
Setelah sesi pemotretan selesai Mona langsung berganti pakaian dan tim MUA memberitahukan bahwa ia pulang terlebih dahulu.
Dan sementara itu saat semua tim yang beertugas sedang menunggu Fikri dan Mona di resto yang ada di tempat wisata itu untuk menikmati makan siang,tim Fotografer,Guin,dan Irina salingbersendau gurau. Hanya saja Lina terlihat sangat di kucilkan semenjak kejadian tadi pagi,beberapa menit kemudian Fikri datang seperti terlihat kebingungan.
"Kalian ada yang lihat calon istri saya?"
tanya Fikri penuh harap
"Bukannya tadi ke ruang ganti sama kamu Guin?"
celetuk tim fotografer
"Oh ya tuan,saya hampir lupa. Tadi nona Mona menitipkan pesan pada saya jika tuan mencarinya saya di suruh memberitahu bahwa nona Mona sudah pulang lebih dulu karena ada urusan mendadak"
"Pulang?? bagaimana bisa? dia naik apa?"
"Sepertinya tadi ia di jemput oleh seseorang"
"Siapa?"
"Saya kurang tahu tuan,tapi mobilnya warnanya hitam"
"Hitam yang di depan tadi?"
celetuk Sony
"Iya iya betul"
"Oh itu Toyota Crown yang terbaru tuan"
"Toyota Crown,itukan mobil mama. Gimana bisa mama ke sini tanpa bilang sama aku"
gumam Fikri dalam hati
"Ya sudah kalau begitu kalian segera makan saja,saya pulang duluan"
"Baik tuan"
"Oh ya semua akomodasi konsumsi sudah saya urus ya"
"Baik tuan terimakasih"
Fikri buru-buru ke mobilnya dan pergi menuju rumah,sambil terus menghubungi Mona. Karena beberapa kali tidak mendapatkan jawaban akhirnya Fikri memutuskan untuk beralih menghubungi mamanya. Jeny yang merasa senang karena Mona mengajaknya me time membuat ia begitu antusias memngangkat telfon dari putranya.
"Hallo Fik,ada apa sayang?"
"Ma,mama sama Mona?"
"Iya,mama sama Mona. Kenapa?"
"Kok mama tadi ke resto gak nyamperin aku dulu,malah mama langsung pergi begitu saja sama Mona"
"Tadinya mama mau masuk,cuma Mona minta mama untuk nunggu di luar karena parkiran penuh"
"Ya setidaknya kan mama bisa telfon Fikri,sekarang Mona tiba-tiba hilang. Fikri jadi khawatir takut terjadi sesuatu dengan dia"
"Kamu tenang saja, Mona aman sama mama kok,lagipula tadi Mona tuh telfon mama karena sesi prewedd kalian akan selesai lebih awal dan dia ngajak mama me time karena bosen di sana"
"Ma,Mona gak cerita sesuatu kan ke mama?"
"Cerita sesuatu? tentang apa?"
"Ya tentang ada masalah atau apa gitu sama aku?"
__ADS_1
"Wait wait,kalian baik-baik aja kan?"
Jeny langsung menatap Mona yang hanya mengalihkan pandangannya keluar jendela karena tidak ingin tahu menahu soal percakapan Fikri dan mamanya.
"Ya sudah kalau memang Mona gak cerita apapun ke mama"
"Hey boy,kalian baik-baik saja kan?"
"Iya ma,ya sudah ini mama dimana?"
"Mama mau ke cafe kesukaan mama"
"Ya sudah kita ketemu disana ya ma"
"Okey"
"Bye ma"
Jeny menutup ponselnya dan beralih menatap Mona yang sedari tadi menatap kosong keluar jendela,ia merasa ada yang aneh pada calon menantunya itu. Tidak biasanya Mona seperti ini,terlihat sekali ada beberapa beban di benaknya
"Mona,what's wrong with you?"
Mona tetap diam dan tak mengalihkan pandangannya sedikitpun,Jeny menepuk pundak menantunya itu agar ia terbuyar dari lamunannya.
"Ma,ada apa?"
"Kamu itu yang ada apa?"
"Mona gak ada apa-apa kok ma"
"Coba kamu cerita sama mama"
"Soal apa ma?"
"Soal kegundahan hatimu itu"
"No nO,kamu jangan coba-coba bohongin mama"
"Serius ma,Mona gak kenapa-napa kok"
"Okey fine,kalau memang kamu belum mau cerita sama mama gak apa-apa kok. Mungkin kamu capek habis pemotretan,kamu istirahat saja nanti kalau sudah sampai biar mama bangunkan"
"Iya ma"
Jeny membiarkan Mona terlelap di sampingnya,sementara itu Jeny meminta kepada manager yang mengurus restonya untuk mencari tahu apa yang terjadi waktu pemotretan tadi.
Tak butuh waktu lama,manager resto memberitahukan bahwa ada sedikit masalah waktu pemotretan tadi. Manager menjelaskan sedetail-detailnya seperti permintaan Jeny, betapa terkejutnya mama tunggal satu anak itu mengetahui hal yang terjadi antara Mona dan Fikri di acara pemotretan tadi. Dengan sangat marah Jeny langsung mengambil tindakan untuk menyambangi perempuan yang mencoba merusak hubungan pernikahan putranya itu.
"Pak kita gak jadi ke cafe ya,langsung saja ke Bella More"
"Baik nyonya"
Satu jam lebih sedikit akhirnya Jeny tiba di depan Bella More,seperti biasa pusat kecantikan itu terlihat sangat ramai para pengunjung karena memang terkenal di kota itu.
Mona yang terbangun karena merasa mobilnya telah berhenti menatap sekelilling
"Ma,kita udah sampai ya?"
"Mona,kita turun ya. Tunggu sebentar,mama bantu kamu rapikan rambut kamu dulu"
"Emb makasih ma"
"Oke,sekarang menantu mama udah cantik. Kita turun ya sayang"
__ADS_1
Jeny nampak begitu marah,namun ia mencoba selembut mungkin saat berbicara pada Mona. Mereka berdua masuk ke dalam pusat kecantikan Bella More dan seketika Mona terkejut karena ini bukanlah cafe seperti yang Jeny katakan tadi.
"Ma,bukannya kita mau ke cafe? kok malah ke sini?"
"Iya Mona,mama ada urusan sebentar. Kamu ikut ya"
Jeny langsung pergi ke bagian receptionis untuk bertemu dengan pemilik tempa itu
"Selamat datang di Bella More,ada yang bisa saya bantu"
"Saya ingin bertemu dengan pemilik tempat ini"
"Maaf sebelumnya apakah nona sudah membuat janji dengan nona Bella?"
"Saya ingin bertemu dengan pemilik tempat ini"
"Maaf nona jika belum membuat janji anda tidak dapat bertemu dengan nona Bella sesuka hati"
"Okey,berarti kalian minta saya untuk menggusur gedung ini"
celetuk Jeny yang membuat orang yang mendengarnya kaget
"Ma,kita mau ngapain sih disini?"
tanya Mona sedikit takut
"Mama ingin memberi pelajaran pada perempuan yang tidak punya attitude "
"Maaf jika nona terus memaksa saya tidak segan-segan meminta security untuk membawa anda keluar"
ucap receptionis itu
"Oh begitu,okey. Tapi sebelum saya pergi saya minta kamu telfon atasan kamu dan katakan kalau Jeny Artadinata ada di sini"
Receptionis itu mengikuti kemauan Jeny supaya ia lekas pergi dari sini,
"Hallo nona Bella?"
"Ada apa?"
"Di bawah ada ibu-ibu memaksa untuk bertemu dengan nona"
"Siapa? sudah buat janji?"
"belum nona,maka dari itu saya tidak bisa memberikan izin. Tapi saat saya memintanya untuk pergi ia meminta saya untuk menelfon nona dan meberitahu bahwa Jeny Artadinata ingin bertemu anda"
"Jeny Artadinata?"
"Iya nona,itu adalah nama perempuan yang memaksa bertemu dengan anda"
"Siapkan layanan VVIP perlakukan dia dengan baik"
"Maksud nona?"
"Dia pemilik bangunan ini"
Seketika receptionis itu terkejut,setelah selesai dengan pembicaraannya dia segera berubah sangat sopan dan baik pada Jeny dan Mona.
"Maaf nona saya tidak tahu jika anda adalah VVIP di sini,silahkan saya antar ke ruang VVIP"
"Tidak perlu,saya ingin bicara saja di sini,biar semua orang di sini dengar seperti apa kelakuan karyawan di sini"
"Maaf nona,sekali lagi saya minta maaf. Saya tidak tahu jika anda yang memiliki gedung ini. Saya mohon jangan adukan tindakan saya kepada nona Bella atau saya akan di pecat nanti"
__ADS_1
"Bukan urusan saya"
Wajah receptionist itu nampak takut dan khawatir jika Jeny akan melaporkan ketidak sopanannya itu pada Bella,ia hanya dapat menunduk sembari menunggu Bella datang untuk menentukan nasib pekerjaannya itu.