
Semenjak kejadian itu Mona tidak pernah diberi kesempatan untuk keluar kamar,penjaga hanya mengirimkan makanan untuknya tanpa memberinya celah untuk menghirup udara luar. Di sisi lain hari pernikahan Dendra dan Andini akan segera di gelar,tuan Surya mengundang Ry untuk datang ke acara pernikahan putranya tersebut dengan senang hati ia akan datang menghadirinya. Ini menjadikan Ry kesempatan untuk membalaskan dendam pada keluarga Surya atas apa yang tengah mereka perbuat kepada Mona. Selang seminggu sebelum acara pernikahan itu,Ry mencoba untuk memperbaiki hubungannya dengan Mona untuk membujuknya agar mau ikut ke acara itu.
Setelah sarapan ia masuk ke kamar Mona dan melihat dirinya yang terduduk diam menatap ke arah jendela,Ry yang masuk tak di hiraukan olehnya karena Mona sendiri sudah merasa frustasi menjalani semuanya
"Sedang apa kamu?"
pertanyaan Ry masih saja tak di hiraukan Mona
"Baiklah,jika kamu masih marah padaku. Aku kesini hanya untuk memberitahukan bahwa pernikahan adik dan juga mantan tunangan kamu akan dilaksanakan seminggu lagi. Mereka memintaku datang dan aku berinisiatif untuk mengajakmu menghadirinya"
"Aku tidak minat"
jawab Mona ketus
"Coba kamu fikir bagaimana reaksi mereka melihat putri yang telah di buang menjadi seorang ratu"
"Apa maksud kamu?"
"Apa kamu tidak merasa tersakiti dan dendam atas apa yang mereka perbuat padamu,kau tahu bahwa yah mereka memfitnah mu secara keji dan menendang keluar dari keluarga mu sendiri. Bukankah itu sangat menyakitkan?"
"Memang,aku bahkan tak habis fikir. Selain pandai memanipulasi orang kamu juga pintar menghasut"
ucap Mona merendahkan Ry
"Hah,aku hanya ingin mencoba membantu saja. Tapi ya sudahlah sepertinya kamu tidak ingin menerima kebaikanku,padahal aku punya rencana yang matang. Jika saja kamu hadir di pesta mereka dengan menjadi pasangan aku pasti mereka yang pernah membuatmu sakit hati akan merasa bersalah"
"Aku tidak butuh belas kasihan kamu"
"Oke,sepertinya aku memang harus pergi sendiri"
Saat Ry mencoba melangkah keluar tiba-tiba Mona menghentikannya
"Tunggu"
"Apa kau telah berubah pikiran?"
"Jika saja aku mengikuti saran mu,dan langkah selanjutnya mereka akan mencari tahu dimana sekarang tinggal dan apa pekerjaanku. Bagaimana kamu akan menyikapi itu semua"
"Itu bukan masalah besar Mona,kamu bisa berpura-pura menjadi asistenku atau jika kamu mau aku tidak keberatan menjadi calon tunangan palsu kamu. Dengan begitu mereka yakin bahwa kamu sekarang bisa membuktikan dirimu dapat berdiri sendiri tanpa bantuan mereka"
"Untuk apa aku menyombongkan semua itu jika hanya sebuah kepalsuan"
"Aku bisa merubahnya menjadi nyata jika kau mau?"
"Maksud kamu?"
"Apa kamu tidak bosan hidup miskin dan di pandang sebelah mata,aku dulu juga sepertimu sekarang namun kau lihat semua telah berbalik. Aku bisa membeli semua yang aku mau mendapatkan apa yang aku inginkan termasuk kamu"
"Sesimpel itukah? atau ada syarat lain?"
"Mona Mona kamu terlalu polos untuk memahami ku,andai saja dari awal kamu menuruti semua kata-kata ku pasti ini tidak akan terjadi"
"Aku mau kamu bantu aku buat bangkit dan merubah kebencian mereka menjadi sebuah penyesalan"
"Itu soal gampang,asal kamu tahu sendiri apa syarat yang harus kamu penuhi"
"Apa syaratnya?"
"Kamu harus menikah denganku"
__ADS_1
"Apa bagimu pernikahan tanpa cinta bisa membuat bahagia?"
"Asal kamu berada di sampingku aku tidak mempermasalahkan hal itu"
"Okey deal,setelah kamu berhasil membantuku mengecewakan mereka. Aku akan lakukan syarat itu"
"Okey, deal"
Ry merasa dirinya menang,akhirnya Mona tunduk padanya setelah sekian lama ia mencoba berbagai cara halus untuk menaklukkan dia tapi siapa sangka bahwa dengan kekerasan Mona justru mudah untuk di genggam.
"Kalau begitu pergi dulu"
"Tunggu,karena kita sudah bekerja sama apakah kamu mau membebaskan ku. Rasanya membosankan sekali berada di dalam kamar"
"Boleh saja,tapi tidak untuk keluar dari rumah ini."
"Okey"
Ry tersenyum pada Mona dan meninggalkan kamar itu tanpa kunci lagi,sedikit perasaan lega bisa kembali menghirup udara segar selain di kamar.
Sehari sebelum menghadiri pernikahan Dendra,Ry mengajak Mona untuk pergi membeli baju ia menghampiri wanita itu yang tengah bersantai di tepi kolam
"Hay baby"
ucap Ry yang mengejutkan Mona
"Ada apa?"
"Siang ini kita akan pergi ke butik untuk mencari baju yang akan kita pakai menghadiri pernikahan mantan kekasihmu"
"Baiklah,aku akan bersiap-siap"
Mona mengangkat kakinya dari dalam kolam,kaki jenjang putih nan mulus itu sangat menggoda Ry,dari pintu kolam Ry terus mengamati Mona yang berjalan menaiki tangga. Sungguh dirinya sudah begitu hanyut dalam api asmara dan membuatnya ingin mencumbu mesra tubuh mungil itu.
"Ayo kita berangkat"
Ry pun mengiyakan ajakan Mona dan segera menyuruh Sony menyiapkan mobil,di perjalan Ry yang duduk di belakang bersama Mona begitu tergoda dengan aroma tubuh wanita itu. Merasa tidak tahan lagi Ry segera menyergap Mona dan membuatnya kuwalahan
"Ry apa yang kamu lakukan"
teriak Mona sembari mendorong tubuh Ry
"Tenanglah"
"Tapi ada Sony dan sopir di depan"
"Mereka akan menuruti perintahku dan tidak akan menghiraukan kita"
"Ta tapi"
Belum selesai Mona berbicara Ry kembali menyerbu mulut mungil itu hingga mobil yang mereka tumpangi berhenti di tujuan namun aktivitas mereka tetap berlangsung. Sony keluar dari mobil terlebih dahulu bersama sang sopir untuk memberi waktu privasi pada tuan besar dan Mona. Setelah selang sepuluh menit akhirnya mereka berdua keluar dari mobil,Mona merapikan baju dan juga rambutnya yang berantakan karena ulah Ry.
Setelah itu ia segera masuk dan pelayan butik menyambutnya dengan sangat baik
"Silahkan tuan dan nona,ada yang bisa kami bantu"
"Tolong bawakan baju pesta terbaik yang kalian punya"
__ADS_1
"Baik tuan"
Setelah beberapa saat menunggu pelayan kembali dan mengantarkan Mona dan juga Ry ke ruang VVIP
"Silahkan nona anda coba di ruang ganti"
Mona mengikuti pelayan itu menuju ruang ganti dan mencoba beberapa baju pilihan,saat hendak mencoba sepatu tiba-tiba Ry masuk dan menghampirinya
"Apa yang kamu lakukan Ry?"
"Kenapa? apa aku tidak boleh melihat mu mencobanya,aku ingin tahu apakah pantas atau tidak kamu kenakan mengajari pestanya"
"Bagaimana dengan gaun ini"
"Emb bagus,tapi warna ungu tidak begitu pantas untuk menghadiri pesta itu"
"Kenapa? apakah sebegitu pentingnya warna gaun untuk menghadiri pernikahan mereka?"
"Bukan karena penting atau tidak warna gaun,hanya saja aku ingin kamu terlihat berbeda dan benar-benar sempurna saat datang kesana"
Ry mengenal nafas dan pergi mencoba jasnya,saat akan menghampiri Mona seorang pemilik butik menyarankan gaun putih satin dengan taburan kristal untuk di kenakan oleh Mona.
"Ini adalah koleksi terbaru kami tuan,dengan bahan satin yang lembut di padukan dengan gemerlap kristal yang akan menambah kesan mewah pada orang yang mengenakannya"
"Baiklah akan ku minta dia untuk mencobanya"
Ry masuk ke ruang ganti Mona tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,melihat Mona yang setengah telanjang tak membuat niat Ry surut
"Ry,kamu tidak lihat aku sedang mengganti pakaian?"
"Sudahlah tidak perlu panik,lagipula aku sudah pernah melihatnya penuh"
"Dasar mesum,keluar cepat"
"Ini baju koleksi terbaru butik ini. Kamu coba dan bawa dia keluar"
Mona menyahut gaun itu dan segera meminta Ry keluar,ia mengenakannya dan melihat dirinya berulang kali ke kaca. Ia tak percaya bahwa di dalam cermin itu adalah dirinya sungguh benar-benar anggun dan cantik bak seorang putri kerajaan.
Mona kemudian keluar dan meminta pendapat Ry,semua orang yang ada di sana kagum melihat Mona yang begitu cantik apalagi Ry yang tak bisa memalingkan pandangannya
"Bagaimana menurutmu Ry?"
Ry masih saja terdiam tak menjawab
"Ry? Ryyyy"
teriak Mona yang kemudian membuatnya tersadar dari lamunan
"Cantik,sungguh sempurna"
"Benarkah?"
"Kalau begitu ambil yang itu saja"
"Baik tuan"
__ADS_1
ucap pelayan membantu Mona melepaskannya dan membungkus gaun itu.
Setelah selesai mereka segera keluar dari toko itu dan kembali pulang,Mona dan Ry sedikit lebih dekat setelah Mona menyetujui rencana untuk balas dendam pada keluarganya.