Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Pertemuan pertama Leo dan Mona


__ADS_3

Hari ini dokter sudah memperbolehkan Mona untuk pulang, Ry yang sudah membereskan semuanya segera membawa Mona pulang ke rumah. Di perjalanan Mona sangat antusias dengan sebuah toko kucing yang lucu ia berencana mengajak Ry untuk berhenti dan mengunjunginya tetapi ia mengatakan bahwa dirinya alergi terhadap kucing. Hampir membuat Mona kesal,tetapi dia harus memahami jika selama ini dia tinggal di rumah Ry dan tidak bisa memaksanya begitu saja.


Sesampai dirumah Mona turun dari mobil dan di sambut oleh anak buah Ry,mereka senang akhirnya Mona kembali ke rumah itu dengan keadaan sehat. Ry menggendong Mona menuju kamarnya,ia merasa seperti pasangan yang baru saja menikah,menikmati setiap detik yang berharga bersama Mona membuatnya bahagia.



"Apa yang kau lakukan Ry?"


"Aku hanya ingin mengantarmu ke kamar saja"


Setiba di lantai atas,Ry justru membawa Mona ke dalam kamarnya dan meletakkannya di tempat tidur,Mona yang bingung berusaha bangun tetapi Ry menghalanginya dan justru malah ikut tidur di samping Mona,ia memeluk tubuh mungil itu dan memejamkan matanya.


"Tetaplah seperti ini sebentar saja sayang"


bisik Ry


Mona memahami bahwa saat ini Ry sedang manja kepadanya,akhirnya ia menuruti kemauan Ry dan ia juga ikut terlelap juga.


Jam tangan Ry menunjukkan pukul 15.00 ia menggeliat pelan sembari melepaskan tangannya yang berada di bawah kepala Mona,ia bangun pelan-pelan supaya Mona tidak ikut terbangun juga.


Ry berjalan menuju kamar mandi dan mencuci mukanya,selepas itu dia turun ke bawah meminta pada pelayan dapur untuk menyiapkan camilan serta makan malam. Hari ini Ry berencana mengajak Mona untuk menonton film di rumah untuk menghibur kebosanan wanitanya, sementara itu ia belum juga melihat Sony kembali dari rumah Leo ia mencoba bertanya pada anak buahnya namun mereka mengatakan bahwa Sony sudah berada dalam perjalanan pulang.


Sayup-sayup Mona membuka matanya ia tak lagi mendapati Ry di samping tempatnya tidur,dia duduk sebentar lalu keluar kamar menuju kamarnya sendiri dan berganti baju. Saat hendak turun ke bawah tiba-tiba terdengar suara gaduh di halaman depan,Mona segera berlari ke balkon untuk melihatnya disana sudah berada Ry dan beberapa orang asing yang Mona tidak pernah lihat.


Nampak Ry begitu menyambutnya dan orang itu terlihat akrab dengannya,Mona memutuskan turun untuk mengetahui lebih lanjut apa yang terjadi di bawah.


Saat hendak menuruni tangga beberapa mata tertuju padanya terutama laki-laki yang berada di samping Ry,ia tersenyum melihat Mona yang menghampiri Ry.


"Apakah dia Mona?"


ucap laki-laki tersebut


"Iya kak,dia adalah Mona"


Laki-laki itu mengulurkan tangannya,dan Mona menjabatnya dengan senang tetapi laki-laki itu justru mencium telapak tangan Mona dan membuatnya sedikit risih.


"Maaf mungkin ini hal baru untukmu Mona"


ucap laki-laki itu


"Iya"


jawab Mona ketus


"Oh ya sayang,ini adalah kak Leo dia yang membantu aku sampai bisa menjadi seperti sekarang"


Oh ternyata ini laki-laki bernama Leo itu,orang yang pernah memberinya hadiah mobil mewah padanya.

__ADS_1


"Maaf kak,aku tidak tahu jika itu kamu"


"Tidak apa-apa,ternyata kamu lebih cantik dari apa yang Ry sering ceritakan"


"Kak Loe bisa saja"


"Oh ya kak,mari kita duduk sambil menikmati kopi di taman samping rumah"


"Boleh juga ide kamu,ayo Mona"


"Tidak kak,nanti saya menyusul saja. Saya akan mandi terlebih dahulu"


"Baiklah"


Mona melihat Ry dan Leo pergi menuju taman mereka sangat akrab dan layaknya kakak adik,tetapi yang membuat Mona penasaran bukankah Almarhumah Bu Siti hanya memiliki Arief sebagai anak tunggal.


Mona segera pergi mandi dan bersiap untuk turun ke bawah,ia mengenakan dress santai untuk menemani kekasihnya menyambut sang kakak.


Di dapur para pelayan tengah menyiapkan makan malam dan menata beberapa hidangan di dapur,Mona melihat mereka yang tengah sibuk sehingga berniat untuk membantunya


"Apakah semuanya belum selesai?"


"Belum nona,masih ada beberapa hidangan yang perlu kami sajikan"


"Ini sudah lebih dari cukup untuk kami makan"


"Astaga,kenapa pria itu sangat Maruk"


ucap Mona


"Apa di dalam kulkas masih terdapat buah-buahan?"


"Masih nona,ada strawberry,melon,anggur,pear,dan alpukat"


"Baiklah,keluarkan semuanya dan bawa kemari akan ku buat salad siapa tau Ry dan kak Leo menyukainya"


"Baik nona"


Mona dengan lihai memainkan pisau di tangannya,satu persatu buah ia kuliti dan di potong sesuai bentuknya para pelayan takjub karena Mona hanya membutuhkan waktu kurang lebih sepuluh menit untuk menyelesaikan salad buah buatannya.


"Wah kelihatannya enak nona"


ucap salah satu pelayan


"Cobalah"


ucap Mona sambil menyodorkan satu mangkok berisi salad buah buatannya

__ADS_1


"Tidak nona,kami akan memakannya setelah nona dan tuan selesai"


"Kenapa?"


"Kami dilarang keras mendahului makan sebelum tuan dan nona selesai"


"Astaga,tidak ada seperti itu ini aku berikan untuk kalian cobalah"


"Tapi nona?"


"Kalau kalian menolaknya sama saja kalian tidak menghargai ku"


"Baiklah nona,kalau begitu kami akan memakannya"


ucap pelayan tersebut dengan sedikit takut


"Jangan khawatir Ry tidak akan memarahi kalian,aku yang akan tanggung jawab jika itu terjadi"


"Terima kasih nona"


"Oh ya,tolong simpan salad ini di kulkas hidangkan saja setelah makan malam selesai"


"Baik nona"


Mona segera melangkah keluar dari dapur dan mengecek meja makan apakah semuanya sudah lengkap,saat itu juga Ry dan Leo masuk ke dalam rumah karena hari sudah mulai petang. Melihat kekasihnya yang ada di area dapur Ry segera memintanya pergi


"Sayang apa yang kamu lakukan disana?"


ucap Ry yang membuat para pelayan terkejut


"Aku hanya membantu menyiapkan makan malam"


"Untuk apa,biarkan mereka saja"


"Sudah tidak apa-apa,lagian makan malam hari ini harus benar-benar special karena kita kedatangan seorang tamu penting"


ucap Mona


"Terima kasih Mona kamu begitu baik"


imbuh Leo


"Oh ya kenapa kalian tidak segera pergi mandi,sementara semua ini sudah selesai"


"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu aku akan membawa kekasihmu yang bawel ini ke kamarnya"


ucap Leo

__ADS_1


Leo dan Ry bergegas menuju lantai atas,mereka terlihat akrab seperti kakak beradik sedarah tapi pertanyaan apakah memang seperti itu masih terlintas di pikiran Mona.


__ADS_2