
Setelah mengirimkan foto-foto itu pada Mona,Leo juga mengirimkannya pada ponsel ia sendiri bertujuan untuk hal lain. Selesai dengan pekerjaannya di Surabaya ia bergegas menuju hotel tempat Mona menginap dan mendapati Mona yang baru saja sadar dari pingsannya,ia segera menghampiri Mona dan membantunya untuk bangun
"Tuan Leo,bagaimana anda bisa di sini?"
tanya Sita bingung
"Aku tahu dari para pengawal Ry yang mengawasi kalian"
"Apa? tuan Ry diam-diam mengawasi kami?"
"Iya,dia mengirimkan dua anak buahnya kemari untuk mengawasi apa saja yang kalian lakukan di sini. Sekarang tolong kamu pesankan makanan untuk Mona dan beri saya waktu untuk berbicara dengannya"
"Baik tuan,kalau begitu saya permisi"
Leo menatap wajah Mona dengan penuh rasa iba
"Apa kamu sudah mengetahuinya?"
Mona hanya mengangguk
"Maafkan adik saya jika kali ini membuatmu sedih sampai begini,aku sendiri tidak tahu jika dia akan kembali ke dunianya yang lalu"
"Maksud kakak?"
"Sebelum kembali bertemu denganmu Ry memang suka bermain wanita dan mabuk-mabukan dia juga Gonta ganti perempuan untuk di tidurinya,dan mendapati seseorang mengirim foto seperti itu kepadaku membuatku tidak terkejut namun yang membuatku terkejut saat kamu telah mengetahui ini semua"
"Bagaimana kak Leo tahu kalau orang itu juga mengirimkan foto-foto itu padaku?"
"Aku tahu dari para pengawal Ry yang mengatakan kamu pingsan dan aku berfikir pasti karena foto-foto itu"
"Kakak tahu siapa yang mengirimnya?"
"Aku tidak tahu,tapi akan ku suruh anak buahku untuk menyelidikinya"
"Kak,kenapa Ry tega melakukan semua ini padaku? padahal dia begitu cemburu mengetahui bahwa aku semalam makan dengan adik ipar ku sendiri,bahkan dia mengatai ku perempuan murahan yang berusaha merusak rumah tangga adik kandungku sendiri"
"Ry bilang begitu padamu?"
Mona mengangguk
"Keterlaluan,kamu tenang saja akan ku beri dia pelajaran"
Belum selesai Mona menangis nomer itu mengirimkan sebuah foto Ry dan perempuan itu yang tengah bersantai di dalam bath up berendam bersama wanita tersebut,Mona yang tak sengaja melihatnya merebut ponsel Leo dan mendadak histeris kembali.
"Aaaaaaaa"
teriak Mona yang kemudian berlari keluar kamar
Ia semakin menjadi-jadi dan tak dapat menhan kesedihannya,ia berlari menuju pantai dan mencoba bunuh diri. Untung saja Leo mengejarnya dan mencoba membawa kembali Mona yang tengah berjalan memasuki bibir pantai dan membuat setengah pakaiannya basah.
"Mona,jangan bodoh kamu"
teriak Leo
"Aku udah gak sanggup lagi kak,aku tidak bisa terus-terusan seperti ini"
"Kakak tahu ini menyakitkan tapi kamu harus menerima kenyataan bahwa Ry orang yang suka bermain perempuan"
"Setelah aku berusaha kembali untuk mencintai dia dan aku sanggup,kemudian hidup dalam penjaranya selama ini membuatku menjadi hampir gila. Lantas apalagi yang tersisa sekarang kak? aku hanya wanita bodoh yang tidak tahu kalau hanya di jadikan barang simpanan baginya"
ucap Mona sambil terisak
"Ssstttt,Mona kamu tidak boleh bicara seperti itu. Meski kamu tidak berharga di mata orang seperti Ry tetapi kamu selalu menjadi wanita paling sempurna di mata orang yang tepat"
__ADS_1
Mona menangis meratapi nasib dirinya itu,Leo memeluknya dan berpura-pura perhatian dan peduli padanya
"Selangkah lagi Leo,selangkah lagi kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan"
ucap Leo dalam hati
Setelah Mona cukup tenang,Leo membawanya kembali ke kamar dan memintanya untuk membersihkan diri.
Tiba-tiba Sita masuk kedalam kamar dan membawakan makanan untuk Mona,Leo meminta nya untuk membereskan barang-barang Mona untuk check out hari ini juga.
"Tolong bereskan barang-barang Mona dan beritahu padanya bahwa jam 11.00 kalian akan check out"
"Tapi bukankah kami tiga hari untuk menginap di sini tuan?"
"Ikuti kata-kata ku,Ry hari ini akan kembali ke Indonesia dan segera menemui Mona. Apa kamu mau jika Mona kembali histeris seperti tadi?"
"Baik tuan"
"Aku tunggu kalian di bawah"
"Baik tuan"
Leo keluar dari kamar Mona,dan beberapa saat kemudian Mona keluar dari kamar mandi. Ia melihat Sita yang tengah mengepak baju-bajunya ke dalam koper
"Apa yang kamu lakukan sita?"
"maaf nona,tuan Leo meminta saya membereskan barang-barang Anda dan kita segera check out jam 11.00 nanti"
"Check out? untuk apa?"
"Tuan Leo memberitahukan bahwa tuan Ry hari ini akan kembali ke Indonesia dan segera menemui anda,karena tuan Leo tidak ingin melihat anda kembali sedih dan berlarut-larut seperti tadi maka ia berusaha membawa anda pergi untuk menghindari tuan Ry"
"Baik nona"
Setelah selesai mengemasi barang-barangnya,mereka segera turun ke lobby. Leo sudah menunggu dua wanita itu bersama para pengawalnya
"Mona,kamu tidak apa-apa?"
tanya Leo
"Aku oke kak,kita akan kemana?"
"Apa kamu mau bertemu dengan Ry dan mendengarkan penjelasannya?"
"Untuk apa? semua kenyataannya telah jelas dan tidak ada lagi yang perlu di bicarakan kak. Aku akan ikut kemanapun kakak membawaku"
"Baiklah kalau begitu kita segera pergi"
"Tapi sita kak?"
"Dia bisa pulang dengan taksi"
"Ada sesuatu yang harus saya ambil di rumah kak,jadi tolong antarkan saya kerumah terlebih dahulu"
"Baiklah"
Leo,Mona,dan Sita segera pergi ke rumah Ry sesampai di sana para pengawal mempersilakan mereka masuk namun saat Mona mengemas barang-barangnya yang lain Ry telah tiba.
"Kak Leo?"
ucap Ry terkejut
Leo hanya diam dan menatapnya
__ADS_1
"Apa yang kakak lakukan di sini?"
"Membawa yang seharusnya tidak ada di sini"
ucap Leo ketus
"Maksud kakak?"
Ry terkejut saat melihat Mona turun dari tangga dan terdapat pengawal Leo membawakan koper milik wanita itu,Ry segera menghampiri Mona dan mencegahnya pergi
"Mau kemana kamu?"
tanya Ry dengan nada tinggi
"Bukan urusanmu"
jawab Mona sama ketusnya
"Tentu itu urusanku karena kamu adalah calon istriku"
Mona melemparkan cincin tunangannya ke arah Ry dengan tatapan marah,sebisa mungkin ia menahan agar air matanya tidak jatuh
"Apa-apaan ini Mona?"
"Kamu yang apa-apaan, mulai hari ini kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Aku tidak Sudi menikah dengan laki-laki yang hobby mabuk-mabukan,berkata kasar tanpa pakai otak,dan lebih parahnya suka bermain perempuan serta memutar balikkan fakta"
"Oh jadi karena kamu ku Katai sebagai pelakor dan wanita murahan lantas mengecapku sebagai laki-laki suka main perempuan,iya begitu?"
"Memang benar begitu bukan kenyataannya?"
"Kamu jangan gila ya"
"Kamu yang gila,harusnya kamu berfikir dan ngaca lebih dulu sebelum menyebut orang lain sebagai wanita murahan.Bahkan wanita murahan lainnya berhasil menggoda mu dan membuatmu tidur seranjang denganmu semalam"
Ry seketika terdiam,ia bingung kenapa Mona bisa tahu akan hal itu
"Seharusnya aku yang marah padamu karena semalam kamu dinner dengan mantan kekasihmu yang sekarang menjadi adik iparmu,lantas kenapa sekarang kamu justru memfitnahku kalau aku tidur dengan wanita lain? Aku pergi kerja melaksanakan tugas dari kak Leo bukan justru liburan dan bermain perempuan"
"Tapi nampaknya beda dengan apa yang kamu jelaskan Ry,aku bahkan tidak dinner dengan Dendra. Aku dan Sita tidak sengaja bertemu dengannya dan malamnya kami makan bertiga,bertiga Ry bukan hanya aku dan Dendra"
"Jelas-jelas di foto itu hanya ada kalian berdua"
"Kalau kamu tidak percaya,silahkan tanya saja sama Sita"
Sita yang berdiri di antara para pelayan lainnya mengiyakan pernyataan Mona bahwa memang mereka makan bertiga,hal tersebut semakin membuat Ry merasa bersalah.
"Sudah jelas bukan? jadi sekarang siapa yang selingkuh?"
"Aku tidak selingkuh Mona"
"Lalu ini apa?"
teriak Mona sambil menunjukkan foto Ry yang tengah tertidur bersama wanita tak di kenal
"Dari mana kamu dapat foto ini?"
"Dari mana itu tidak penting,sekarang sudah terbukti bahwa kamu yang selingkuh disini bukan aku"
"Mon aku benar-benar minta maaf,aku melakukan itu karena pikiranku sudah panas melihat kamu dinner dengan Dendra jadi aku pergi ke club mabuk dan bertemu dengan wanita tersebut"
"Apapun alasan kamu Ry aku tidak akan mentolerir semua ini,apalagi kata-kata mu yang tidak ada buktinya sama sekali. Aku ini wanita Ry aku juga bisa sakit hati,selama setahun ini aku hidup di dalam rumah ini bagaikan seorang tahanan,bahkan ingin pergi harus dengan pengawal dan terus dengan pengawasan. Aku sudah tidak tahan lagi dengan semua ini Ry,aku ingin mengakhirinya"
"Tidak Mon,aku mohon maafkan aku. Jangan tinggalkan aku,aku mohon"
Ry tiada hentinya meminta ampunan dari Mona atas apa yang telah ia perbuat,meski saat itu ia terbawa emosi dan tidak dapat berfikir jernih tetap saja kesalahan yang Ry lakukan sudah kelewat batas. Leo dan para pengawal serta pekerja Ry lainnya hanya dapat menyaksikan hal tersebut dengan diam, bagaimanapun mereka memihak pada Mona yang selama ini tengah diperlakukan oleh Ry seperti seorang tahanan rumah.
__ADS_1