
Mendekati hari pernikahan mereka,Mona semakin sibuk mengikuti kemauan keluarga Fikri terutama mamanya yang sangat antusias dengan pernikahan itu. Hari ini Mona dan Fikri di desak oleh nyonya Jenny agar segera mengurus segala persiapan mereka,mulai dari mensurvei gedung, testing makanan hingga prewedding dan cek decor.
Tepat pukul 10.00 Fikri sudah janjian akan menjemput Mona di resto milik pak Sam,kebetulan suasana hati Mona sedang baik hari ini di karenakan omset restoran bulan ini naik pesat.
Fikri tiba dan langsung menghampiri Bu Diah yang ada di kasir
"Pagi bulek"
"Eh Fikri,kamu cari Mona ya?"
"Iya bulek,dimana dia?"
"Sebentar ya,tunggu di sini dia lagi bersiap buat ketemu sama kamu. Oh ya kamu sudah sarapan?"
"Sudah kok bulek,lagian Mona bukan buat ketemu aku bulek melainkan hari ini kita memang ada acara survei gedung dan testing makanan sih"
"Oh begitu,testing dimana kalau bulek tahu?"
"Entah mama sih yang ngatur soal cateringnya,lagian kalau buat masalah itu Mona yang udah lebih dulu di kasih tahu sama mama"
"Oh begitu,oh ya coba nanti sebelum pergi pastikan dulu kemana arah tujuannya dari pada nanti kalau bolak balik kan sayang waktunya jadi kebuang Percumah"
"Ya nanti sih Mona yang jadi petunjuk jalannya"
Tiba-tiba pak Sam menghampiri mereka bersama Mona yang sudah siap untuk berangkat
"Fikri"
"Om,Mona"
"Hari ini acara kemana?"
"Itu om survei gedung sama testing makanan"
"Testing makanan?"
"Iya,itu kan rancangan jadwal hari ini yang mama kasih ke aku"
"Kan hari ini kita mau survei gedung,decor,dan fitting baju"
celetuk Mona
__ADS_1
"Lah bukannya testing makanan?"
"Ngapain di testing lagi? kamu gak percaya sama rasa masakan ibu dan bapak?"
"Ibu dan bapak? maksud kamu?"
"Jadi begini nek Fikri,mama kamu minta kalau catering semua dari resto kami. Jadi kalau kamu mau testing ulang juga gak apa-apa"
"Oh begitu bulek,maaf bulek soalnya mama gak ngomong soal ini ke aku"
"Iya gak apa-apa,ya sudah kalian buruan berangkat keburu siang ntar macet"
"Ya sudah kalau begitu Mona pergi dulu ya pak,Bu"
"Iya hati-hati ndok,Fikri bulek titip Mona ya"
"Iya bulek"
Mona dan Fikri berjalan menuju parkiran,Fikri sedikit menahan diri dan memutuskan untuk lebih berdiam dari pada membuat mood Mona jadi berantakan. Di perjalanan suasana di dalam mobil hanya terdengar lantunan lagu saja,tidak ada sapa menyapa dari masing-masing.
Hingga setelah Fikri selesai mengisi bensin Mona memulai percakapan di antara mereka
"Fik,kamu lagi puasa ya?"
"Kok aku lihat-lihat sedari tadi kamu cuma diem aja"
"Ohh maaf,aku bukannya gak mau ngomong cuma aku takut kalau nanti aku ngobrol ke kamu malah kamu nya badmood"
"Kok kamu bisa berfikiran begitu?"
"Ya,aku paham kalau selama ini kamu memang masih belum bisa menerima aku seutuhnya. Dan akhir-akhir ini saat kita bertemu selalu saja ada hal yang membuat kita bertengkar,jadi aku lebih baik diam dan berbicara ketika kamu bertanya atau seperlunya"
"Jadi kamu gak ada perjuangan gitu buat mendekatkan diri sama aku?"
"Ya mau bagaimana lagi,kamu sendiri seperti jaga jarak sama aku"
"Kamu ini sebenernya kenapa sih? aku ini cuma canggung dan merasa kalau aku gak pantes buat kamu"
"Kok kamu ngomong gitu sih? memangnya apa yang ada diri kamu sehingga kamu merasa gak pantes buat aku? aku sendiri bukan manusia sempurna Mon"
"Kamu tahu kan masa lalu aku? kamu tahu kan sudah berapa pria yang tidur sama aku? aku kotor Fik,aku bahkan jijik sama diri aku sendiri. Kamu pantes dan bisa dapetin yang lebih baik dari aku,yang lebih segala-galanya di bandingkan aku yang cuma sampah ini"
__ADS_1
ucap Mona sembari menitikkan air matanya karena teringat oleh masa lalunya yang kelam
"Stttt,kamu gak boleh ngomong gitu ya Mon. Apa yang ada di dirimu sekarang adalah Mona yang baru,masa lalu kamu itu lupakan saja. Aku anggap kamu tetap wanita baik-baik dengan masa depan bahagia bersama aku. Kalau kamu ngomong sempurna,aku sendiri juga gak sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik sang pencipta"
"Apa kamu gak merasa jijik jika nanti saat setelah menikah dan kita melakukan hubungan suami istri,kamu apa tidak terbayang-bayang dengan aku yang pernah tidur dengan laki-laki selain kamu suamiku nanti"
"Aku hanya melihat masa depan bersama kamu Mon,masa lalu kamu seburuk apapun itu akan aku hapus jauh-jauh dari kehidupan kita nanti. Aku mau kamu melupakan semua masa buruk kamu itu dan berpikir kalau aku akan merubah masa depan kamu menjadi lebih baik"
"Kamu yakin gak akan menyesal menikah dengan aku?"
"Aku yakin Mon,atas izin mama dan papa bulek dan om,serta Wira dan sang pencipta yang ada di atas sana. Aku mau kamu menjadi istriku satu-satunya dan untuk selamanya"
Mona menangis tersedu-sedu di depan Fikri,melihat wanita yang ia cintai begitu merasa lega setelah mengungkapkan semuanya Fikri langsung memeluk erat tubuh Mona dan mencoba untuk menenangkannya.
"Sekarang kamu percaya kan sama aku? kamu mau menerima aku ini yang mungkin saat ini masih belum bisa memenangkan hatimu"
ucap Fikri
"Jangan khawatir Fik,aku janji aku akan mencoba untuk meyakinkan diriku bahwa kamu pantas untuk berasa di sini"
ucap Mona sembari memegang dadanya
"Ya sudah sekarang kita lanjut perjalanan ke gedung?"
"Iya Fik"
Merekapun kembali menuju jalan setelah berhenti cukup lama di pom bensin untuk mengungkapkan keganjalan di hati masing-masing,untung saja jalanan ramai lancar sehingga dengan cepat mereka sampai di tujuan.
Mona dan Fikri turun dari mobil, kemudian tim WO menghampiri mereka berdua.
"Selamat pagi tuan Fikri dan nona Mona"
"Pagi"
"Perkenalan saya Dita dan ini rekan saya Habib dari WO yang akan membantu mempersiapkan pernikahan tuan Fikri dan nona Mona"
"Oh terima kasih mbak Dita dan Mas Habib"
"Oh ya kalau begitu mari kita masuk,kami sudah membuat beberapa rancangan tata letak keselurahan acara"
"Baik,mari kita lihat"
__ADS_1
Mereka berempat masuk ke dalam gedung dan melihat beberapa desain yang sudah di buat oleh tim WO,dari lima desain yang mereka bikin Fikri dan Mona setuju dengan desain yang kedua karena mengusung tema yang simpel dan elegan. Setelah menentukan tata letak dan decor lalu mereka menentukan beberapa tim dan juga tempat-tempat pendamping yang akan di gunakan untuk kebutuhan acara.