
Setelah kepergian Bu Dewi dan suaminya Mona merasa sendirian di sana,tugasnya hanya menyiapkan makanan untuk tuan besar dan pengawalnya saja, beberapa pekerjaan lainnya telah ada yang menghandle sendiri.
Hari-hari berjalan sangat lama di rumah itu,bagaimana tidak jika Mona menjalaninya penuh dengan rasa bosan,hingga suatu ketika ia mendengar bahwa Wira telah mendapatkan suatu hukuman yang keras dari tuan besar.
Ya,semenjak kedekatan Mona dengan Wira yang terdengar hingga membuat Ry marah menjadikannya manusia yang tak berperikemanusiaan. Ia mengancam Wira untuk menjauhi Mona tetapi hal itu ditolak mentah-mentah olehnya karena Wira lebih tahu apa yang dirasakan oleh Mona selama ini. Karena pemberontakan itu Wira memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya sebagai pengawal pribadi Ry dan mengajak Mona untuk ikut dengannya.
Kala itu Mona yang tengah berdiri di depan jendela kamarnya mendapati Wira yang tiba-tiba menghampirinya
"Mona"
ucapnya lirih
"Wira,kamu kemana saja?"
"Maaf,aku ada beberapa masalah kemarin jadi tidak bisa menemui mu dulu"
"Masalah apa?"
"Itu tidak penting, sekarang aku sudah bukan pengawal untuk tuan besar lagi. Maukah kamu ikut denganku keluar dari rumah ini?"
"Kenapa? Ada apa?"
"Kamu tidak perlu tahu begitu banyak yang terpenting sekarang kamu mau atau tidak ikut denganku?"
"Tapi kita akan kemana?"
"Aku ada rumah untuk tempat kita tinggal"
"Aku tidak ingin merepotkan kamu Wira, apalagi jika nanti aku tidak bekerja"
"Aku masih mampu untuk menafkahi kamu"
"Tapi tetap saja aku merasa tidak enak"
"Pokoknya kamu tenang saja,dari pada disini kamu akan terus tertekan dengan sikap dia"
"Baiklah jika itu keinginanmu lagi pula ini juga demi kebaikan ku"
Wira dan Mona saling mengemasi barang-barang masing-masing,setelah selesai Mona berencana menghadap tuan besar untuk meminta izin berhenti dari pekerjaannya.
Mona mengetuk pintu kamar tuan besar namun Adit memberitahukan bahwa tuan sedang di ruang kerjanya,ia langsung turun menemui tuan besar di sana. Setelah mengetuk pintu dan masuk lagi-lagi Mona menemukan Dara yang sedang berada di sana.
"Eh Mona,ada apa?"
tanya Dara dengan mulut manisnya
"Nona Dara,bisakah saya berbicara dengan tuan sebentar?"
"Oh tentu"
"Ada apa?"
__ADS_1
ketus tuan besar Ry
"Maaf tuan,saya kemari ingin meminta izin mengundurkan diri dari pekerjaan saya di rumah ini"
Seketika Ry menatap Mona dengan tajam,dimintanya Dara untuk meninggalkan mereka berdua sendirian karena sepertinya Ry tidak ingin orang lain mengetahui keputusannya.
Setelah Dara pergi dari ruangan tersebut Ry menghampiri Mona yang berdiri di depan meja kerjanya
"Apa barusan yang kamu katakan?"
tanya Ry
"Saya ingin mengundurkan diri tuan"
"Kenapa? apa karena pekerjaan yang aku berikan terlalu sulit? atau gajinya yang kurang besar?"
"Tidak tuan,sama sekali bukan karena itu"
"Lantas?"
"Saya ingin pulang memperbaiki hubungan saya dengan keluarga saya"
"Memangnya ada masalah apa antara kamu san mereka jika boleh tahu"
"Hanya masalah salah paham saja tuan,mungkin saat itu keluarga saya sedang benar-benar emosi jadi bertindak diluar pemikiran"
"Jadi menurut kamu setelah itu mereka akan memaafkan mu?"
"Iya tuan"
"Terima kasih tuan"
"Ini uang pesangon kamu,semoga kamu tidak menyesali keputusan ini"
"Baik tuan terima kasih,kalau begitu saya permisi dahulu"
Mona keluar dari ruang kerja tuan Ry dan ternyata Dara ada didepan pintu,kenyataan bahwa Mona pergi dari rumah ini membuat hati Dara merasa puas. Ia kembali masuk ke ruang kerja tuan besar dan berpura-pura menanyakan apa yang terjadi
"Ada apa Ry? kenapa Mona mengundurkan diri?"
"Dia hanya ingin mencoba memperbaiki hubungannya dengan keluarganya yang hancur"
"Menurutmu apakah bisa? setelah kamu berhasil membuat dia di buang oleh keluarganya sendiri?"
"Aku rasa sulit, apalagi ibunya sangat menghargai keluarga Surya dan lebih percaya tentang apa yang telah terjadi"
"Lantas kenapa kau membiarkan dia pergi?"
"Karena aku tahu dia akan gagal dan kembali lagi kemari"
"Sebegitunya kamu ingin membalaskan dendam"
__ADS_1
"Kamu tahu,aku bisa seperti sekarang ini karena besarnya rasa dendam ku terhadap keluarganya terutama pada ayahnya yang arogan itu"
"Tetapi kamu tetap masih menyimpan perasaan padanya bukan?"
"Ya,tapi rasanya itu semua berbeda. Tidak ada cinta tetapi hanya ada rasa ingin memiliki dan membuatnya menderita"
"Jangan seperti itu Ry,suatu saat kamu pasti akan jatuh cinta lagi kepadanya"
"Tidak,sebelum dendam ku terbayarkan"
Mona melangkah keluar rumah bersama Wira yang tengah menunggunya diluar pagar,hal itu diketahui oleh Adit. Tak ingin terlalu tergesa-gesa memberitahukan itu pada tuan besar,Adit hanya ingin Wira tidak berurusan lagi dengan tuan besar dan merepotkan dirinya.
Sebelum memutuskan untuk pergi ke rumah milik Wira,Mona terlebih dahulu ingin menemui ibunya di kedai milik keluarga Surya. Namun kedatangannya justru disambut dengan tidak baik. Berbagai hinaan dan ucapan menyakitkan dilontarkan kepadanya,bahkan ia melihat Dendra tengah sibuk dengan adik kandung Mona sendiri.
"Dendra"
sapa Mona pelan
"Ngapain kamu kesini?"
"Aku hanya ingin bertemu dengan ibuku tadi"
"Lalu sudah ketemu bukan?"
"Iya sudah"
"Ya sudah sana pergi aku tidak ingin melihatmu di sini"
Tiba-tiba adik Mona yang bernama Andini datang menghampiri mereka
"Ngapain kak Mona ganggu tunangan aku?"
"Tunangan? Maksud kamu?"
"Iya,kak Dendra sekarang adalah tunangan aku. Itu semua om Surya dan mama lakukan semata-mata demi kebaikan kamu yang gagal mengemban janji ayah"
"Tega kamu Den,ku kira kamu benar-benar mencintaiku tetapi kamu justru menusuk ku dari belakang dengan menjadikan adik kandungku sendiri sebagai penggantinya"
"Bukankah hidup ini adil? Kamu mengkhianati ku mengkhianati kepercayaan keluargaku dan keluarga mu sendiri. Lantas kenapa sekarang kamu merasa terkhianati karena adikmu lah yang kelak akan menikah denganku"
"Aku kira kamu tidak akan semudah itu melupakan aku, tapi ternyata semuanya benar. Bahwa cintamu ke aku semuanya palsu"
"Ya palsu,di saat kamu telah mengkhianati kepercayaan kami dan mulai saat itu aku mencoba untuk menghapus semua tentangmu dari hidupku"
"Udahlah mbak terima saja kenyataannya bahwa aku yang lebih pantas mendampingi kak Dendra dari pada mbak sendiri yang tega-teganya mengkhianati kami"
"Jadi ini Din? Ini balasan kamu sama mbak? ini jawaban kenapa setelah terakhir kali mbak menelfonmu tetapi selalu saja kamu rijek"
"Iya,karena aku sadar bahwa aku juga mencintai Kak Dendra bahkan aku tidak bisa melihatnya berlarut-larut dalam kesedihan karena mu"
"Baiklah, sekarang semuanya sudah jelas. Kalian memang benar-benar tidak menginginkan kehadiranku lagi"
__ADS_1
"Bagus kalau mbak sadar,jadi tolong silahkan pergi dan jangan pernah kembali di kehidupan kami lagi"
Kata-kata Andini menjadi sebuah peringatan keras untuk Mona,ternyata selain mendapatkan fitnah karena mengkhianati perusahaan ia juga mendapatkan pengkhianatan dari adiknya sendiri. Mona benar-benar tak terima dan sakit hati dengan semua itu,ia memutuskan untuk memulai lembaran baru bersama Wira yang tengah menjanjikan kehidupan yang lebih bahagia.