
Adit menyadari bahwa ada orang yang mengejarnya, seketika ia meminta Mona mengencangkan sabuk pengamannya dan melaju lebih cepat. Ry yang menggunakan mobil dengan standar lebih tinggi berhasil menghentikan mereka dan memojokkan posisi Adit di sebuah bangunan kosong di batas kota.
"Bagaimana ini pak Adit,mereka sudah mengepung kita"
"Kamu tenang saja Mona,aku akan melindungi kamu seperti janjiku pada Wira"
"Tapi mereka semua bersenjata"
Tiba-tiba Mona terkejut melihat Adit yang mengeluarkan sebuah pistol dari dalam dasbor mobilnya
"Mona,kamu tunggu sini dan kunci pintunya. Saya akan menangani mereka"
"Tapi pak Adit jumlah mereka terlalu banyak"
"Kamu ikuti kata-kata saya"
"Baik pak"
Adit turun dari mobilnya dan segera Mona mengunci mobil dari dalam,Adit berjalan menghampiri gerombolan orang itu yang tak lain adalah anak bimbingnya sendiri.
"Kalian benar-benar ingin melawanku?"
teriak Adit
Tidak ada satupun orang yang bergeming sampai Ry turun dari mobilnya
"Kenapa tidak? mereka adalah anak buah ku yang tidak ada bedanya dengan kamu. Mereka semua aku yang membayarnya bukan kamu"
teriak Ry membantah omongan Adit
"Tuan,semuanya bisa di selesaikan secara baik-baik tanpa adanya kekerasan. Anda juga tidak seharusnya memaksa Mona seperti ini dan membuatnya ketakutan"
"Kamu bukan siapa-siapa jadi jangan memerintah saya,justru disini kamu yang bersalah karena mengkhianati aku sebagai atasanmu"
"Saya hanya melakukan yang menurut saya benar tuan"
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu saya juga akan melakukan yang menurut saya benar. Kalian semua cepat pergi tangkap laki-laki itu dan seret wanita itu di hadapan saya"
Saat mereka mencoba mendekati mobilnya,Adit berusaha menghentikan satu persatu anak buahnya dan terjadilah pertengkaran hebat. Mona yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa melihat dari dalam mobil karena tidak ingin membantah perintah Adit.
Satu persatu orang kalah oleh Adit,melihat hal itu Ry tidak bisa tinggal diam ia menyuruh anak buahnya bernama Sony untuk melepaskan peluru dan menghentikan Adit. Mona terkejut melihat hal itu dan berusaha keluar dari mobil tetapi semuanya terlambat,Sony melepaskan tembakannya dan mengenai tepat di dada Adit seketika laki-laki itu terkapar di tanah.
"Pak Adittttt"
teriak Mona yang berlari menghampiri Adit yang tengah berlumuran darah
"Pak Adit tolong bertahanlah"
Isak Mona sembari meletakkan kepala Adit di pangkuannya
"Mona larilah,pergi dari sini"
"Tidak,saya tidak akan meninggalkan anda"
"Mona cepat pergi sebelum mereka menangkap mu"
"Maafkan saya Mona,saya tidak bisa lagi melindungi mu. Maafkan saya juga karena telah membiarkan Wira meregang nyawa di tangan saya"
"Maksud pak Adit?"
Belum sempat Adit menjawabnya ia sudah lebih dulu meregang nyawa tepat di pangkuan Mona. Seketika Mona histeris melihat hal itu,kemejanya penuh dengan darah dan bahkan tidak ada satupun yang mencoba menolongnya.
"Kalian semua tega,kalian semua penjahat"
teriak Mona sembari menangis
"Bawa wanita itu kemari"
perintah Ry pada anak buahnya
"Baik tuan"
__ADS_1
Dua orang laki-laki berjalan menghampiri Mona dan memaksanya ikut
"Lepaskan saya,saya tidak mau"
"Ikut"
teriak salah satu laki-laki itu
"Lepaskan,lepaskan"
teriak Mona lagi
Dengan paksa ia di bawa ke hadapan Ry yang berdiri di depan mobilnya
"Manusia gak punya hati kamu Ry,bahkan kamu bukanlah orang yang seperti ku kenal dulu"
Ry hanya tersenyum licik melihat Mona memakinya
"Sudahlah jangan berdebat lagi denganku,lebih baik sekarang kamu ikut aku dan kan ku jadikan kau ratu di istanaku"
Mona meludah ke arah Ry dan sedikit mengenai wajahnya,hal itu semakin membuatnya marah dan menampar wajah Mona.
"Tampar,tampar lagi Rif. Bahkan ini lebih baik dari pada kamu berpura-pura baik kepadaku padahal kamu itu seorang pembunuh"
"Cepat bawa dia ke mobil dan kalian urus mayat itu"
"Baik tuan"
Mona secara paksa di ikat serta di masukkan ke dalam mobil,ia tak bisa lari lagi selain hanya bisa pasrah atas apa saja yang akan menimpanya nanti.
Kali ini Ry tidak membawanya ke rumah miliknya yang ada di Jakarta,tetapi dia justru membawa Mona ke Vila yang berada di tengah pegunungan.
"Mau kamu bawa aku kemana?"
teriak Mona yang duduk di samping Ry
__ADS_1
Karena tak tahan dengan Mona yang terus berteriak akhirnya Ry memukul tepat tengkuk leher Mona dan membuatnya pingsan.