Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Di balik luluhnya Mona


__ADS_3

Ry kembali ke rumah dengan mobil yang di kendarai oleh Sony,mereka terheran kenapa para pengawal berkumpul di pos depan bukannya malah berjaga. Seketika setelah Ry dan Sony turun dari mobil mereka berdiri menyambut bosnya pulang.


"Selamat siang tuan"


ucap mereka


"Kenapa kalian diluar? bukannya jaga malah pada ngopi di sini"


tanya Sony


"Maaf tuan kami di suruh keluar karena..."


"Karena apa? karena tuan tidak ada dirumah makanya kalian santai-santai begini"


ucap Sony


Untung saja Andi maju dan menjelaskan pada Sony dan Ry yang sedang terjadi di dalam rumah.


"Nona Mona sedang berenang tuan,jadi kami harus tetap di luar sampai nona selesai"


ucapnya


"Oh jadi kalian di depan karena nona sedang berenang? baguslah kalau kalian paham peraturannya"


Ry tersenyum pada mereka semua,semua pengawal itu terkejut karena baru pertama kali ini mereka melihat Ry tersenyum pada mereka.


"Tuan baik-baik saja?"


tanya Sony


"Memangnya apa saya terlihat aneh?"


"Tidak tuan,maaf tetapi melihat tuan tersenyum seperti tadi begitu menakutkan bagi kami"


"Tenang saja,saya hanya senang kalian menghargai wanita saya yang sedang berenang di dalam. Sony kamu tolong pesankan mereka makan siang apapun yang mereka inginkan"


"Terima kasih tuan"


ucap semuanya


"Tapi tuan ada acara apa?"


"Ini reward untuk kerja keras kalian"


"Terima kasih tuan"


ucap mereka lagi


Ry kemudian berjalan masuk ke dalam rumah,menuju arah kolam renang. Melihat wanitanya yang sedang asyik di dalam air ia menanggalkan jasnya dan meletakkannya di kursi sambil menikmati pemandangan di hadapannya.


Setelah beberapa menit Mona tersadar bahwa Ry sedang mengawasinya,ia keluar dari air dan Ry memberinya handuk.


"Tumben sekali kamu berenang?"


tanya Ry


"Aku hanya merasa gerah saja"


"Kamu begitu kita ke kamar dan keringkan tubuhmu"


ucap Ry yang membawa Mona ke atas



Sesampai di kamar Ry memandang Mona dekat dengan pekat seperti akan menciumnya,namun Mona berusaha menghindari hal itu karena ia tidak ingin Ry terbawa nafsunya.


"Kenapa sayang?"


"Aku ingin berganti baju,rasanya di sini justru dingin."


Mona pergi ke kamarnya dan meninggalkan Ry dalam Keadaan setengah frustasi karena tak berhasil menggoda Mona.


Tiba-tiba suara ketokan pintu membuat Ry kembali bersemangat karena ia berfikir Mona kembali lagi dan merubah niatnya.


"Kenapa sayang"


ucapnya sambil membuka pintu

__ADS_1


Namun bukan Mona yang ia dapati tetapi Sita


"Maaf tuan jika saya mengganggu anda,saya hanya ingin memberitahukan bahwa nona Mona meminta saya memindahkan hadiah-hadiah tersebut dari kamarnya dan membawa barang-barangnya kembali ke kamar"


"Baiklah,lakukan saja apa yang dia mau. Buat ia senyaman mungkin agar betah tinggal di sini sampai hari pernikahan tiba"


"Baik tuan"


Di dalam kamar Mona merasa ada yang aneh dengan dirinya,semenjak ia kembali ke rumah ini ia merasa bahwa dirinya bukanlah ia yang dulu. Bahkan ia lupa bahwa Ry adalah pembunuh Adit dan menerima semua yang Ry berikan padanya. Setelah berganti baju Mona bermaksud menghampiri Ry di kamarnya namun sesampai di sana ia tidak mendapati Ry di dalam.


Ia turun ke bawah dan menemukan Sony yang baru saja keluar dari ruangan kerja milik Ry


"Sony tunggu"


teriak Mona


"Iya nona,ada yang bisa saya bantu?"


"Apa Ry ada di dalam?"


"Iya nona,tuan ada di dalam. Apa anda ingin bertemu dengannya?"


"Iya"


"Baiklah kalau begitu silahkan masuk nona"


Mona masuk ke dalam ruang kerja Mona dan mendapati Ry yang tengah membaca secarik kertas kecil


"Ry"


suara Mona mengejutkannya dan membuat Ru menyingkirkan kertas yang tadi ia pegang


"Ada apa sayang?"


"Aku ingin berbicara denganmu"


"biacara saja aku akan mendengarnya"


"Ini Soal pak Adit"


Pernyataan itu membuat Ry sedikit terkejut


"Ya memang,karena kamu yang membunuhnya"


"Sayang,yang sudah biarlah berlalu. Bukankah kamu juga sudah tahu kalau aku melakukan itu karena kamu"


"Aku hanya ingin tahu dimana kamu membawa jasad dia?"


"Tentu saja aku suruh Sony memakamkannya di tempat yang layak"


"Dimana? aku ingin kesana"


"Sayang,buat apa?"


tanya Ry yang semakin khawatir karena tidak biasanya Mona seperti ini


"Katakan saja dimana"


teriak Mona yang hampir terdengar dari luar


"Kamu sebaiknya istirahat ya,sepertinya kamu masih kecapean"


"Kenapa? kenapa kamu tidak mau mebertihaku?"


"Sayang,bukannya aku tidak mau memberitahu hanya saja itu sudah tidak penting"


"Kamu pernah mikir gak kalau keluarganya mencari dia? kamu pernah mikir gak betapa sedihnya keluarga pak Adit kalau tahu dia sudah tidak ada di dunia ini"


Ry sudah tidak sanggup lagi menahan emosinya,ia menggendong Mona ke meja kerjanya dan menekankan agar Mona tidak membahas soal kematian Adit lagi. Namun perhatian Mona justru teralihkan ke sebuah botol kecil berisikan obat yang ada di atas meja kerja Ry.


Ia mengambil botol kecil itu dan seketika Ry mengambilnya dari tangan Mona


"Itu bukankah obat itu seperti yang selalu aku minum setiap pagi?"


ucap Mona


"Iya sayang,ini vitamin aku juga mengkonsumsinya"

__ADS_1


"Vitamin? tetapi kenapa kamu memiliki banyak sekali di sini?"


ucap Mona


"Apa hari ini kamu tidak mengkonsumsinya sayang?"


Mona menggeleng,Ry semakin emosi karena kelalaian Sita yang tidak memberikan obat itu pada Mona.


"Kalau begitu sebaiknya kita makan siang dan minum vitamin dahulu biar kamu makin fit dan tidak terlalu kecapekan"


"Aku masih kenyang karena tadi sebelum renang aku memakan beberapa potong roti"


"Sudahlah ayo makan,masak kamu tidak ingin menemaniku makan?"


"Tapi aku masih kenyang Ry"


Karena tidak dapat lagi mengatasi sikap manja Mona Ry lepas kontrol dan membentaknya


"Kalau aku bilang makan ya makan tidak usah membantah ataupun menolaknya"


teriak Ry yang membuat Mona ketakutan


Melihat Mona yang terdiam takut dan mencoba pergi dari ruang kerja Ry,membuatnya tersadar bahwa apa yang barusan ia katakan salah


"Mona sayang maafkan aku,aku tidak bermaksud membentakmu"


ucap Ry sambil mengejar Mona


"Tuan ada apa?"


tanya Sony yang dari tadi menunggu di depan ruang kerja Ry


"Sony, sebaiknya kamu minta Sita antarkan makan siang dan obat untuk Mona ke kamarnya"


"Baik tuan"


Mona masuk ke dalam kamarnya dan menangis,ia takut akan hal yang baru saja terjadi. Kata-kata Ry seperti sebuah boomerang baginya,namun Ry yang sudah sampai di dalam kamar mencoba menenangkannya dan meminta maaf. Melihat kondisi Mona yang sangat ketakutan itu ia berusaha lemah lembut memperlakukan Mona.


"Sayang maafkan aku,aku tidak bermaksud untuk memarahimu"


Mona hanya diam dan menitikkan air mata, tiba-tiba Sita masuk dengan membawa nampan berisikan makanan dan obat yang tadi Mona pegang.


"Sekarang kamu makan dulu ya,biar aku suapin"


ucap Ry membujuk


Namun Mona tetap kekeh tidak mau makan,ia hanya diam dan terus diam.


Merasa dia gagal memberikan obat itu pada Mona,Ry keluar dan meminta Sony membawa Sita ke ruangannya. Sony membawa Sita ke dalam ruang kerja Ry disana nampak wajah Ry yang sudah penuh emosi


"Tuan memanggil saya?"


ucap Sita


Ry langsung menampar wajah Sita


"Bodoh kamu,bagaimana bisa kamu melewatkan sehari saja untuk tidak memberikan Mona vitamin itu"


"Maaf tuan,saya lupa kalau hari ini nona akan sarapan diluar,bahkan saya juga lupa menyiapkan makanan untuknya tadi sesampai di rumah"


"Kau tahu jika sehari saja dia tidak mengkonsumsi vitamin itu emosi dan pikiran Mona tidak dapat di kendalikan"


"Maaf tuan,saya tahu saya salah. Tolong maafkan saya tuan,ampuni saya"


"Bodoh kamu,sekali lagi kamu lalai aku akan membawamu ke tempat kak Leo agar menjadi santapan singanya"


"Ampun tuan tolong jangan lakukan itu"


Ternyata Sita adalah seorang ahli obat-obatan yang Leo pekerjakan untuk membuat obat pembunuh bagi para musuhnya,Ry memperkerjakan nya sebagai ahli meramu obat pengendali otak yang harus di konsumsi Mona setiap hari.


Sita keluar dari ruang kerja Ry dan kembali ke dapur,sedangkan Sony mencoba menenangkan bosnya agar tidak terlalu terbawa emosi.


"Tuan,sepertinya non Mona sudah sedikit curiga akan obat yang selalu ia konsumsi setiap hari,saya takut jika ia tahu maka dia akan meninggalkan anda lagi"


"Tenang saja,aku tidak akan membiarkan Mona tahu akan hal ini. Selama dia tidak keluar rumah tanpa pengawasan maka ia tidak akan tahu jenis apa obat yang selama ini dia Konsumi"


"Baik tuan"

__ADS_1


Terlihat betapa liciknya Ry menghalalkan segala cara untuk memilik Mona,meski semua yang ia lakukan adalah hal ilegal tanpa sepengetahuan orang lain selain mereka bertiga. Nampak sekali jika Leo tahu hal ini ia tidak akan membiarkan Ry terus menerus meracuni pikrian Mona karena ia tahu bahwa Ry adalah tipe orang yang tidak pernah puas akan hal besar apapun.


__ADS_2