
Mona dan Sita menikmati sunrise pagi ini,mereka sembari bermain air di tepi pantai bercengkrama dan berjemur untuk merasakan manfaat sinar matahari pagi. Dengan baju seksi dan minim membuat Mona nampak seksi di pandangan mata-mata nakal apalagi ia hanya bersama teman perempuan tanpa sepengawasan laki-laki, tiba-tiba seorang pria menghampirinya dan berusaha menggodanya para pengawal yang memperhatikan dari jauh segera menuju arahnya tetapi belum sempat sampai tujuan sita telah berhasil mengusir para laki-laki mata keranjang tersebut.
"Nona sebaiknya kita segera kembali ke kamar karena saya rasa sudah terlalu panas di sini,apalagi nona sendiri belum sarapan kan?"
"Betul juga,ayo Sita lagipula perutku sudah lapar"
Mereka berdua berjalan menuju hotel dan masuk ke dalam kamar masing-masing,begitu para pengawal yang mengikutinya dari jauh. Sesuai perintah Ry bahwa mereka di minta untuk mengawasi Mona dari kejauhan agar tidak curiga.
Mona makan pagi bersama Sita di cafe hotel setelah selesai mereka memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar hotel sembari menikmati beberapa makanan kaki lama yang menggoda selera Mona,mereka berdua terlihat bahagia hingga suatu ketika Mona bertemu dengan Dendra yang tengah menginap di hotel yang sama karena perjalanan bisnis
"Mona? kamu Mona kan?"
"Iya,oh Dendra"
"Hay tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini"
"Iya aku juga,oh ya kamu ngapain di sini?"
"Oh aku ada beberapa pekerjaan di sekitar sini dan menginap di sini untuk beberapa hari"
"Oh jadi begitu"
"Iya,kamu sendiri"
"Emb aku lagi liburan"
"Berdua aja? suamimu mana?"
"emb kebetulan Ry lagi ada kerjaan di luar negeri jadi yah liburan sendiri deh. Oh ya Den kenalin ini Sita dia asisten aku,dan Sita kenalin ini Dendra suami adik aku"
mereka berdua saling berkenalan untung saja laki-laki itu adalah sepupu ipar Mona kalau tidak Sita pasti sudah melaporkannya pada Ry.
"Oh gitu,oh ya kamu malam ini ada acara?"
"Nggak ada sih,memangnya kenapa?"
"Aku dengar-dengar di sekitar sini ada all you can eat yang baru buka loh,untuk temanya sendiri sih menu barbequean begitu"
"Lalu?"
__ADS_1
"Emb kamu dan temen mu keberatan gak kalau aku undang untuk makan disana malam ini? ya gak lucu aja gitu kalau all you can eat tapi mejanya cuma satu orang aja"
"Emb boleh juga,kalau gitu nanti jam 19.00 aku tunggu kamu di lobby"
"Okey"
"Aku masuk dulu ya"
"Iya hati-hati"
Mona tidak bicara panjang lebar perihal Dendra yang baru saja ia temui bahkan Sita juga tidak bertanya banyak siapa laki-laki itu karena menurutnya jika dia adalah sepupu ipar Mona sudah pasti kalah Ry akan mengizinkannya.
Sita mengetuk pintu kamar Mona dan terdengar suara Mona yang mengizinkannya masuk, tiba-tiba ia begitu terpesona melihat Mona yang begitu cantik hanya untuk makan malam bersama sang kakak
"Nona anda mau kemana?"
"Maksud kamu? kita kan mau makan malam bersama sepupu aku"
"Tapi baju yang nona kenakan apa tidak berlebihan?"
"Emb tidak nona,kalau begitu kita segera turun saja"
"Oke,ayok"
Mona dan Sita turun ke lobby dan di sana Dendra sudah menunggu mereka,ia terpana dengan penampilan Mona yang begitu anggun meski sederhana.
"Kamu kenapa Den?"
"Oh enggak,aku hanya sedikit kaget siapakah wanita di hadapanku ini"
"Apa aku aneh?"
"Tidak"
"Lalu?"
"Hanya saja kamu terlihat cantik dengan kaca mata itu"
__ADS_1
"Oh ini,aku membelinya tadi siang saat jalan-jalan. Ya terlihat mewah kan jika ku pakai meski harganya hanya lima puluh ribuan saja"
"Tidak melulu soal harga,karena yang terpenting siapa pemakainya"
"Wih jago gombal kamu sekarang,pasti adikku bangga dong punya suami kek kamu"
"Hah rumah tangga kami tidak sebahagia yang terlihat"
"Kenapa?"
"Sudahlah kita buruan berangkat saja,gak ada gunanya juga kan di bahas"
"Yokk"
Malam itu Dendra begitu bahagia dapat berjumpa dan menikamti makan malam bersama mantan kekasihnya, apalagi setelah kejadian itu hubungan mereka tidak pernah sedekat ini lagi. Ternyata di sela-sela keberadaan Dendra di sekitar Mona di jadikan alat untuk para anak buah Leo yang sedang memata-matainya,mereka mengambil gambar saat Mona hanya berdua dengan Dendra dan mengirimkan semuanya pada Leo. Jelas saja hal ini menjadikan senjata untuk Leo yang berusaha menghancurkan hubungan Mona dan Ry secara diam-diam.
Ia menggunakan ponsel lain dan mengirimkan foto-foto itu pada Ry,sedangkan Ry yang masih sibuk dengan pekerjaannya yang tengah berhasil membujuk kolega Leo akhirnya tuntas. Urusan mereka kini telah selesai,Ry yang lelah pergi ke kamarnya dan segera mandi setelah itu ia mengecek ponselnya dan melihat foto-foto tersebut.
Tak perlu waktu lama hal itu membuat Ry kebakaran jenggot bahkan tanpa pikir panjang ia langsung menelfon Mona yang sudah tertidur itu,Ry yang gegabah mengirimkan foto-foto itu dan mengatainya seorang wanita murahan yang mudah tergoda oleh rayuan mantan kekasihnya,bahkan dia juga menyebut Mona sebagai pelakor dalam rumah tangga adiknya.
Ry yang buntu dengan pikirannya mengajak beberapa anak buah Leo untuk minum dan bersenang-senang di sebuah club,Leo yang sudah tahu akan hal ini menyiapkan seorang wanita untuk menggoda Ry yang tengah mabuk karena emosi. Ry yang marah ingin melampiaskan semuanya akhirnya mengajak wanita suruhan Leo ke hotel tempatnya menginap dan tidur bersama tentu saja hal tersebut tidak luput dari para orang suruhan Leo,mereka mengambil beberapa gambar saat Ry tidur dengan wanita itu dan mengirimkannya pada Leo.
Leo sangat senang akhirnya rencananya akan berhasil ia juga menggunakan nomer lain untuk mengirimkan foto-foto Ry pada Mona,ia tiada hentinya tertawa bahagia melihat Mona dan Ry yang sebentar lagi akan bertengkar hebat dan ujung-ujungnya berpisah.
Keesokan harinya saat Mona menggosok gigi ia memainkan ponselnya dan melihat dua puluh kali panggilan tak terjawab dari Ry dan pesan yang menumpuk,ia membukanya dan betapa terkejutnya Mona saat melihat dirinya dan Dendra dalam foto itu sedang makan semalam dan parahnya lagi kata-kata yang Ry lontarkan telah menyakiti hatinya dan membuat Mona menangis.
Ia melemparkan ponselnya ke atas tempat tidur dan menangis sesenggukan di bawah pancuran air shower,meski dia tahu salah telah pergi dan makan bersama Dendra tanpa pamit tetapi tidak sepantasnya Ry mengatakan kata-kata keji yang tidak pernah Mona lakukan.
Sita yang masuk ke dalam kamar Mona untuk mengajaknya sarapan terkejut melihat Mona yang duduk kedinginan di bawah shower sontak ia segera mengambil handuk dan membawa Mona keluar
"Nona ada apa? kenapa nona begini?"
tanya Sita yang khawatir
Mona hanya terdiam dan terus menangis,beberapa saat kemudian ponsel Mona kembali berbunyi dan ternyata pesan yang Leo semalam kirim belum di baca oleh Mona tetapi ia sudah mengirimkannya lagi.
Mona mengambil ponselnya dan tangisannya semakin menjadi-jadi saat melihat foto-foto Ry yang telanjang bersama wanita lain di atas tempat tidur,Sita yang berada di sebelahnya ikut melihat hal itu dan seketika terdiam. Ia tak menyangka bahwa hal inilah yang membuat wanita setenang Mona menangis seperti ini
"Nona tolong tenanglah nona,saya tahu perasaan anda saya paham bagaimana di posisi anda"
__ADS_1
Mona hanya terus menangis dan menangis di dalam pelukan Sita hingga akhirnya ia tak sadarkan diri,Sita yang mencoba membangunkannya tetapi Mona tak menyahut akhirnya ia memutuskan untuk memanggil bantuan dan seorang petugas datang memeriksa Mona. Dari keterangannya Mona mengalami shock dan pingsan apalagi badannya yang dingin karena terlalu lama merendam diri.