
Sesampai di lokasi,Ry langsung memarkirkan mobilnya sembarangan ia juga membuat gaduh di pemeriksaan karena dirinya tak membawa undangan. Perdebatan antara Ry dan security tak terhindarkan hingga mengundang perhatian para tamu,Ry baku hantam dengan security dan membuat pesta itu berantakan untung saja Clire dan suaminya keluar untuk menghentikan semuanya.
"Hentikan semuanya"
teriak Clire
"Clire maafkan aku,aku tidak bermaksud merusak pestamu. Tapi aku kesini karena ada urusan penting"
"Ada apa Ry? bukankah urusan kontrak kerja kita sudah berakhir?"
"Aku kesini untuk mencari kakakku"
"Leo?"
"Ya"
Tiba-tiba Leo keluar bersama Mona di sampingnya,nampak wajah Mona sangat terkejut melihat kehadiran Ry di sana.
"Ry....? kamu ngapain disini?"
tanya Mona panik
"Kamu yang ngapain disini"
"Aku tentu saja kesini karena di ajak kak Leo"
"Pulang denganku sekarang"
"Enggak,aku gak akan pergi kemanapun"
"Sudahlah Ry,bukankah Mona telah memutuskan pertunangan kalian? ngapain kamu masih ngejar-ngejar dia?"
teriak Leo
"Kakak tidak berhak mengatur aku untuk meninggalkan Mona,dia hanya memutuskan ku secara sepihak dan aku menganggapnya tidak sah"
__ADS_1
"Tentu itu sah-sah saja jika di bandingkan dengan sikapmu yang tega mempengaruhi Mona dengan obat-obatan terlarang"
Ucapan Ry barusan membuat seluruh tamu yang ada di sana terkejut,ia tak habis pikir Ry tega melakukan hal itu kepada wanita. Beberapa orang menggunjing tentang apa yang baru saja Leo katakan tentu itu tidak baik untuk citra seorang Ry.
Dengan paksa Ry menggeret pergelangan tangan Mona dan ingin membawanya pergi,tetapi Leo juga memegang pergelangan tangan Mona satunya. Kini Mona sudah seperti barang yang di perebutkan,melihat kondisinya yang semakin menjadi bahan pembicaraan orang lain ia menghentikan tangannya
"Kalian apa-apaan sih? seperti anak kecil saja. Aku ini bukan barang yang bisa kalian bawa ke sana kemari,aku tuh capek setiap saat kalian bertengkar seperti ini gara-gara aku. Lebih baik aku yang pergi saja"
teriak Mona lalu pergi keluar meninggalkan pesta itu
Ia berlari tak tentu arah dan menaiki taksi,Ry dan Leo mengejarnya namun Percumah saja ia segera mengambil mobil masing-masing dan mengejar Mona.
Mona berhenti di sebuah taman dan duduk di kursi yang ada disana,ia menangis meratapi nasibnya yang malang itu. Ry dan Leo tiba juga di taman tersebut,mereka segera berpencar mencari keberadaan Mona hingga hampir tiga puluh menit mereka bertemu kembali di air mancur yang ada di taman tersebut.
"Semua ini gara-gara kamu,kalau kamu gak muncul di pesta itu pasti Mona tidak akan pergi seperti ini"
teriak Leo
"Kamu yang salah kak,kenapa kakak memaksa untuk membawa Mona pergi dari rumah. Kakak tidak punya hak melakukan itu semua karena dia masih tunangan ku"
"Apa maksud kakak?"
"Pembunuhan Adit orang yang satu-satunya selalu membantumu tega-teganya kau lenyap kan"
"Itu semua karena dia mengkhianati ku dan lebih memilih untuk membantu temannya yang mencuri Mona dariku"
"Wira maksudmu? kau bahkan tak jauh bed dari seorang pembunuh,bagaimana jika Mona tahu kalau kamu yang membunuh Wira?"
"Dia tidak akan tahu,karena semua itu adalah kecelakaan"
"Kecelakaan yang kau sengaja bukan?"
"Ya,aku memang membunuh Wira karena sudah terbit akan oleh cemburu,aku tidak akan biarkan siapapun menghalangiku untuk mendapatkan Mona apalagi sampai dia merebutnya dariku"
Leo dan Ry tak menyadari bahwa di belakang air mancur itu Mona telah duduk dan mendengar semua pembicaraan mereka,Mona menangis sejadi-jadinya mengetahui bahwa orang yang telah membunuh Wira calon suaminya adalah laki-laki yang selama ini membantunya yaitu Ry.
__ADS_1
Ia berusaha menahan semuanya dan tetap tenang,kemudian berdiri menghampiri Leo dan Ry. Betapa terkejutnya mereka melihat Mona yang ada di hadapannya dengan air mata yang membasahi pipi lembutnya itu
"Mona...!!!"
teriak mereka bersamaan
"Aku gak nyangka ternyata selama ini yang membunuh Wira adalah orang yang paling aku percaya,kenapa kamu tega melakukannya Ry? kenapa?"
"Mona dengerin aku dulu,semuanya gak seperti yang kamu bayangkan"
"Gak seperti? kamu mengakuinya sendiri,sebaiknya aku melaporkan kamu ke polisi sekarang juga"
Mona mengambil ponselnya untuk menghubungi polisi tetapi Leo mencegahnya dan merebut ponselnya.
"Berikan ponselku"
"Mona tunggu,sebaiknya kita pulang dulu dan selesaikan semuanya dengan kepala dingin"
"Berikan ponselku kak,aku tidak akan membiarkan kejahatan ini berlarut-larut lagi,aku sudah menyaksikan Ry membunuh pak Adit dan sekarang ia mengakui bahwa dia yang membunuh Wira"
"Aku tahu dia salah,tapi kita pulang dulu dan menyelesaikan semuanya setelah itu kamu mendengar penjelasan Ry kamu boleh melaporkan dia ke polisi"
Akhirnya Mona menyetujui hal tersebut dan ikut Leo beserta Ry pulang ke rumah,sesampai disana mereka membicarakan kembali hal tersebut. Mona semakin menangis setiap mendengar pengakuan dari Ry tentang pembunuhan terhadap Wira dan juga bukti cintanya kepada Mona yang melatarbelakangi dia melakukan semua ini.
Mona tak sanggup mendengar semua itu, bagaimanapun Ry salah dan dia harus di hukum. Namun di sisi lain Leo berusaha meminta Mona agar memberikan sedikit maafnya untuk sang adik
"Coba kamu pikirkan kembali keputusan untuk membawa masalah ini ke polisi Mon,bukan hanya Ry yang akan masuk penjara tetapi juga aku. Karena aku juga menyembunyikan kejahatan dia selama ini"
"Aku tidak tahu lagi kak,bagaimana cara agar bisa memaafkan dia. Bahkan untuk memandang wajahnya saja aku merasa jijik,dia tidak hanya membunuh calon suamiku tetapi juga menghancurkan kehidupan ku"
"Iya aku tahu,maka dari itu Ry kamu harus terima kenyataan bahwa antara kamu dan Mona sudah tidak ada lagi ikatan apapun"
"Tapi kak"
"Atau kamu harus mendekam di penjara karena perbuatan mu yang menghilangkan nyawa orang dan juga memberikan obat-obatan terlarang pada Mona."
__ADS_1
Akhirnya keputusan itu di setujui bersama,Ry memutuskan pertunangannya dan antara ia dan Mona sudah tidak adalagi hubungan apapun. Ry pergi dengan wajah putus asa,semuanya kini sia-sia orang yang ia perjuangkan sudah membencinya bahkan memutuskan untuk tinggal bersama sang kakak yang telah menolongnya selama ini. Hati Ry sakit sekali melihat semua ini, kesalahannya di masa lalu menjadi sebuah boomerang untuk dirinya sekarang,untung saja Mona masih bermurah hati untuk tidak membawa masalah ini ke ranah hukum. Sementara Ry menyesali semuanya,Mona kembali membangun lembaran hidup baru berkat bantuan Leo.