Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Keanehan Leo


__ADS_3

Mona menunggu Ry dan Leo turun dari lantai atas,ia sudah selesai dengan persiapan makan malamnya. Gaun hitam yang ia kenakan menambah aura kecantikannya terpancar,akhirnya Leo dan Ry turun menghampirinya dengan raut wajah yang bahagia Ry mengobrol soal bisnisnya dengan Leo,namun pandangan Leo justru tertuju pada Mona yang tengah menunggu di ruang makan.



"Kau sungguh beruntung mendapatkannya Ry"


Kata-kata Leo seolah-olah menjadi sebuah pujian bagi Ry tetapi ada hal tersendiri yang Ry rasakan sedari tadi yaitu perhatian dan perlakuan Leo terhadap Mona. Bahkan saat mereka mengobrol sedari tadi Leo juga terus menanyakan perihal Mona padanya.


Ry menghampiri Mona dan melingkarkan lengannya di pinggang Mona hal itu menandakan bahwa Mona hanyalah milik dia semata.


"Terima kasih telah membantu aku menyuguhkan makan malam untuk kak Leo sayang"


ucap Ry di telinga Mona


"Sama-sama,sekarang mari kita makan"


ucap Mona yang mempersilahkan Leo dan Ry duduk


Selama makan mata Leo tidak berhenti menatap Mona,rasa canggung Mona terus menggelinyir di seluruh tubuhnya merasa tak nyaman Mona meminta izin ke belakang agar pelayan menyiapkan makan malam untuk para pengawal Leo dan juga Ry.


"Ry aku tinggal ke belakang dulu ya"


"Iya sayang"


"Kamu dan Mona masih saja menggunakan ucapan aku dan kamu?"


tanya Leo


"Dia masih canggung untuk memanggilku sayang kak,jadinya aku membiarkan dia tetap seperti itu biarlah senyaman dia"


"Baguslah jika kamu bersikap seperti itu"


"Kak Leo sedari tadi memperhatikan Mona terus,apa ada yang aneh darinya?"


"Tidak,kau tahu sendiri wanita cantik adalah sebuah pemandangan bagiku wajar saja aku tidak memalingkan mata dari wajah cantik Mona"


"Kak Leo bisa saja,oh ya kak soal Bisma?"


"Kamu tenang saja,aku sudah menanganinya,kini ia sudah lenyap dari muka bumi ini"

__ADS_1


"Kakak membunuhnya?"


"Kenapa tidak? dia tidak berfikir panjang untuk menculik kekasihmu"


"Tapi polisi aman kan kak?"


"Sejak kapan polisi berani berurusan dengan aku?"


"Kak Leo memang top deh"


"Oh ya Ry,malam ini boleh aku menginap di sini?"


"Bukankah kak Leo berencana untuk langsung bertolak ke Semarang?"


"Aku fikir begitu,tetapi setelah makan rasanya mataku ingin terlelap"


"Baiklah kak,aku akan meminta pada pelayan untuk menyiapkan kamar tamu"


"Hmmm"


Setelah selesai makan Ry dan Leo berjalan-jalan di tepi kolam sembari menikmati pancaran sinar rembulan malam ini


"Aku inginnya secepat mungkin kak,tetapi Mona juga berperan dalam hubungan ini jadi biarlah hal itu menjadi keputusan bersama"


"Ya harus begitu,apalagi Mona kau rebut dengan kasar aku tidak tahu apakah kali ini dia benar-benar mencintaimu atau hanya memanfaatkan mu saja"


"Maksud kak Leo?"


"Ya seperti rencana mu,Mona berhasil di buang oleh keluarganya dan sekarang dia hanya sebatang kara. Mau tidak mau dia harus tinggal di sini dan menjadi milikmu,tetapi kita sendiri juga tidak tahu apakah dia berada di sini karena terpaksa atau dengan senang hati"


"Aku rasa tidak ada masalah dengan hal tersebut kak,bahkan sebelumnya dia juga bersedia menikah denganku karena aku memang cinta pertamanya"


"Ya pikiran orang siapa tahu bukan?"


"Terima kasih atas saran kak Leo sebelumnya"


"Jadi kamu dan Mona tidak berencana untuk menikah akhir-akhir ini bukan?"


"Tidak kak"

__ADS_1


"Kalau begitu boleh aku minta tolong?"


"Minta tolong soal apa kak?"


"Ada satu klienku yang berasal dari Singapura membelot dan akhir-akhir ini jarang menyetor ke kantor aku merasa dia perlu untuk di tindak tegas. Karena aku sendiri juga sibuk dengan urusan-urusan di sini bolehkah aku memintamu untuk kesana menanganinya?"


"Sebenarnya aku tidak keberatan sama sekali kak,tapi aku akan kesana sekalian mengajak Mona untuk jalan-jalan"


"Kenapa harus dengan Mona?"


"Aku berjanji setelah keluar dari rumah sakit untuk mengajaknya jalan-jalan,jadi aku berfikir ini kesempatan untuk mengajaknya"


"Tapi apa kamu tidak takut jika dia mengetahui apa pekerjaan mu sesungguhnya"


"Aku bisa meninggalkan dia di penginapan sementara aku mengurus klien"


"Jangan sembrono kau Ry,dia tidak dapat kau remehkan. Soal mengajak Mona jalan-jalan kau bisa menundanya setelah pulang dari sana,aku akan memberi kalian tiket liburan jika kau berhasil menangani klien tersebut"


"Baiklah kak,kapan aku bisa berangkat?"


"Minggu ini?"


"Baik,aku akan menyiapkan semuanya"


"Kalau begitu kita istirahat Ry,sudah larut apalagi tidak baik membiarkan wanita menunggu"


"Maksud kakak?"


"Mona pasti sudah menunggu kamu di kamar"


"Tidak kak,kami tidur di kamar masing-masing "


"Jadi? kamu belum berani tidur bersamanya?"


"Bukannya tidak berani kak,aku menghargai privasinya dan apalagi kami belum sah menjadi suami istri"


"Oke,kalau begitu good night aku ke kamar dulu"


"Baik kak"

__ADS_1


Ry pergi ke lantai atas dan memeriksa Mona terlebih dahulu sebelum pergi ke kamarnya,terlihat Mona yang tengah terlelap di balik mimpinya dan hal itu membuat Ry bahagia karena bisa memandang wajah cantik calon istrinya itu. Di kecupnya kening wanitanya tersebut dan segera meninggalkannya sendirian,Ry pergi menuju kamarnya namun tak dapat tidur karena sepanjang malam memikirkan keputusannya untuk pergi ke Singapura. Meski berusaha untuk berfikir jernih dan positif thinking namun ada hal aneh yang Leo sembunyikan.


__ADS_2