
Pagi itu Mona sudah bersiap untuk berangkat ke rumah Pak Derajat dan Bu Dewi,dengan koper yang ia bawa pergi dari rumah keluarganya. Dengan langkah pasti ia menaiki grab car,tak berapa lama kemudian ia sampai dirumah itu.
Dalam hatinya ia sudah mantab dengan jalan tersebut,demi bisa terus menyambung hidupnya tekad Mona sudah mantab. Kedatangannya disambut hangat oleh pak Drajat dan Bu Dewi mereka mengantarkan Mona ke kamarnya. Sesampai disana Mona terkejut karena kamar yang ia tempati jauh berbeda dengan posisinya
"Bu ini Mona tidak salah kamar?"
"Tidak nak Mona,memang ini kamar yang akan nak Mona tempati selama bekerja disini"
"Tapi ini terlalu bagus untuk seorang asisten seperti saya"
"Tetapi ini sudah perintah tuan besar"
Karena Mona tidak ingin menyinggung perasaan mereka di hari pertama bekerja,ia bermaksud menerima apa adanya. Setelah selesai menaruh barang-barangnya Mona menghampiri Bu Dewi yang sedang memasak di dapur
"Bu,kalau boleh tahu tuan besar sekarang dimana ya?"
"Tuan besar itu jarang dirumah mbak, bisnisnya diluar kota membuatnya tidak sempat tinggal terlalu lama. Sudah dua tahun ini tuan besar tinggal di luar,tapi dia memutuskan kembali"
"Tuan Besar galak ya Bu"
"Enggak,enggak sama sekali. Tuan besar itu orangnya sopan,baik,bahkan dia tidak sombong"
"Kalau boleh tahu siapa nama asli tuan besar buk?"
"Tuan Rhysaka"
"Oh,pasti istrinya cantik ya buk"
"Kenapa kamu bisa bilang begitu?"
"Ya, rata-rata orang yang baik,sopan pasti dia tampan dan kebanyakan istri cantik dan baik hati juga"
"Bisa aja kamu,oh ya tolong bantu ibu menyiapkan peralatan mandi di kamar tuan besar ya."
"Oh baik Bu,dimana kamarnya?"
"Kamu naik ke lantai atas terus nanti kamu ambil pintu sebelah kiri yang terlihat dari tangga. Nah itu kamar tuan besar,pokoknya kamu cek apa yang belum ada"
"Baik Bu"
Mona menaiki anak tangga sembari melihat sekeliling,anehnya ia sampai sekarang tidak melihat satu foto pun milik tuan besar. Sesampai di ujung tangga ia menemukan dua buah pintu dan menghampiri pintu di sebelah kiri.
__ADS_1
Benar-benar sebuah kamar yang mewah,nampak aksen warna gelap membuat suasana kamar tersebut menjadi dingin apalagi untuk seorang pria hal itu cukup berkelas.
Mona segera merapikan kamar itu dan melengkapi beberapa perlengkapan yang belum ada,setelah itu ia segera keluar dari kamar tersebut dan menghampiri kembali Bu Dewi yang ada di dapur.
Namun sesampai disana Mona tak melihat Bu Dewi,ia mencoba mencari di sekeliling rumah dan ternyata ia bersama pak Drajat ada di halaman rumah sedang menurunkan sebuah paket.
"Biar Mona bantu Bu"
"Jangan,nak Mona jangan capek-capek"
"Justru ibu jangan sampai kecapekan,kan Mona disini kerja"
Bu Dewi melirik suaminya yang tepat berada di sampingnya,terlihat mereka berdua seperti menggunakan bahasa isyarat. Hari itu tak banyak pekerjaan yang Mona lakukan karena tuan besar belum datang,ia hanya merasa seperti sedang liburan karena hanya menghabiskan waktu didalam kamar dengan Susana taman di samping kamarnya. Lambat lain pemandangan taman membuat mata Mona terlelap,mungkin karena hari juga sudah terbilang malam.
Keesokan harinya seperti biasa,setelah membersihkan diri Mona segera menghampiri dapur dan menemui Bu Dewi
"Selamat pagi Bu"
ucap Mona
"Pagi nak Mona"
"Pak Drajat kemana Bu,kok sepi?"
"Oh,suami saya sedang merapikan halaman, sebentar lagi tuan besar akan datang"
"Iya,kenapa? kamu masih takut?"
"Iya Bu,Mona takut kalau tuan besar gak suka sama Mona"
"Selama kerja kamu bagus dan benar tuan besar tidak akan marah. Sekarang kamu ganti baju dengan seragam ini dan segera bersiap melayani tuan besar"
"Baik Bu"
Setelah selesai berganti baju Mona kembali ke dapur untuk menemui Bu Dewi,namun ia tidak ada di sana. Mona menemukan Bu Dewi dan Pak Drajat di ruang tamu,ada beberapa orang lainnya yang mengenakan setelan jas berwarna hitam serta berkacamata hitam juga.
"Bu,mereka siapa?"
"Mereka itu ajudan tuan besar"
"Memangnya tuan besar udah datang ya Bu?"
"Udah,baru aja beliau naik ke atas"
"Terus tugas Mona apa Bu?"
__ADS_1
"Kamu antarkan makanan ke kamar tuan besar"
"Baik Bu"
Mona membawa nampan berisi makanan untuk tuan besar,dengan hati-hati ia berjalan menaiki anak tangga dan berhasil sampai di atas.
"Tok tok tok"
"Masuk"
Mona membuka pintu dan membawa masuk makanan tersebut
"Permisi tuan,ini makan siang anda"
"Letakkan saja disitu"
ucap tuan besar dengan posisi duduk membelakanginya
"Perkenalkan nama saya Mona,asisten tuan besar yang baru"
"Terima kasih Mona,semoga kamu betah kerja dengan saya."
"Sama-sama tuan,kalau memang tidak ada lagi yang tuan butuhkan saya permisi"
"Silahkan"
Mona keluar dan menutup pintu dengan sangat pelan,selama kembali ke dapur Mona terus memikirkan suara tuan besar seperti mirip seseorang. Ia mencoba mengingat-ingat siapa kira-kira namun tak banyak yang terlintas di benaknya apalagi ia yang hampir jatuh dari anak tangga karena terlalu sibuk dengan isi pikirannya. Untung saja salah satu ajudan dengan sigap menangkap tubuh Mona
"aaaa"
teriak Mona yang membuat Bu Dewi menghampirinya
"Nona,sebaiknya anda hati-hati saat menuruni tangga"
"Terima kasih pak"
ucap Mona sembari tersenyum
"Mona,kamu itu harusnya jangan ceroboh seperti ini"
"Maaf Bu,iya Mona gak akan ngulangin lagi"
"Ya sudah kalau begitu kamu segera makan,ibu sudah siapkan semuanya"
"Makasih ya Bu"
__ADS_1
Mona dan Bu Dewi segera kembali ke dapur dan sibuk dengan pekerjaan masing-masing