Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Pertunangan Ry & Mona


__ADS_3

Ry dan Mona tiba di hotel tempat acara pertunangan mereka di gelar,sesampai disana Mona melihat keluarganya yang ada di depan pintu lobby. Ry yang lebih dulu keluar sambil sedang menghubungi seseorang tidak memperhatikan kehadiran mereka,Mona turun dan sang ibu menghampirinya


"Ibu? ibu ngapain disini?"


"Mona,astaga kamu apa kabar sayang?"


"Mona baik-baik saja Bu,ibu bagaimana?"


"Ibu juga baik sayang"


"Ibu ngapain di sini?"


"Ya untuk menghadiri pertunangan kamu dan Ry lah"


sahut Andini ketus


"Kalian di undang?"


"Tentu saja,kami kan patner bisnis Ry"


"Mari Bu masuk kalau begitu"


ajak Mona pada ibu dan adiknya


"Tidak usah,aku dan ibu akan menunggu Dendra dan orang tuanya dulu"


"Mona"


sapa Dendra


"Sayang,kok kamu lama banget sih? aku capek tahu nungguin kamu"


celetuk Andini sambil menggandeng Dendra


"Oh hay Dra,Tante dan om selamat datang"


"Selamat atas pertunangan kamu ya Mona"


ucap Tante Rina


"Makasih Tante,oh ya kalian masuk aja"


Tiba-tiba seorang laki-laki datang menghampiri mereka


"Nona Mona,anda sudah ditunggu tuan Ry di kamar anda"

__ADS_1


"Oh iya baiklah,ibu,Tante,om dan Dendra saya permisi dulu"


"Iya Mona masuk saja"


Sesampai di kamar yang sudah di siapkan Mona segera di bawa oleh penata rias untuk di make up dan mengenakan baju,setelah persiapan yang kurang lebih satu jam akhirnya ia selesai. Acara juga sudah di mulai,kini Mona hanya seorang diri berjalan menuju tempat pesta. Namun ia terkejut saat mengetahui di luar ada dua wanita yaitu Sita dan juga Pita


"Sudah siap nona?"


tanya Sita


"Tenang saja Mona,kamu tidak perlu gugup seperti itu"


"Makasih,untung ada kalian jadi aku agak sedikit tenang"


"Tentu saja,kami akan selalu menemani kamu"


"mari kita keluar"


"Ets,tunggu dulu. Belum saatnya kamu keluar,nanti kalau sudah di panggil baru deh kamu keluar"


"Astaga aneh-aneh kalian ini"


Beberapa saat terdengar suara pembawa acara memanggil mempelai wanita,Sita dan Pita membawa Mona keluar. Semua tamu begitu terpukau dengan kecantikannya yang terpancar ke seluruh penjuru ruangan,beberapa orang begitu memuji dan takjub melihat Mona yang bak seorang putri kerajaan.



ucap sang pembawa acara


Di hadapan semua orang Ry mengenakan cincin di jari manis Mona menandakan resminya hubungan pertunangan mereka,nampak Dendra begitu terlihat kecewa karena wanita yang ia cintai telah resmi menjadi milik orang lain.


Suara gemuruh tepuk tangan bergema di dalam ruangan,acarapun berjalan lancar dan nampak kebahagiaan di mata Ry dan Mona. Beberapa rekan bisnis Ry memberinya ucapan selamat atas pertunangan itu dan mereka berharap segera mendapatkan undangan pernikahan dari mereka berdua.


Acara selesai tepat pukul 21.00 para tamu silih berganti pergi meninggalkan tempat acara,setelah sepi Ry dan Mona memutuskan untuk berganti baju tetapi saat hendak Mona melepaskan bajunya tiba-tiba Ry masuk begitu saja.


"Ry,apa yang kamu lakukan di sini?"


seketika menutup tubuhnya dengan gaun yang baru saja ia lepas


"Kenapa sayang?"


"Aku mau ganti baju dulu,kamu silahkan keluar"


"Memangnya kenapa?"


"Aku tidak ingin kamu melihatku"

__ADS_1


"Astaga,lagian sebentar lagi kita akan menikah untuk apa coba harus sembunyi-sembunyi begitu"


"Udah pokoknya keluar"


"Iya iya,lagian aku juga udah lihat seperti apa isinya"


"Ry...."


teriak Mona yang geram


Setelah selesai Mona membuka pintu kamarnya dan mendapati Ry yang menunggu di luar


"Kamu ngapain masih di sini?"


"Ya nungguin kamu lah"


"Nungguin aku? memangnya kita mau kemana?"


"Mau tidur,capek aku"


"Lhakan kamar kamu di sana,ini kamar aku"


"Aku mau tidur di sini"


"Tapi kan,ya udah aku tidur di kamarmu saja"


Tiba-tiba Ry langsung mendorong Mona masuk ke dalam kamar bersamanya,Mona begitu terkejut dengan sikap Ry yang seperti itu.


"Ry kamar kamu kan"


"Udah,kita tidur saja di sini"


"Tapi kan???""


"Kenapa? kita belum SAH suami istri? kamu gak percaya sama aku? lagian kita sebentar lagi menikah gak akan aku lepas tanggung jawab. Kamu gak usah khawatir"


"Tetap saja Ry"


Ry menggendong Mona ke tempat tidur yang terus membantah perkataannya



Di tempat tidur mereka pun saling tatap,Ry menatap pekat wajah wanita di hadapannya itu. Tanpa Mona sadari kancing baju tidur Ry sudah tertanggalkan semua,kini tangan Ry sibuk menyusuri kancing baju tidur milik Mona.


Meski sempat menolaknya namun Mona merasa nyaman dengan hal itu,ia mencoba meyakinkan dirinya untuk percaya kepada Ry dan selanjutnya mereka tertidur lelap entah pada pukul berapa.

__ADS_1


__ADS_2