Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Kepergian Bu Siti


__ADS_3

Malam itu pak Agus menemani Mona yang tertidur lelap dirumah sakit,terlihat pak Agus sedang menelfon seseorang.


Ternyata ia meminta seseorang untuk mencari tahu tentang keluarga Arief,karena merasa kasihan melihat kondisi Mona pak Agus berinisiatif mencari tahu info tentang Arief.


Keesokan Mona terbangun dan tak mendapati seseorang di kamarnya,saat ia akan turun dari tempat tidurnya pak Agus masuk membawakan tas berisi baju ganti untuk Mona.


"Pak Agus,kok bapak ada di sini?"


"Iya non dari semalam saya jaga non disini,oh ya non ini baju ganti buat non Mona. Tadi saya ketemu dokter didepan katanya non Mona hari ini sudah boleh pulang"


"Benarkah pak? bagus deh,aku bisa langsung segera ke Semarang"


"Sebaiknya non Mona tunggu dulu ya,dan untuk masalah di Semarang saya sudah menyuruh orang untuk mencari info tentang pacar non"


"Pak Agus makasih banyak,hanya bapak yang selalu mengerti saya. Kalau begitu saya mau mandi dulu pak"


"Baik non,saya mau mengurus kepulangan non dulu"


Setelah Mona selesai mandi,pak Agus dan dokter datang untuk memeriksa kembali kondisi Konan Dokter menyatakan bahwa hari ini Mona sudah boleh pulang dan beraktivitas seperti biasanya.


Saat hendak merapikan barang-barangnya pak Agus memberitahu Mona tentang kondisi restonya di Semarang.


"Non,dari info yang saya peroleh resto anda resmi ditutup oleh tuan"


"Astaga pak,lalu bagaimana nasib para karyawan saya? saya tidak menyangka ayah bakal melakukan hal sejauh ini"


"Non jangan khawatir,saya sudah meminta orang untuk membayar pesangon mereka. Dan untuk soal Arief dikabarkan bahwa ibu beliau sedang berada di rumah sakit saat ini"


"Apa? Bu Siti masuk rumah sakit? Apa yang terjadi dengannya pak?"


"Saya kurang tahu pastinya non,tapi jika non mau kesana sebaiknya tanpa sepengetahuan tuan. Karena jika sampai tuan tahu pasti dia akan melakukan hal yang lebih dari ini"


"Tapi bagaimana pak? tolong bantu saya agar bisa bertemu dengan Arief dan ibunya,saya ingin meminta maaf secara langsung kepada mereka"


"baik non,nanti saya coba bilang nyonya siapa tahu nyonya memberikan izin dan membantu merahasiakannya dari tuan"


"Tapi mama gak bakalan mengizinkan pak"


"Nyonya sudah tahu semuanya non,bahkan nyonya tidak keberatan jika non harus melawan tuan demi membela Arief dan ibunya. Karena nyonya sudah merestui kalian semata-mata ingin menebus kesalahan karena selama ini tidak pernah memberikan kebahagiaan kepada non Mona"


"Benarkah pak? mama bilang begitu?"


"Benar non"


"Kalau begitu kita segera pulang pak,aku ingin bertemu dengan mama"


"Mari non"

__ADS_1


Sesampai dirumah,nyonya Yekti,Andini,dan para pekerja lainnya menyambut kedatangan Mona.


Nyonya Yekti memeluk putri kesayangannya tersebut,dengan air mata yang membasahi pipinya ia terus mengucapkan kata maaf.


"Ma,Mona Baik-baik saja kok,mama gak perlu khawatir lagi"


"Gimana mama gak khawatir,kamu senekat itu lho nak"


"Maaf ya ma,Mona udah bikin Mama khawatir. Mona janji gak akan seperti ini lagi"


"Iya sayang,yang terpenting kamu bahagia udah itu aja. Mama gak mau yang lain udah cukup selama ini kamu mengorbankan masa muda 'mu untuk mengurus pekerjaan,kini saatnya kamu bahagia"


"Maksud mama?"


"Iya sayang,kamu kejar laki-laki itu kamu buktikan bahwa keluarga kita tidak pernah membandingkan orang dari kasta"


"Makasih ya ma,kalau begitu Mona langsung pergi ya"


"Iya hati-hati sayang, jangan lupa minum obatnya yang teratur. Oh ya pak Agus tolong temani Mona jangan sampai kenapa-napa "


"Baik nyonya"


Pak Agus dan Mona segera menuju ke bandara dan terbang ke Semarang,tak membutuhkan waktu lama setelah sampai di sana Pak Agus segera mengantarkan Mona di kediaman Arif.


Saat sampai di perumahan yang Mona beli untuk mereka tinggali,terlihat tenda di depan rumah beserta bendera berwarna hitam.


Mona dan Pak Agus menunggu hingga prosesi pemakaman selesai karena saat itu di rumah hanya ada beberapa tetangga sedangkan Arif tidak ada disana.


Mona hanya terdiam sambil menangis,ia tidak menyangka jika semuanya akan menjadi seperti ini karena kebohongannya.


Setelah menunggu agak lama terlihat Arief berjalan pulang dari pemakaman,Mona berdiri dan mencoba menghampiri nya. Namun Arif justru mengacuhkannya begitu saja dan tidak menanggapi Mona yang sedari tadi mengajaknya berbicara.


Bahkan Arief sempat mengusir Mona tetapi pak Agus menegaskan bahwa ia tidak berhak melakukan itu sebab Mona masih berhak atas rumah itu.


Hari hampir malam,Arief masih belum juga turun untuk menemui Mona dan pak Agus yang ada diruang tamu bersama para tetangga lainnya yang membacakan surat Yasin.


Setelah pengajian selesai semua tetangga pamit kecuali satu orang yang tetap tinggal yaitu Rudi keluarga Arief satu-satunya.


"Maaf,bapak dan mbak ini nunggu siapa?


"maaf Pak perkenalkan nama saya Agus dan ini anak majikan saya Mona,maksud kedatangan kami kemari untuk mengucapkan belasungkawa atas kepergian Bu Siti dan Mona ini adalah kekasih dari anak Bu Siti tersebut"


"maksud bapak Arief?"


"Iya benar"


"maaf Pak kalau saya boleh tahu Arif di mana ya soalnya dari tadi saya nunggu dia tapi sepertinya dia menghindari saya"

__ADS_1


ucap Mona


"Arief ada di atas mbak, coba saya panggilkan dulu ya"


"Baik terima kasih ya pak sebelumnya"


Beberapa saat setelah menunggu akhirnya pak Rudi turun namun tak ada Arief bersamanya.


"maaf Mbak tapi Arief bilang katanya tidak mau bertemu dengan mbak"


"bolehkah saya ke atas pak?"


"ta tapi mbak"


"Pak rumah ini masih hak majikan saya dan ini dibeli oleh majikan saya sendiri untuk keluarga almarhumah Bu Siti"


"Baiklah kalau begitu silahkan mbak"


Mona pergi ke lantai atas dan menemui Arief di kamarnya,saat Mona masuk Arief terkejut melihatnya.


"ngapain kamu kesini? pergi aku tidak ingin melihatnya lagi"


"Rif tolong dengerin aku, aku minta maaf. Aku tidak tahu bahwa kejadiannya akan sampai seperti ini."


"buat apa kamu minta maaf? udah nggak ada gunanya. Gara-gara perkataan orang tua mu yang kaya raya itu dan berhasil menghina keluargaku yang tidak punya apa-apa yang hidup dari belas kasihan mu. Bahkan hingga membuat aku harus kehilangan ibuku"


"jangan berkata seperti itu Rif, aku sudah menganggap kamu dan ibumu seperti keluargaku sendiri. Aku tidak membedakan kalian atas harta yang orang tuaku miliki itu semua milik orang tuaku bukan milikku,jadi aku sama saja dengan kamu dan apa yang menimpamu hari ini aku bener-bener minta maaf. Aku tahu ini memang sulit untuk kita,sudah lama aku ingin mengatakan semua ini tetapi aku takut kamu akan meninggalkanku. Aku hanya menunggu waktu untuk mengatakan pada orang tua ku agar siap melepaskan aku dengan siapapun. Tetapi belum sempat aku melakukannya justru ayahku sudah tahu terlebih dahulu"


"sudah lah Mon, Si miskin bisa menikahi putri raja itu hanya berada di dalam cerita dongeng. Lebih baik mulai saat ini kita tidak perlu lagi bertemu atau bahkan sekedar mengenal, biarkan semua ini terkubur dalam-dalam dan menjadi pelajaran untukku juga untukmu"


"aku nggak mau hubungan kita selesai disini aku ingin bertahan karena hubungan kita ini"


"sekarang kamu pergi Mon jangan pernah menemuiku lagi"


"nggak nggak akan meninggalkan kamu Aku mau disini"


"pergi mon, pergi !!!"


"Aku nggak mau Rif,aku nggak mau pergi. Aku juga berhak ada disini"


teriak Mona


Pak Agus dan Pak Rudi yang mendengar teriakan tersebut segera menghampiri mereka berdua,terlihat Mona yang duduk sambil menangis memanggil Arief di depan pintu.


Pak Agus mencoba menenangkannya dan mengajaknya turun,ia menenangkan Mona yang saat itu benar-benar terbawa suasana hingga membuatnya pingsan.


Karena hari sudah begitu malam pak Agus memutuskan untuk membawa Mona pulang ke hotel agar ia dapat berisitirahat.

__ADS_1


__ADS_2