asisten rumah tangga tetapi sebagai sekertaris tuan besar"


"Tapi kenapa harus saya?"


"Saya tidak tahu menahu soal itu,tetapi tuan hanya meminta saya menyampaikan hal ini pada anda"


"Sebelumnya terima kasih pak Adit atas tawarannya,tetapi saya rasa cukup pekerjaan saya sekarang untuk menghidupi diri saya sendiri"


"Tapi,selain anda mendapatkan gaji yang lebih besar tuan juga akan menjamin tempat tinggal dan hidup anda"


"Maaf sekali lagi saya tidak bisa,saya punya tanggung jawab besar pada pekerjaan saya sekarang"


"Jadi jawaban Mona tetap saja tidak"

__ADS_1


"Ya,saya tidak bisa. Jadi tolong sampaikan permintaan maaf saya kepada atasan anda"


"Baiklah,oh ya Mona bisa saya bicara sesuatu pada anda?"


"Iya"


"Sebaiknya anda pergi dari kota ini,karena tuan besar tidak akan dengan mudah melepaskan anda"


"Maksud pak Adit?"


"Selama ini,tuan begitu terobsesi dengan kamu dan dia ingin kamu menjadi miliknya meski harus menggunakan cara kekerasan. Saya mengatakan ini sebagai teman Wira sekaligus ingin melindungi kamu"


"Tapi bagaimana saya akan meninggalkan kota ini jika keluarga saya dan pekerjaan saya ada disini"


"Bukankah kamu dan keluargamu sudah tidak ada hubungan lagi,soal pekerjaan kamu jangan khawatir aku akan membantumu mencarinya"


"Tapi kenapa tiba-tiba pak Adit jadi mendukung saya?"


"Ya itu karena tadi,tuan memang sudah tidak dapat di hentikan dan menyuruh saya menggunakan kekerasan apabila kamu menolak tawarannya kali ini"


"Sekejam itukah dia?"


"Sebaiknya anda bergegas mengundurkan diri dari kantor dan pergi dari kota ini"


Pertemuan Adit dan Mona berakhir di sana, sebenarnya Adit tidak ingin membeberkan rencana Ry kepadanya tapi apa boleh buat karena terus menerus merasa bersalah Adit akhirnya memilih jalan untuk melindungi Mona meski ia tahu konsekuensi yang akan di dapatkan.


Selang seminggu sejak pertemuan itu Mona kerap mendapatkan teror bahkan di untit oleh orang tak dikenal,hal itu selain membuatnya tak nyaman juga menimbulkan ketakutan apabila yang di katakan Adit benar. Mona memutuskan untuk datang di kediaman Ry dan berusaha memintanya baik-baik berhenti melakukan ini semua,pagi itu hari Sabtu kebetulan kantornya libur,ia memutuskan mendatangi Ry dan mendiskusikan semua ini.


Kedatangan Mona membuat Ry sangat senang,ia merasa bahwa wanita itu telah mengubah pilihannya dan bersedia bekerja dengannya. Adit sendiri juga bingung kenapa Mona justru berubah pikiran dan justru nekat menghampiri atasannya


"Silahkan nona Mona anda sudah di tunggu tuan di ruang kerjanya"


Mona di antarkan oleh seorang wanita yang kelihatannya adalah pelayan rumah tersebut,sesampai di depan ruang kerja milik Ry ia membuka pintu itu dan disambut senyum lebar milik Ry.


"Selamat datang kembali Mona,silahkan duduk"


"Saya kesini untuk...."


"Oh saya sudah tahu,tidak perlu di ragukan lagi kamu akan menerima tawaran saya"


"Anda salah,maksud kedatangan saya kemari untuk meminta anda agar tidak menggangu kehidupan saya lagi"


"Maksud kamu?"

__ADS_1


"Berhenti mengirim barang-barang mewah di kost saya,dan jangan lagi menyuruh orang untuk menguntit kemana pun saya pergi"


"Kenapa? apa kamu tidak suka dengan semua yang saya kirimkan? atau kurang mahal?"


"Stop,buang jauh-jauh pikiran kamu dengan menilai semuanya bisa kamu beli dengan uang"


"Jadi kamu menolak tawaranku"


"Ya aku menolaknya"


Ry seketika emosi mendengar bahwa kedatangan Mona kemari bukan untuk menerima tawarannya,hal itu membuat Mona sendiri dalam bahaya. Ia tidak sadar bahwa masuk ke Kandangan musuh untuk menyerahkan diri secara cuma-cuma,Ry memanggil anak buahnya dan meminta dia membawa Mona ke dalam kamarnya. Mona yang mengetahui hal tersebut panik dan berusaha lari dari rumah itu,tapi ia gagal karena baru saja melangkah keluar dari ruang kerja Ry seketika dua orang berbadan tinggi memegangnya kuat-kuat dan membawanya ke dalam kamar Ry.


Adit yang mendengar hal itu segera mencari cara untuk melepaskan Mona,karena ia tahu bahwa Ry tidak akan mengampuninya kali ini.


Sesampai didepan kamar Ry Adit meminta kedua pengawal itu melepaskan Mona dan mempercayakan padanya


"Lepaskan dia"


"Tapi pak Adit"


"Kamu tenang saja,aku ambil alih tugas tuan besar dari sini. Biar aku yang mengurusnya"


"Baik tuan"


Kedua orang itu pergi meninggalkan Mona bersama Adit sementara tubuh Mona bergetar ketakutan


"Mona kamu tidak apa-apa?"


"Tidak Pak Adit,saya hanya takut"


"Kalau begitu kita keluar dari rumah ini"


Adit mengajak Mona keluar dari rumah Ry dan mengantarkannya ke kost,sesampai disana Adit meminta agar Mona segera membereskan barang-barangnya dan pergi dari kota itu. Tetapi niat Adit telah di ketahui Ry lewat anak buahnya yang melapor bahwa ia melihat Adit membawanya keluar. Hal itu membuat emosi Ry semakin meningkat,mendengar Adit yang mengkhianatinya ia tak tanggung-tanggung untuk berbuat nekat,segera ia membawa beberapa anak buahnya menuju kost tempat Mona tinggal tetapi sesampainya disana Mona dan Adit sudah tidak ada.


"Sial,kemana dia membawa Mona pergi"


teriak Ry didepan kost Mona,beberapa penghuni kost ketakutan lantaran anak buah Ry mengacak-acak tempat itu


"Kalian cari info dan kerahkan semuanya untuk mencari keberadaan Adit dan Mona"


"Baik tuan"


ucap mereka serentak

__ADS_1


Baru saja mereka akan melangkah pergi tiba-tiba salah satu anak buah Ry memberitahukan bahwa ada seseorang yang melihat mobil milik Adit melintas keluar dari perbatasan kota,segera mereka melajukan mobilnya untuk menangkap keduanya.


__ADS_2