
Sementara Leo dan Ry ribut mencari keberadaan Mona,di Kalimantan Bu Diah dan Pak Sam merasa senang karena akhirnya Mona mau tinggal bersama mereka lagi. Keesokan paginya saat kedua orang itu sedang bersiap untuk berbelanja kebutuhan kios baksonya yang tengah ramai dan sangat di gemari warga sekitar,Mona terbangun dan mendapati rumah dalam keadaan sepi. Ia berjalan keluar dengan masih mengenakan baju tidurnya dan terkejut dengan kehadiran laki-laki muda bertubuh tinggi dan parasnya yang tampan,seketika membuat Mona terkejut dan berteriak
"Aaa siapa kamu....?"
teriak Mona
Laki-laki itu ikut terkejut pula ia bingung kenapa di rumah itu ada seorang wanita muda
"Kamu sendiri siapa? kenapa ada di rumah om Sam?"
"Om Sam? kamu ini?"
Tak lagi menghiraukan Mona ia lebih memilih masuk ke dalam rumah mencari keberadaan om dan tantenya itu,tak berselang lama setelah kejadian terdengar suara mobil pak Sam dan mereka berdua turun membawa barang belanjaan masuk ke dalam rumah.
"Mona kamu sudah bangun?"
sapa Bu Diah
"Ibu sama bapak dari mana?"
"Kami dari pasar nak"
ucap Bu Diah sembari membantu pak Sam menata barang belanjaan
Tiba-tiba laki-laki tadi keluar kembali dan menghampiri mobil pak Sam membantu mereka menurunkan barang bawaan,karena merasa canggung Mona akhirnya ikut membantu mereka. Setelah semuanya selesai Mona mengikuti Bu Diah ke dapur membuat sarapan untuk mereka semua.
"Bu,tadi laki-laki yang bantuin bapak siapa?"
tanya Mona penasaran
"Oh,dia itu Fikri keponakan kami dari keluarga bapak kamu yah udah seperti kakaknya Wira deh"
"Oh,kirain siapa tadi tiba-tiba aja dia masuk ke rumah"
"Iya memang begitu,kalau tidak sedang di pabrik dia sering bantuin bapak di warung"
"Pabrik? dia kerja di pabrik ya Bu?"
"Bukan,ayah Fikri itu pengusaha kelapa sawit dan punya pabrik pengolahan minyak sawit. Dia juga yang sudah membantu ibu dan suami ibu menjadi seperti sekarang"
"Oh jadi begitu ya Bu,pasti bapak dan ibu bahagia sekali hidup di sini. Selain udaranya yang sejuk dan asri warga kampung sini juga sangat ramah"
"Tentu saja,tetapi ibu dan bapak masih meras kesepian karena setiap pulang dari warung hanya ada kami berdua di rumah. Makanya nak Mona ibu berharap kamu akan menetap disini bersama kami"
"Tapi apakah nantinya Mona justru tidak menyusahkan ibu dan bapak?"
"Kenapa harus menyusahkan? toh kamu sudah kami anggap seperti anak sendiri"
"Beneran Bu?"
"Iya,jadi gimana? kamu mau gak tinggal disini sama bapak dan ibu?"
"Mona sih mau-mau saja Bu,tapi Mona khawatir kalau kedepannya bakalan ngasih masalah ke ibu dan bapak"
__ADS_1
"Sttt,apapun yang terjadi kami akan selalu mendukung dan membantu kamu. Orang tua mana yang akan meninggalkan anaknya ketika dalam masalah"
"Andai saja,dulu orang tua kandung Mona seperti bapak dan ibu. Pasti kehidupan Mona sekarang lebih dari sekedar bahagia"
"Sudah-sudah kamu tidak perlu bersedih,kan sekarang bapak dan ibu ini juga orang tua kamu"
"Makasih banyak ya Bu udah mau mengangkat Mona seperti anak sendiri,Mona seneng sekali bisa merasakan lagi kehangatan dalam rumah"
"Iya sama-sama,kalau begitu kita bawa makanannya ke depan. Pasti bapak dan Fikri sudah menunggunya"
Mona dan Bu Diah keluar dari dapur menuju meja makan,di sana sudah terdapat pak Sam dan Fikri yang menunggu
"Kamu bantuin masak ibu Ndok?"
tanya pak Sam
"Iya pak,tadi sekalian ngobrol-ngobrol"
"Ngobrol apaan? sepertinya asyik sekali"
"Ngobrol banyak ya Ndok?"
ucap Bu Diah yang di balas senyuman dari Mona
"Kalau begitu Mona mandi dulu ya Bu, pak"
"Ya sudah sana,nanti gantian bapakmu itu"
Sembari menunggu Mona selesai mandi,mereka bertiga mengobrol di depan televisi menikmati kue putu yang Bu Diah beli di pasar tadi.
tanya Fikri
"Oh,dia itu Mona anak om"
"Anak om? bukannya anak Om cuma Wira ya?"
"Iya, sebenarnya dia adalah pengganti Wira yang akan menemani masa tua kami"
ucap Bu Diah
"Maksud ibu gimana?"
"Jadi begini pak,Mona menyetujui untuk tinggal bersama kita di sini"
"Kamu serius Bu?"
"Iya pa,Mona sendiri tadi yang bilang sama ibu"
"Syukurlah,jadi hari-hari kita nanti tidak perlu ada kesunyian lagi ke depannya"
"Semoga Mona betah ya pak"
"Iya Bu,oh ya Fikri Mona itu tunangan Wira yang akan menikah sebelum Wira meninggal. Jadi sejak saat itu kami sudah menggalinya sebagai anak kami sendiri"
__ADS_1
"Oh jadi begitu ya om,pantas saja dia pagi-pagi sudah ada di sini"
"Dia baru saja datang kemarin sore,kami senang sudah lama tidak melihatnya dan kemari untuk memutuskan bahwa akan menetap"
"Pasti om dan bulek senang sekali, apalagi kalau di lihat-lihat dia orangnya sangat ramah"
"Tentu,bukan hanya ramah dia juga baik hati dan sangat manis"
"Oh ya om kalau begitu Fikri pamit dulu ya om"
"Loh nak Fikri kok buru-buru,kita kan mau sarapan bareng"
"Kebetulan tadi Fikri kemari untuk menyampaikan perintah papa kalau sore ini om sama bulek disuruh ke rumah"
"Oh begitu,ada acara apa Fi?"
"Tasyakuran pabrik baru om"
"Wah wah,selamat ya akhirnya papa mu berhasil membuka cabang baru di Kalimantan"
"Iya om,semua ini juga berkat dukungan om sebagai adik papa yang sangat mahir tak tik bisnis"
"Kalau begitu sampaikan ke papamu kalau nanti sore kami akan datang,dan hati-hati di jalan"
"Baik om,kalau begitu saya permisi dahulu"
Setelah Fikri pergi Bu Diah dan Pak Sam bersiap-siap untuk pergi ke kios baksonya,sementara Mona telah selesai mandi dan menyusul Bu Diah yang tengah merapikan tempat tidurnya
"Bu..."
"Iya Mona ada apa?"
"Bapak sama laki-laki itu kemana?"
"Oh,bapak baru ambil stock bawang di gudang dan nak Fikri sudah pulang"
"Kita gak jadi sarapan bareng ya Bu?"
"Jadi,nanti sebelum berangkat ke kios ya"
"Ibu sama bapak ke kios?"
"Iya"
"Kalau begitu Mona ikut ya Bu?"
"Apa kamu gak mau di rumah saja? lagipula kamu baru saja datang semalam,apa kamu gak capek?"
"Enggak kok Bu,lagian Mona mau ngapain dirumah sendiri?"
"Ya sudah kalau begitu,kamu tunggu bapak dan ibu selesai bersiap dulu ya"
"Baik Bu"
__ADS_1
Sembari menunggu Bu Diah dan Pak Sam,Mona menikmati kue putu tadi di depan televisi. Selesai itu mereka sarapan bersama dan segera berangkat ke kios yang jaraknya lumayan jauh sekitar sepuluh menit dari rumah mereka. Kios bakso yang di pikiran Mona kecil dan berada di tempat terpencil ternyata justru sebaliknya,yang di sebut kios oleh mereka adalah sebuah restoran dengan menyediakan menu aneka olahan dari bakso dan sangat terkenal di Kalimantan.
Hari ini pertama kalinya Mona membantu,kondisi kios yang sangat ramai membuat Mona kuwalahan berada di kasir membantu Bu Diah, sementara Pak Sam mengurus barang kebutuhan pokok yang baru saja datang di bantu beberapa karyawannya. Meski sangat ramai banyak pembeli yang rela mengantri di luar untuk mendapatkan tempat duduk agar bisa menikmati olahan bakso kekinian khas usaha keluarga pak Sam.