
Keesokan harinya saat Ry turun ke lantai bawah Mona tengah berada di meja makan menyiapkan sarapan,sementara Leo duduk di kursi santai sembari menikmati secangkir kopi buatannya. Ry menyapa sang kakak terlebih dahulu
"Pagi kak"
"Hay Ry kamu sudah bangun?"
"Maaf ya kak,semalam aku tidak dapat tidur jadi agak kesiangan"
"It's okey"
"Tumben kakak pagi-pagi udah ngopi? apa gak kembung di perut?"
"Enggaklah,udah kebiasaan ku sejak dulu apalagi kopi buatan Mona ini sangat enak dan istimewa"
"Mona yang buat?"
"Iya"
"Tumben sekali,aku aja belum pernah di buatin"
"Ya mungkin karena kamu tidak pernah minta padanya,tapi kalau susu pasti sudah pernah bukan?"
Ucap Leo seraya menggoda
"Ah apaan sih kak,kalau begitu aku tinggal ke dapur dulu ya kak"
"Okey"
Ry pergi menghampiri Mona dengan pikiran yang kacau di tambah lagi tadi Leo mengatakan bahwa Mona membuatkannya kopi dan hal tersebut menambah kesan cemburu padanya.
"Ry,kamu sudah bangun?"
Ry hanya diam saja sembari mengambil segelas air putih dari kulkas
"Ry,kamu ajak kak Leo sarapan gih. Ini makanannya udah siap semua"
"Ya"
jawab Ry singkat
Ry kembali menghampiri Leo dan mengajaknya ke ruang makan, sesampai di sana nampak sekali. Mona tersenyum padanya
"Wah ada cah kangkung kesukaanku"
ucap Leo
"Makanlah kak,pasti kamu menyukainya"
Mendengar ucapan Leo dan Mona membuat Ry semakin panas,sejak kapan mereka berdua menjadi sangat dekat seperti itu? pekik Ry dalam hati,ia makan dengan suasana hati yang membara dan membuatnya hilang akal mengambil keputusan untuk pergi ke Singapura tanpa fikir panjang.
"Jadi kak,mengenai Singapura aku setuju"
ucap Ry yang membuat Mona terkejut
"Singapura?"
"Iya Singapura,aku meminta Ry untuk mengurus beberapa pekerjaan itupun jika ia tidak keberatan"
imbuh Leo
__ADS_1
"Aku tidak keberatan sama sekali,jadi kapan aku bisa berangkat kak?"
"Besok pagi bagaimana? sekalian aku akan pulang ke Bandung"
"Baiklah"
"Kamu ninggalin aku sendiri di rumah Ry?"
tanya Mona panik
"Kenapa memangnya? bukankah kamu sudah terbiasa? lagipula ada para pelayan yang akan menemanimu. Aku disana juga kerja bukan liburan"
jawab Ry dengan nada ketus
"Baiklah aku mengerti"
ucap Mona dengan penuh rasa salah
Setelah selesai makan Mona meminta para pelayan membereskan semuanya,ia segera pergi ke lantai atas dan membantu Ry menyiapkan kopernya. Ry yang masuk ke dalam kamar terkejut karena Mona ada di sana dan sedang mengemasi beberapa barang dan baju yang akan ia bawa ke Singapura.
"Ngapain kamu?"
"Ini aku hanya membantu menyiapkan beberapa barang yang akan kau bawa nanti"
"Tidak perlu,biar Sony saja"
"Tapi aku ini calon istrimu Ry,aku berhak menyiapkan ini agar aku tahu apa saja yang akan kau kenakan ketika perjalanan bisnis dengan itu nanti aku tidak akan bingung jika suatu saat kau suruh untuk menyiapkannya"
"Kalau sudah segera pergi dari sini"
"Kamu kenapa sih? aku salah apa sama kamu?"
"Jangan pernah meremehkan kata-kata ku,aku tidak suka jika kamu memperhatikan orang lain"
ucap Ry
"Ma ma maksud kamu apa?"
"Haaaaaaaaaaah
Ry berteriak dan membuat Mona semakin ketakutan
Mona berlari menuju pintu dan meninggalkan Ry sendirian,Mona yang sangat terkejut masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya. Terlihat air mata mengalir membasahi pipinya,baru kali ini Ry membentaknya hingga seperti itu. Ia berfikir dan mencoba untuk mengingat apa kesalahan yang tengah di perbuat hingga Ry terlihat sangat marah padanya.
Siang hari saat Ry turun ke bawah ia tak mendapati Mona disana,ia juga tidak bertanya pada pelayan tentang hal itu karena Ry sendiri masih terbawa emosi dengannya. Leo yang tengah berkemas menghampiri Ry yang duduk di taman dekat kolam renang
"Kamu kenapa? sepertinya terlihat sedang banyak pikiran?"
"Emb,enggak kak aku hanya sedikit bingung memikirkan taktik untuk menemukan orang yang kakak katakan itu"
"Mudah saja,kau hanya perlu datang ke kasino dan buat keributan disana maka ia akan keluar menemuimu"
"Dia pemiliknya?"
"Ya"
"Bukankah pemilik kasino itu pernah meneken perjanjian dengan kita empat tahun yang lalu?"
__ADS_1
"Benar sekali,dan beberapa bulan terakhir ini dia tidak pernah menyetor padaku sepeserpun"
"Jadi dia mulai membelot kak?"
"Tentu,maka dari itu tolong sebisa mungkin kamu bereskan masalah ini"
"Baik kak"
"setengah anak buahku di sana akan membantumu,kau tenang saja"
"Iya kak"
Seorang pelayan menghampiri mereka dan mengatakan bahwa makan siang sudah siap,Ry dan Leo pergi menuju meja makan dan menikmati hidangannya
"Loh Ry,kemana Mona? kok dia tidak ikut makan sama kita?"
"Oh dia sedang di kamarnya,mungkin tidur"
ucap Ry masa bodoh
Leo memanggil seorang pelayan dan memintanya untuk mengantarkan makanan ke kamar Mona,hal itu justru membuat Ry semakin panas. Dua orang itu secara terang-terangan saling memperhatikan sedari tadi pagi,apakah ini sengaja mereka lakukan karena sebentar lagi dia akan pergi? gumam Ry dalam hati
"Oh ya kak,rencana kakak akan kemana sepulang dari sini?"
"Aku akan ke Surabaya mengurus beberapa cabang yang katanya mengenai perubahan peraturan pemerintah akhir-akhir ini"
"Oh,sukses ya kak buat itu"
"Kamu juga hati-hati jaga diri di sana,soal Mona kamu tenang saja aku akan meminta anak buahku mengecek kemari seminggu sekali"
"Terimakasih banyak kak,tetapi sepertinya aku akan meninggalkan beberapa penjaga di sini. Apalagi Mona orang yang suka jalan-jalan pasti dia membutuhkan penjagaan super ketat mengingat para musuhku sudah mengetahui siapa dia"
"Jadi kalian sudah mempublikasikan hubungan ini?"
"Sudah kak,waktu pertunangan para kolega kita datang jadi otomatis para musuh juga akan melihat dan mendengar tentang Mona bukan?"
"Kalau begitu kamu harus ekstra hati-hati apalagi sekarang Mona belum tahu pekerjaan kita sesungguhnya"
"Maka dari itu kak,aku ingin sekali memberitahukan hal ini pada Mona,tetapi setelah dia tahu apakah ia masih mau menerimaku?"
"Sulit Ry,apalagi pekerjaan kita terlalu berbahaya dan kotor di mata perempuan kau bayangkan saja setelah ia tahu dia akan meninggalkan mu,apa yang bisa kau perbuat?"
"Maka dari itu kak,aku masih memikirkan cara agar Mona dapat menerima semua Keadaan ini termasuk pekerjaan ku yang kotor di mata orang lain"
"Kamu yang sabar,hanya soal waktu saja pasti pelan-pelan dia juga akan memahami dan menerimamu apa adanya"
Seorang pelayan turun dengan membawa nampan berisi makanan yang tadi ia bawa untuk Mona,terlihat makanan yang di bawanya utuh tanpa tersentuh sedikitpun
"Apa yang terjadi? kenapa makanannya masih utuh?"
tanya Ry
"Maaf tuan,nona Mona menolaknya dan meminta saya untuk membawanya kembali"
"Ada apa sebenarnya Ry, kedengarannya Mona sedang marah"
"Biar aku saja yang membawanya,kak aku tinggal dulu ya"
ucap Ry yang bergegas pergi membawa nampan ke kamar Mona.
__ADS_1