Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
Hari Bahagia Mona & Fikri Part 3


__ADS_3

Pagi-pagi sekali suasana rumah sudah sangat ramai,Mona terbangun tepat pukul 06.00. Para lelaki sibuk di belakang rumah memotong kambing sedangkan para perempuan sibuk di dapur memasak sarapan untuk semuanya. Bu Diah yang sibuk menyiapkan Snack untuk para tamu begitu antusias,Mona keluar dari kamar dan langsung di sambut hangat oleh para tetangga.


"Mbak Mona buruan mandi gih,bentar lagi tukang make up nya datang loh"


"Kan acaranya masih jam 08.00 Bu"


"Pokoknya mbak Mona gak boleh kecapean lho ya"


"Iya Bu"


Tiba-tiba ia mendapat pesan dari mama mertuanya yang berisi bahwa hari ini acara lamaran mereka akan berlangsung lama,ia meminta agar Mona sarapan dan minum vitamin agar tidak kewalahan nantinya.


"Bu,Mona keluar sebentar mau ke apotik"


ucap Mona yang sudah berdiri di belakang Bu Diah


"Kamu itu mbok di rumah saja to nduk,biar ibu suruh yang lain"


"Tapi semuanya sibuk Bu,Mona tidak ingin merepotkan siapa-siapa"


"sudah biar ibu minta tolong keponakan kamu,sekarang kamu mandi terus sarapan ya. Ini sudah setengah tujuh"


"Iya Bu"


Mona hanya bisa mengikuti perintah dari sang ibu,ia segera pergi ke kamarnya mengambil beberapa pakaian dan langsung masuk ke kamar mandi. Setelah selesai mandi salah seorang anak kecil menghampirinya


"Mbak Mona ini obatnya"


ucap anak laki-laki itu sembari memberikan kantong berisikan vitamin yang Mona pesan tadi


"Oh iya makasih,nama kamu siapa?"


"Aku Rizal mbak anaknya Bu Tika"


"Oh,iya makasih ya Rizal"


"Sama-sama mbak"


Mona langsung kembali ke kamarnya dan menunggu tim MUA datang,namun yang datang justru Bu Diah membawa nampan berisi sarapan untuk putrinya.


"Ndok kamu makan dulu ya, vitaminnya udah di berikan Rizal kan?"


"Udah Bu"


"Ya sudah kalau begitu kamu minum setelah sarapan,habis itu kamu jangan keluar-keluar lagi karena tim make up sudah di depan"


"Iya Bu"


Setelah selesai sarapan tim make up segera masuk ke dalam kamar dan membantu Mona bersiap,kurang lebih empat puluh lima menit Mona berada di sana.


Tepat pukul 07.50 seluruh rombongan keluarga Wira telah hadir,semuanya sudah berkumpul di depan dan tinggal menunggu Mona selesai. Dengan di balut jas hitam dan dasi senada khas Fikri ia tampil menyita banyak perhatian orang.



Selain nampak gagah Fikri juga terlihat tampan seperti idaman para kaum hawa.


"Baru kali ini om lihat kamu pakai setelan jas lengkap Fik"


ucap Pak Sam


"Lagipula ke kantor dia juga gak mau pakai jas kok Sam,jadi percuma saja dia mengoleksi jas import di rumah"


imbuh nyonya Jenny


"Ya begitulah anak muda sekarang"


celetuk tuan Bayu


Tak berselang lama Mona keluar di dampingi sepupunya dan juga rekan dari MUA,semua mata tertuju padanya. Tidak ada yang mengira bahwa wanita itu adalah Mona,sungguh cantik bak bidadari bahkan pak Sam dan Bu Diah tidak menyangka Mona secantik itu jika mengenakan make up. Apalagi dengan balutan kebaya modern yang nyonya Jenny berikan menambah kesan mewah seperti bidadari sungguhan.



Tuan Bayu tertawa melihat putranya yang bengong tak bisa mengalihkan pandangannya


"Fik... Fikri sadar kamu"


"Pah itu beneran Mona?"

__ADS_1


"Iya"


"Wanita secantik itu akan menjadi istriku pah?"


"Memangnya kamu gak mau?"


"Siapa yang gak mau? tetap saja Fikri maulah pah"


"Mama gak salah pilih menantu kan pah,lihat wanita polos seperti Mona yang tidak tersentuh make up sekali di poles langsung berubah menjadi bidadari"


"Iya mah,bahkan sekalipun ada lagi yang seperti Mona papa juga mau"


nyonya Jenny langsung melayangkan cubitan tepat di perut suaminya hingga membuat ia meringis kesakitan


"Bercanda ma"


Mona duduk di samping Pak Sam dan Bu Diah sementara pembawa acara menyampaikan sepatah dua patah kata tanda bahwa acara telah di mulai.


Setelah rangkaian acara di mulai kini tiba saatnya Nyonya Jenny dan Fikri maju untuk menyematkan cincin beserta perhiasan lainnya kepada Mona. Cincin berlian turun temurun dari keluarga Tuan Bayu akhirnya jatuh ke tangan Mona,cincin emas bertahta Swarovski melingkar di jari manis Mona.


Tak lupa nyonya Jenny mengenakan kalung berlian di leher calon menantunya itu,setelah semua selesai giliran Mona menyematkan cincin ke tangan Fikri namun tiba-tiba air matanya jatuh seperti ada yang mengganjal di hatinya. Bu Diah yang menyadari hal itu langsung memegang erat lengan putrinya sembari membisikan kata-kata


"Yakinkan hati kamu ndok,kamu ingat bahwa Wira juga menginginkan hal ini terjadi dan ia juga sudah merestui kalian"


Akhirnya Mona berusaha kuat memasangkan cincin di jari manis Fikri,setelah semuanya selesai tinggal acara penutup dan beberapa hiburan lainnya.


Acara selanjutnya adalah penentuan tanggal pernikahan mereka,pihak Fikri meminta agar dua Minggu ke depan menjadi tanggal pernikahan mereka. Namun Fikri meminta agar semua itu Mona yang menentukan,ia tak ingin memaksa Mona untuk terburu-buru menyerahkan hidupnya pada pernikahan ini.


Semua pihak setuju karena memang semua ini serba mendadak apalagi mengetahui kedua orang tua Fikri sebulan lagi akan berangkat ke Jepang tentu itu bukanlah hal mudah bagi Mona. Setelah semua acara selesai merekapun menikmati hiburan yang ada.


Di apit oleh Bu Diah dan nyonya Jenny, Mona hanya dapat terdiam mengikuti susunan acara,meski mereka tinggal di Kalimantan namun mereka menggunakan cara modern untuk pernikahan ini.


Acara berlangsung meriah dan berjalan lancar,tepat pukul 11.00 acara di tutup beberapa tamu sudah kembali ke rumah masing-masing begitu juga keluarga Fikri. Setelah semuanya selesai Mona di minta Bu Diah agar menunggu di kamarnya dan jangan keluar sebelum sang ibu memanggil.


Tiba-tiba beberapa teman Mona di Jakarta menghubunginya,ia mendapat nomer ponsel Mona dari akun sosial medianya yang baru-baru ini ia buat.


Christin adalah salah satu teman Mona saat bekerja di Jakarta dulu,ia menelfon Mona karena shock melihat postingan Fikri di sosial media yang mengepost fotonya bersama Mona dengan caption engagement.


Ponsel Mona berdering,namun itu dari nomer tak di kenal. Karena boring Mona mengangkatnya


"Hallo Mona"


"Ini siapa ya?"


"Aku Christin,kamu masih ingat aku kan?"


"Christin?"


"Iya Christin yang kerja di kantor jaksa"


"Bagian arsip?"


"Iya bener"


"Astaga Christin,kamu dapet nomer aku dari mana?"


"Dari sosial media kamu lah"


"Hah,kok kamu tahu sosial media aku?"


"Ya masak enggak sih,habis crazy rich bagian Indonesia Barat idaman para wanita memposting foto bersama loe, apalagi dia tag akun kamu"


"Hah crazy rich Indonesia Barat,maksud kamu apa sih?"


"Itu laki-laki yang bakal loe nikahin. Masak loe gak tahu sih siapa dia?"


"Tunggu-tunggu maksud kamu Fikri?"


"Yes, Fikri Greg Samudra dia itu orang terkaya di Indonesia bagian barat loh. Masak sama calon suami loe sendiri gak tahu sih?"


"Sumpah yah Chris aku kenal dia tuh barusan,bahkan pernikahan ini itu karena perjodohan"


"Hah,perjodohan? siapa yang jodohin loe? bukannya lie sebatang kara ya Mon? ya maaf sih tapi kan keluarga loe gak mau ngakuin kamu"


"Ceritanya panjang,pokoknya dia itu sepupu tunangan aku waktu di Jakarta"


"Si Wira maksud kamu?"

__ADS_1


"Iya"


"Eh bukannya loe udah tunangan sama dia,kok sekarang loe justru tunangan sama sepupunya sih"


"Ya maka itu ceritanya panjang"


"Tapi it's okey sih kalau loe dapetin tuh cowok,yang penting Wira bisalah bagi ke gua"


"Kalau Wira masih ada,aku juga gak bakalan tunangan sama dia"


"Hah maksud loe?"


"Ya Chris,jadi Wira itu udah gak ada. Loe tahu kan kasus penembakan yang ada di Senayan?"


"Iya tau,jadi dia adalah Wira?"


"Iya"


"Oh my good,gak gak mungkin itu Wira loe jangan bohong deh"


"Ya kalau kamu gak percaya baca aja artikelnya,bahkan pembunuhnya baru-baru belakang ini kok ketangkep"


"Gila ya,siapa sih yang berani-beraninya ngebunuh pangeran setampan Wira"


"Aku sendiri juga gak habis pikir kalau yang ngebunuh Wira itu mantan kekasih aku"


"Hahh.... Astaga Mon,loe kenapa bisa sih punya pacar sebangsat itu"


"Ya tadinya dia dendam karena aku akhirnya menikah dengan laki-laki lain,tapi menjelang pernikahan aku justru hal itu terjadi"


"Embbb Mona aku turut berduka ya,pantesan aja loe terus ngulang dan resign tanpa alasan apapun"


"I know,semua itu kesengajaan yang di lakukan bajingan itu. Dia nyulik aku dan nyekap aku di rumahnya"


"Oh my good,Mona ternyata selama ini hidup kamu gak pernah bahagia. tapi sekarang aku seneng kok karena akhirnya kamu mendapatkan laki-laki paling sempurna"


"Apaan sih Chris,gak ada yang lebih sempurna di bandingkan sang pencipta"


"Yes,I know that. Oh ya be the way sekarang loe berarti di Kalimantan dong"


"Iya"


"Duh,aku sebenarnya kangen sama loe tauk. Jadi kapan nih kamu married?"


"Bulan depan"


"Hah bulan depan,secepat itukah?"


"Ya aku gak punya banyak waktu"


"Loe pasti ngundang gue kan?"


"Bingung Chris,loe tahu kan gua ini cuma anak angkat. Bahkan uang gua gak seberapa buat ongkosin loe kesini"


"Yaelah santai aja kali,gua juga bisa kok bayar tiket sendiri. Yang penting itu gua pengen banget hadir di pesta loe,ya siapa tahu gua bisa dapet lah temennya Fikri meski gua agak kecewa kalau pangeran impian gua bakalan nikah sama Leo"


"Makasih ya Chris,loe udah mau hubungin aku lagi. Aku gak tahu mau curhat ke siapa karena selama aku di sini gak pernah kemana-mana bahkan jarang sekali keluar"


"It's okey princess,pokoknya kalau loe butuh bantuan dan ada apa-apa tinggal hubungi gua aja"


"Princess?"


"Yes,that you"


"No,I not princess"


"come on Mona,you Winner"


"Okey pokoknya makasih banyak udah mau ngehibungin gua lagi"


"Sama-sama cantik,kalau gitu gua tutup dulu ya. Gua mau balik"


"Yaudah, hati-hati ya"


"Okey,take care princess"


Mona merasa senang karena mendapatkan teman cerita yang dulunya adalah sahabat dia di kantor,meski saat ini hatinya sedang gundah namun sedikit tenang karena ada Christin sekarang.

__ADS_1


__ADS_2