Dendam Sang Mantan

Dendam Sang Mantan
RESTU


__ADS_3

Keesokan harinya semua karyawan,Arief,dan Bu Siti sudah berkumpul diruang kerja bos. Mereka masih terus membicarakan kejadian kemarin yang belum juga terselesaikan.


"Ngapain sih kita disuruh kumpul disini pak?"


tanya Salsa


"Sudah pokoknya tunggu saja"



Mona datang dengan penampilan yang berbeda ia mengenakan setelan jas seperti saat ia bekerja di perusahaan ayahnya.


Semua orang yang ada disana dibuat kaget olehnya apalagi Arief dan Bu Siti


"Mon kamu gak salah kostum?"


tanya Arief


"Kenapa harus salah kostum? Bukankah karyawan disini ada yang mengajarkan bahwa dandanan ku kemarin tidak mencerminkan aku orang yang berwibawa??"


"Hello,jadi kamu sok dandan dan berpakaian seperti bos supaya kami bisa menilai bahwa derajat kamu sama dengan pak Arief?"


ucap Salsa tajam


Dengan muka penuh amarah yang sedari semalam Mona tahan ia memegang dagu Mona dan mengatakan dengan lantang di depan semua orang


"Restoran saya tidak memperkerjakan pegawai rendahan yang tidak punya sopan santun seperti anda. Mulai sekarang kamu saya pecat!"


Salsa menangkis tangan Mona ia memberontak dan kembali memaki-maki nya


"Kamu itu bukan bos disini,kamu tidak ada hak memecat saya. Hanya pak Arief yang berhak atas itu semua,dasar perempuan murahan gak tahu diri"


"Oke kalau memang itu yang kamu minta,mungkin dari kalian ada yang mau memaki saya juga seperti dia?"


tanya Mona


Semua karyawan terdiam sedangkan salsa kebingungan mengapa teman-temannya tidak mendukung dirinya


"Kalau begitu Rif silahkan lakukan tugasmu,aku tidak ingin melihat wanita ini berada di restoran ku"


Arief hanya mengangguk dan segera melaksanakan perintah Mona


"Salsa mulai hari ini kamu saya pecat dan atas perbuatan kamu ini saya tidak akan memberikan pesangon atau uang kompensasi sepeserpun"


"Ta tapi pak?"


"Tidak ada tapi tapian"


"Kenapa pak Arief lebih memilih dia? disini pak Arief berhak menentang dia"


"Saya tidak mungkin menentangnya sa,karena dia juga bos ku"


"Maksud bapak?"


"Saya sama seperti kamu disini,saya hanya karyawan biasa yang di beri kepercayaan oleh Bu Mona untuk mengurus resto ini bersama ibu saya"

__ADS_1


"Jadi?? bos sesungguhnya adalah perempuan itu?"


Arief hanya mengangguk dan meminta salsa agar segera pergi dari tempat itu,seluruh karyawan lainnya kaget mendengar bahwa bos mereka yang sesungguhnya adalah Mona.


Mereka tidak berani melihat Mona atau bahkan sekedar mengangkat kepala untuk meminta maaf.


"Oke jadi masalahnya sudah selesai dan jelas,apakah disini masih ada yang menentang hubungan saya dengan Mona?"


tanya Arief


"Tidak pak"


ucap seluruh karyawan secara bersamaan


"Oke,kali ini adalah pelajaran buat kita semua yang ada disini,jangan pernah melihat rendah seseorang hanya karena dari covernya. Tidak semua bos harus berpenampilan mewah dan tidak semua orang miskin bernilai rendah"


ucap Mona


"Maafkan kami Bu"


ucap seluruh karyawan


"Baik hari ini kalian akan kerja seperti biasa dan untuk weekend besok kita akan libur dan saya akan ajak kalian untuk jalan-jalan camping ke jogja,semuanya boleh membawa pasangan masing-masing ataupun keluarga"


ucap Mona


Seluruh karyawan bersorak senang mendengarnya kemudian kembali bekerja seperti biasanya.


"Nak Mona ibu mau bicara berdua dengan kamu bisa?"


ucap Bu Siti


Sesampai diruangan Mona Bu Siti mengutarakan maksudnya


"Silahkan duduk Bu"


"Nak,selama ini saya dan Arief sudah banyak merepotkan kamu. Saya rasa tidak sepantasnya saya juga menumpang dirumah nak Mona"


Mona menghampiri Bu Siti dan duduk di depannya


"Bu,ibu bukankah pernah bilang jika sudah menanggap saya sebagai anak kandung ibu sendiri?"


"Iya ibu tahu,tapi perbuatan Arief seharusnya tidak begitu. Tidak sepantasnya Arief berpacaran dengan nak Mona yang ada segalanya"


"Bu,saya mencintai Arief tulus. Di rumah saya tidak mendapatkan kasih sayang dan cinta yang tulus dari orang tua. Hanya Bu Siti dan Arief yang mampu memahami saya"


"Ibu takut kalau suatu saat keluarga nak Mona tahu pasti itu akan menyakiti keluarga nak Mona sendiri"


"Dengar Bu,urusan keluarga Mona biar saya yang atasi terpenting niat saya mengajak Arief dan ibu kerjasama tulus untuk membantu ibu. Jadi tolong jangan pernah merasa sungkan kepada Mona dan merendah seperti ini"


"Terima kasih nak Mona,sudah membantu perekonomian keluarga ibu"


"Sama-sama Bu,bolehkah Mona memeluk ibu"


Bu Siti mengangguk dan memeluk Mona layaknya anak sendiri, tiba-tiba Arief masuk dan melihat ibu serta pacarnya akrab seperti itu

__ADS_1


"Ibu ngapain?"


tanya Arief


"Rif,kalau memang kamu mencintai nak Mona kamu harus bisa membuktikan kepada ibu bahwa kamu layak bersanding dengannya. Jangan kecewakan perempuan sebaik nak Mona itu juga akan menyakiti hati ibu sendiri"


"Jadi ibu benar-benar sudah memberikan kami restu?"


Bu Siti tersenyum dan mengangguk Arief pun kemudian menghampiri Mona dan memeluknya erat


"Rif tidak di depan ibu"


ucap Bu Siti yang berjalan keluar ruangan


"Maaf Bu"


teriak Arief dan Mona


Akhirnya setelah kisah cinta yang mereka sembunyikan mendapat restu dari Bu Siti kini tinggal Mona memikirkan cara agar pertunangannya dengan Dendra batal dan keluarganya juga merestui hubungannya dengan Arief.


Jam makan siang telah tiba seperti biasa resto dibanjiri oleh para pelanggan setia masakan Jawa Bu Siti.


Mona ikut membantu pelayan lainnya menyiapkan hidangan sedangkan Arief membantu di meja kasir.


Akhirnya setelah pertempuran dua jam berlalu membuat dagangan Bu Siti habis,seperti biasa para karyawan bisa pulang lebih awal.


Arief yang sedari tadi melirik Mona,dan Mona tersadar bahwa dia tidak memberinya waktu sebentar saja untuk Arief mengajaknya berduaan.


"Oke kalian boleh beres-beres dan pulang jangan lupa utamakan keselamatan. Oh ya Rizki rumah kamu searah dengan rumah pak Arief bukan?"


"Iya Bu benar"


"Boleh saya minta tolong kamu antar Bu Siti pulang sekalian?"


"Boleh Bu,tapi apa Bu Siti berkenan naik motor?"


"Tidak tidak,hari ini kamu akan pulang naik grab car bersama beliau dan motor kamu tinggal disini saja. Uang transport kamu pulang dan berangkat besok saya yang tanggung"


"Baik Bu,terima kasih"


"Tunggu sebentar saya akan panggilkan beliau"


Mona menghampiri Bu Siti yang sedang membersihkan diri di toilet


"Bu,ibu sudah mau pulang?"


"Iya nak, ayo kita pulang"


"Oh ya bu,hari ini saya ada beberapa pekerjaan jadi Bu Siti bisa pulang lebih dulu diantarkan oleh Rizki. Dan saya mohon ijin untuk meminjam Arief ,boleh Bu?"


"Ya sudah silahkan,yang penting jangan pulang malam-malam ya ibu tidak mau kalau tetangga lihat kalian pulang berdua nanti jadi bahan pembicaraan"


"Baik Bu"


Akhirnya Bu Siti pulang bersama dengan karyawan lainnya.

__ADS_1


__ADS_2