
Seminggu sudah Mona bekerja di rumah itu,ia sama sekali belum pernah berbicara dengan tuan besar. Meski begitu Mona sama sekali sudah tidak penasaran terhadapnya. Siang itu tuan besar sedang pergi keluar untuk sebuah urusan,ia berniat membersihkan kamarnya selagi tuan besar tidak ada di sana. Saat hendak membersihkan meja kerjanya ia menemukan sebuah foto seorang laki-laki dan wanita tua yang sepetinya adalah ibu dan laki-laki dalam foto tersebut. Seketika Mona terkejut dan menjatuhkannya pada saat itu juga tuan besar telah kembali dan sekarang berada tepat dibelakang Mona.
"Apa yang kamu lakukan disini?"
tanya tuan besar,ia semakin terkejut saat Mona memungut foto itu dari lantai
Mona membalikan tubuhnya dan melihat laki-laki di foto itu berada dihadapannya,ternyata laki-laki dan wanita dalam foto tersebut adalah orang dari masa lalu Mona yaitu Arief dan Bu Siti yang sebenarnya juga tuan besar yang berganti nama sebagai Rhysaka.
"Kamu"
ucap Mona sambil menitikkan air mata
"Akhirnya kamu tahu juga"
"Kenapa kamu sembunyi dariku?"
"Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali di kehidupan mu"
"Lalu untuk apa kamu mengganti nama?"
"Karena aku bukanlah orang yang dulu kamu kenal,orang yang lemah dan mudah di hina karena terlalu menyerah dengan cinta"
"Aku tahu apa yang telah terjadi pada kita saat itu,tapi aku gak tahu kalau akhirnya akan jadi seperti ini. Aku tidak bermaksud membuat kamu kehilangan ibu,bahkan membiarkanmu menahan kepedihan itu sendirian"
"Sudah cukup Mon,jangan ingatkan aku pada masa lalu. Sekarang aku adalah Rhysaka,orang yang telah bangkit dari semua penderitaannya"
"Kamu banyak berubah,kemana saja kamu selama ini? aku sudah berusaha mencari mu namun kamu seperti lenyap dari bumi"
"Kamu fikir,setelah apa yang keluargamu lakukan dan penghinaan itu ku dapatkan aku tetap bisa menghadapi mu ? aku memang mundur waktu itu karena aku kalah dalam setiap aspek. Tapi sekarang aku tidak akan pernah menyerah atas apa yang menjadi keinginanku,aku punya segalanya aku bisa melakukan apa saja yang aku mau bahkan hanya untuk mengambil mu dari keluargamu sekarang aku bisa Mon"
"Rif,aku rindu kamu yang dulu Arief yang rendah hati,baik,dan tidak keras kepala seperti sekarang"
"Jangan panggil aku dengan nama itu lagi, sekarang namaku Rhysaka,Rhysaka Adiatama"
ucap Ry dengan ketus sambil menyudutkan Mona
__ADS_1
Melihat wajah polos Mona yang menangis membuat Ry menjadi enggan menatapnya
"Keluar kamu dari kamarku,aku tidak ingin melihat wajah lugu mu itu penuh dengan air mata"
"Apa kamu tidak merindukanku?"
ucap Mona sambil terisak
"Keluarr"
teriak Ry hingga terdengar dari luar
Mona berlari keluar dari kamar Ry,Wira dan Adit yang ada diluar terkejut melihat Mona yang menangis setelah keluar dari kamar tuan besar.
Mona menangis sejadi-jadinya di dalam kamar,tidak ada yang berani mengganggunya termasuk Wira yang hanya dapat mendengarkan dari balik pintu kamar Mona.
Ada rasa senang dalam hati Mona karena setelah bertahun-tahun akhirnya ia bertemu kembali dengan laki-laki yang ia cintai,namun rasa sesak di dadanya begitu besar karena Arief sudah berubah tak seperti dulu lagi.
Semenjak kejadian itu Mona dan tuan besar jarang sekali bertemu,bahkan tugas Mona yang bersangkutan dengannya telah diambil alih oleh sekretaris kantornya. Ia sering berkunjung ke rumah itu mengantarkan dokumen dan menyiapkan keperluan tuan besar. Seiring berjalannya waktu Wira dan Mona juga semakin akrab,tidak hanya menjadi tempat berbagi cerita diam-diam Wira mempunyai perasaan pada Mona.
Siang itu Bu Dewi sedang memasak di dapur,ia diminta mengantarkan minuman untuk Dara diruang kerja tuan besar. Ry mengetahui bahwa Mona yang mengantarkannya maka ia bermaksud untuk membuat rencana bersama Dara.
"Cekrek"
suara pintu terbuka
"Ha,ma maaf tuan saya tidak tahu kalau ada tuan disini. Saya hanya mengantarkan minuman untuk nona Dara"
ucap Mona yang terkejut kemudian pergi
Mona kembali ke dapur dengan air mata yang telah membasahi wajahnya,Bu Dewi kebingungan melihat Mona dengan kondisi seperti itu. Ia segera menghampiri Mona yang duduk di taman depan dapur
"Non Mona kenapa?"
"Gak apa-apa kok Bu"
__ADS_1
"Eh non Mona gak bisa bohong dari ibu,kalau gak kenapa-kenapa kok nangis??"
"Tadi mtona hanya kelilipan saat keluar dari ruangan kerja tuan besar"
"Ya sudah coba di cuci dengan air siapa tau masih ada didalam"
Mona segera pergi ke kamarnya,dan saat mencoba menangis kembali,Wira menatapnya dari taman belakang dan mengetuk pintu kaca kamar Mona. Mona berusaha menghapus air matanya agar tidak terlihat oleh Wira namun terlambat semua itu sudah terlihat dari tadi
"Kamu kenapa Mon?"
"Enggak,aku gak apa-apa kok"
"Jangan bohong,pasti karena tuan besar lagi ya?"
Mona mengangguk pelan
Semua cerita masa lalu Mona dan Arief sudah ia ceritakan pada Wira,hingga kini ia bekerja disini Wira sudah mengetahui jika bosnya adalah mantan kekasih Mona.
"Udah,kamu gak perlu menangisinya lagi. Kalau memang niat kamu buat melupakan masa lalu bersamanya sudah bulat ya sudah kamu harus bisa melewati ini semua"
"Sulit,bahkan saat tadi melihat dia dan nona Dara berduaan rasanya seperti ada yang menusuk di hatiku"
"Aku yakin,kamu pasti bisa melalui ini semua. Seperti katamu,bahwa roda itu berputar. Apa yang sekarang menjadi milikmu kemungkinan lusa akan hilang bahkan sebaliknya"
"Kamu benar juga,sepertinya aku memang harus keluar dari lingkaran masa laluku."
"Oh ya,nanti sore kamu ada pekerjaan?"
"Enggak,semuanya sudah selesai"
",Gimana kalau kita jalan-jalan"
"Tapi gimana kalau dia tahu?"
"Udah kamu tenang aja,sore ini dia ada acara di hotel menghadiri pesta ulang tahun kliennya"
"Ya udah kalau gitu"
__ADS_1
"Sampai bertemu nanti sore Mon"
Wira pergi dari sana,Mona segera kembali ke dapur membantu Bu Dewi. Ia juga meminta izin padanya sore ini akan keluar untuk urusan lain. Untung saja Bu Dewi mengizinkan tanpa banyak pertanyaan,dan dari situlah Wira mulai menampakkan perasaannya kepada Mona.